Makam tidak memiliki daya mustajab?
🔰 KUBURAN TIDAK MEMLIKI DAYA MUSTAJAB?
Oleh: M. Rofiannur Al Hamaamuh, SN, DH.
A. PEMBUKAAN DAN DESKRIPSI PERSOALAN.
Ada salah satu akun YouTube yang mengklaim bahwasanya berdoa disisi kuburan bisa mustajab bukan karena tempat kuburan itu sendiri memiliki daya mustajab melainkan karena ada hadirnya hati yaitu seperti khusyuk, merendah dan sebagainya.
Masalah ini bermula ketika akun YouTube tersebut mengomentari hujjah Gus ajir yang membawakan referensi primer dari kitab Siyar A'lam Annubala' karya Al Imam Al Hafidz Addzahabi (W 748 H). Sebagai bentuk bantahan kepada salah satu ustadz wahhabisme yang mengatakan; "Syirik paling Top adalah berdoa dikuburan".
Hujjah yang dibawa oleh Gus ajir kepada ustadz wahhabisme tersebut adalah perkataan Al Imam Addzahabi berikut;
Al Imam Addzahabi (W 748 H) mengatakan:
والدعاء مستجاب عند قبور الأنبياء والأولياء ، وفي سائر البقاع ، لكن سبب الإجابة حضور الداعي ، وخشوعه وابتهاله ، وبلا ريب في البقعة المباركة ، وفي المسجد ، وفي السحر ، ونحو ذلك ، يتحصل ذلك للداعي كثيراً ، وكل مضطر فدعاؤه مجاب.
Artinya: Berdoa akan mustajab di sisi kubur para nabi, para wali di tempat tempat lainnya. Akan tetapi, sebab dimustajabkannya doa adalah kehadiran langsung orang yang berdoa, kehusyu'an-nya dan berdoa dengan sepenuh hatinya. Dan tidak diragukan lagi seperti berdoa di tempat yang diberkahi, didalam masjid, di waktu sahur dan semisalnya. hal itu sering kali dilakukan oleh si pendoa. Dan setiap orang yang membutuhkan. Maka, doanya dikabulkan.
[Siyar 'Alam Annubala': 17/77]
Menurut akun YouTube tersebut Gus ajir tidak mengungkap inti maksud ucapan Al Imam Addzahabi tersebut. Sehingga terus menjadi polemik yang tak berkesudahan. Dan berikut perincian bantahan dari kami. Dan izinkanlah kami meluruskan hal ini.
B. POINT-POINT UTAMA.
Sebelumnya beranjak ke sesi bantahan. Maka, izinkanlah kami menyampaikan point point utama kami terlebih dahulu agar tidak melahirkan kerancuan dan kesalahpahaman;
1. Kami belum dapat memastikan manhaj yang dipegang oleh pemilik akun YouTube tersebut. Namun, berangkat dari husnuddzan kami. Beliau adalah orang baik dan berniat untuk meluruskan dan membernarkan.
2. Kami manhaj Ahli Sunnah Wal Jamaah meyakini bahwasanya hanya Allah taala sang pemberi ijabah dan pengabulan doa. Pengijabahan doa bukan datang wali ataupun selainnya. Manfaat dan Mudharat hanya datang dari Allah taala bukan datang daripada selainnya.
3. Kami tidak pernah membenarkan dan kami membatilkan orang orang meminta yang notabenenya adalah berdoa kekuburan, meminta ke si ahli kubur, meminta barokah dan sebagainya.
4. Kami meyakini dan bersepakat bahwasanya kuburan orang Soleh seperti kuburannya para nabi, rasul dan wali Allah taala merupakan tempat yang diberkahi.
5. Kami juga meyakini bahwasanya berdoa ditempat dan diwaktu-waktu yang diberkahi seperti, masjid, waktu sahur, setelah sholat dan makam orang Soleh. Ditempat dan diwaktu itu memiliki daya mustajab akibat keberkahan yang Allah taala letakkan ditempat dan diwaktu tersebut.
6. Menjadikan kuburan orang Soleh sebagai tempat berdoa merupakan amalan para salafussoleh untuk mempercepat pengijabahan doa doa mereka.
7. Semua yang telah kami sebutkan tadi tidaklah menyampingkan hal hal lainnya yang dapat memustajabkan doa. Seperti, memakan makanan yang halal, khusyu', tunduk, merendah, memuji Allah, mengagungkan Allah taala, mengakui dosa dosa dan sebagainya. Namun, hanya sebagai bentuk reaksi agar umat Islam tidak memandang sebelah mata perkara perkara yang sebetulnya dibenarkan dalam syari'at Islam.
C. BANTAHAN.
C1. KUBURAN MEMILIKI DAYA MUSTAJAB APA TIDAK?.
Dimenit: 02:06 akun YouTube tersebut mengatakan;
"Kenapa Azhabi menyebut kuburan nabi dan wali? Ini deskriptif ya, bukan normatif. Penetapan hukum. Maknanya banyak orang khusyuk, hatinya lembut, ingat mati, akhirat, menangis, merendah. Kondisi ini sering terjadi di kuburan. Bukan karena kuburannya punya daya, wali memberi ijabah, ada keutamaan syari khusus dan lain sebagainya".
Maka, kami menjawab; Klaim bahwasanya kuburan tidak memiliki daya yakni daya mustajab adalah salah total. Sebab, dalam pandangan Al Imam Addzahabi sendiri adalah dibumi ini ada tempat tempat yang diberkahi dan salah satunya adalah tempat dimakamkannya para nabi, wali dan orang orang Soleh yaitu dikuburannya mereka.
Al Imam Al Hafidz Addzahabi (W 748 H) mengatakan:
وَعَنْ إِبْرَاهِيْمَ الحَرْبِيِّ، قَالَ: قَبْرُ مَعْرُوْفٍ التِّرْيَاقُ المُجَرَّبُ . يُرِيْدُ إِجَابَةَ دُعَاءِ المُضْطَرِ عِنْدَهُ؛ لأَنَّ البِقَاعَ المُبَارَكَةِ يُسْتَجَابُ عِنْدَهَا الدُّعَاءُ كَمَا أَنَّ الدُّعَاءَ فِي السَّحَرِ مَرْجُوٌّ وَدُبُرَ المَكْتُوْبَاتِ وَفِي المَسَاجِدِ بَلْ دُعَاءُ المُضْطَرِ مُجَابٌ فِي أَيِّ مَكَانٍ اتَّفَقَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ مُضْطَرٌ إِلَى العَفْوِ، فَاعْفُ عَنِّي.
Artinya: Dari Ibrahim al Harbi berkata: Makam Imam Ma’ruf al-Kurkhi adalah obat yang paling mujarab.
(Adz-Dzahabi berkata ): Yang dimaksud ialah terkabulnya doa orang yang tengah kesulitan. Karena, tempat-tempat yang berkah bila doa dipanjatkan di sana akan terkabulkan, sebagaimana terkabulkannya doa di waktu sahur, doa setelah shalat-shalat wajib, dan doa di dalam masjid-masjid, bahkan disepakati bahwa doa orang yang membutuhkan di kabulkan di tempat manapun.
[Siyar A'lam Annubala': 9/340]
Penjelasan;
1. Yang benar adalah Al Imam Addzahabi menyebutkan kuburan nabi dan wali dikarenakan ditempat dimakamkannya mereka alias dikuburannya mereka itu merupakan tempat yang diberkahi dan daya yang dimilikinya adalah dimustajabkan doa orang orang yang berdoa disana.
2. Hal ini juga tidak menyampingkan untuk mengiringi hal hal lainnya yang menjadi keharusan dalam berdoa seperti hadirnya hati, tunduk, husyuk dan sebagainya.
3. Asumsi kuburan tidak memiliki daya alias daya mustajab adalah salah dan telah dibantah oleh ucapan Al Imam Addzahabi sendiri. Alangkah baiknya akun YouTube tersebut lebih banyak lagi membaca kitab tersebut daripada hanya menggunakan asumsi atau opininya sendiri.
Lalu kenapa kuburan orang soleh memiliki daya mustajab?. Hal ini sudah dijelaskan oleh Al Imam Asyaukani (W 1250 H), beliau mengatakan:
وجه ذلك مزيد الشرف ونزول البركة، وقد قدمنا أنها تسري بركة المكان على الداعي، كما تسري بركة الصالحين الذاكرين الله سبحانه على من دخل فيهم ممن ليس هو منهم، كما يفيده قوله صلى الله عليه وسلم: هم القوم لا يشقى بهم جليسهم
Artinya: Hal tersebut dikarenakan adanya tambahan keutamaan dan turunnya berkah di sana. Telah kami jelaskan bahwa hal tersebut bisa mengalir pada orang-orang yang berdoa di sana. Sebagaimana berkah para ulama yang shalih juga mengalir pada orang-orang yang datang ke majelis mereka, meskipun yang datang bukan termasuk orang shalih. Sebagaimana salah satu makna dari hadits Nabi ﷺ: ‘Para ulama, merekalah orang-orang yang jika membuat majelis, maka orang-orang yang hadir di dalamnya tidak akan kehausan.
[Tuhfatu Al-Dzakirin: 80]
Kemudian, apakah ada para salaf yang melakukannya? Jawabannya adalah ada sebagimana yang telah dijelaskan oleh Al Imam Al Hafidz Ibnu Abi 'Ashim (W 287 H) berikut:
وقد رأيت جماعة من أهل العلم وأهل الفضل إذا هم أخذهم أمر قصد إلى قبره فسلم عليه ودعا بحضرته وكان يعرف الإجابة وأخبرنا مشايخنا قديماً أنهم رأوا من كان قبلهم يفعله
Artinya: Aku melihat banyak ahli ilmu dan orang yang memiliki keutamaan, apa bila salah seorang diantara meraka bersedih oleh suatu urusan, maka ia akan datang ke makam tholhah bin ubaidillah, lalu mengucapkan salam kepadanya dan berdoa disana. Ia akan segera mengetahui permohonannya dikabulkan. Guru guru kami mengabarkan kepada kami dahulu tentang hal tersebut, bahwa mereka melihat orang orang sebelumnya juga melakukannya.
[Al Ahad Wa Al Matsaanii: 1/163]
Semua ini ada bukti yang tak terbantahkan bahwasanya kuburan orang Soleh memang memiliki daya mustajab dan klaim kuburan tidak memiliki daya mustajab adalah salah total.
C2. SANDARAN TEMPAT SEPERTI MASJID DAN WAKTU SAHUR.
Kemudian pada menit: 02:29 akun tersebut juga mengatakan;
"Kenapa beliau (Addzahabi) sejajarkan dengan masjid dan sahur? Ini bukan penyamaan hukum, tapi penyamaan kondisi psikologis, spiritual, tempat, waktu. Ini efek, Bro. Masjid itu lebih khusyuk. Sahur lebih hening, kuburan jadi bikin kita ingat mati. Musibah tunduk total. Semua ini membantu hadirnya hati, bukan menciptakan ijabah. Azzahabi tidak pernah mengatakan, "Carilah kuburan untuk berdoa".
Maka, kami menjawab; Al Imam Addzahabi mensejajarkan kemustajaban berdoa dikuburan para wali dan nabi dengan masjid dikarenakan masjid tempat yang diberkahi dan waktu sahur adalah waktu yang diberkahi pula. Sebagaimana yang sudah jelas dijelaskan oleh Al Imam Addzahabi tadi. Dan hal ini tidak menyampingkan apa apa yang berkaitan dengan masjid dan waktu sahur itu sendiri.
Al Imam Al Hafidz Addzahabi telah menyerupakan kuburan Ma'ruf Al Karkhi yang notabenenya adalah kuburan orang Soleh atau wali yang dengan waktu sahur, masjid dan sebagainya. Dengan ungkapan;
كَمَا أَنَّ الدُّعَاءَ فِي السَّحَرِ مَرْجُوٌّ وَدُبُرَ المَكْتُوْبَاتِ وَفِي المَسَاجِدِ.
Ini telah menunjukkan bahwasanya berdoa dikuburan memiliki kemungkinan besar kemustajaban karena kuburan mereka adalah tempat yang diberkahi.
Lalu bagaimana yang pernyataan Imam Addzahabi berikut ini;
والدعاء مستجاب عند قبور الأنبياء والأولياء ، وفي سائر البقاع ، لكن سبب الإجابة حضور الداعي ، وخشوعه وابتهاله ، وبلا ريب في البقعة المباركة ، وفي المسجد ، وفي السحر ، ونحو ذلك ، يتحصل ذلك للداعي كثيراً ، وكل مضطر فدعاؤه مجاب.
Artinya: Berdoa akan mustajab di sisi kubur para nabi, para wali di tempat tempat lainnya. Akan tetapi, sebab dimustajabkannya doa adalah kehadiran hati orang yang berdoa, kehusyu'an-nya dan berdoa dengan sepenuh hatinya. Dan tidak diragukan lagi seperti berdoa di tempat yang diberkahi, didalam masjid, di waktu sahur dan semisalnya. hal itu sering kali dilakukan oleh si pendoa. Dan setiap orang yang membutuhkan. Maka, doanya dikabulkan.
[Siyar 'Alam Annubala': 17/77]
Penjelasannya adalah;
Pertama yang mesti difahami adalah Al Imam Addzahabi tidak menafikan kuburan orang Soleh memiliki daya mustajab. Tidak seperti akun YouTube tersebut. Itulah poin utamanya.
Kedua, Al Imam Addzahabi menginformasikan bahwa salah satu sebab lainnya terkabulnya doa adalah khusyu', kerendahan hati, hadirnya hati, dan sebagainya. Dan disana beliau tidak mengingkari kemustajaban berdoa dikuburan orang Soleh seperti kuburannya para nabi dan orang Soleh.
Ketiga, Al Imam Addzahabi menghimbau agar orang yang sedang berdoa disana tidak bergantung dengan semata mata pada tempat mustajab saja. Sama halnya ketika berdoa dimasjid atau di waktu sahur. Waktu dan tempat tadi memang memiliki daya mustajab. Namun, sebaiknya hati dihadirkan juga disitu ketika berdoa agar lebih memustajabkan doa.
Keempat, Himpunan yang telah dikumpulkan oleh Al Imam Addzahabi mengenai informasi kuburan yang mustajab dan cara memustajabkan doa merupakan bukti nyata bahwasanya Al Imam Al Hafidz Addzahabi tidaklah mengingkari adanya daya kemustajaban dikuburan orang Soleh tersebut.
D. KESIMPULANNYA.
1. Klaim bahwasanya kuburan orang Soleh seperti kuburan para nabi, rasul dan wali tidak memiliki daya mustajab adalah salah total.
2. Al Imam Al Hafidz Addzahabi tidak mengingkari adanya kuburan yang memiliki daya mustajab. Sebagaimana hal ini telah banyak beliau cantumkan dalam kitabnya yaitu Siyar A'lam Annubala'.
3. Al Imam Al Hafidz Addzahabi juga telah menyamakan kedudukan kuburan orang Soleh dengan masjid dan waktu sahur. Karena, tempat dan waktu tersebut merupakan tempat dan waktu yang diberkahi sehingga berkemungkinan besar pengijabahan doa terkabul.
4. Semua ini tidak menyampingkan hal hal lainnya yang dapat memustajabkan doa. Seperti, pentingnya kehusyu'an orang berdoa, hadirnya hati, tunduk, mengagungkan Allah taala, memuji Allah dan sebagainya. Namun, hanya sekedar menyampaikan kebenaran bahwasanya disisi syariat Islam kuburan yang memiliki daya atau efek memustajabkan doa itu ada bukan tidak ada.
Selesai
© ID Cyber aswaja.
NB: Dilarang untuk merubah sumber yang telah diterbitkan tanpa adanya izin resmi dari tim ID Cyber aswaja dan penulis tanpa terkecuali.
.
.
.
.
.
#aswaja #sunni #wahhabi #salafi #sesat #manhajsalaf #ahlisunnah #kajiansunnah #dakwahislam #ngertiagama #mujassimah #wahhabiyyah #literasi #fyp