NU membagi tauhid jadi 3?
Mengcounter Wahabi NU Membagi Tauhid
Namun di NU ada penjelasan aspek-aspek tauhid untuk tujuan pemahaman (bukan pemisahan aqidah), seperti di gambar dari NU Online:
1. Tauhid al-Ahad → Allah Esa, Qadim, tidak serupa makhluk.
2. Tauhid al-Af‘al → Allah pencipta dan penguasa segala daya/kehendak.
3. Tauhid al-Ma‘iyyah → Allah bersama hamba-Nya (dengan ilmu, pengawasan, bukan menempati tempat).
Ini bukan “membagi Tuhan atau membagi aqidah menjadi 3 bagian terpisah” seperti narasi Wahabi, tetapi menjelaskan dimensi keyakinan yang semuanya satu aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Asy‘ari–Maturidi) yang dianut NU.
✅ Jadi benar: NU tidak memakai metode dikotomi 3 tauhid Wahabi, tetapi boleh menjelaskan aspek tauhid secara istilahi untuk memudahkan belajar, sebagaimana ulama Sunni juga lakukan dalam banyak kitab aqidah.
----
Berikut referensi kitab Ahlus Sunnah (Asy‘ari/Maturidi) yang menjelaskan aspek-aspek tauhid, bukan menjadikan 3 pemisahan aqidah seperti Wahabi, tapi sebagai penjabaran istilah ilmiah dalam satu keyakinan:
---
📚 Kitab rujukan Ahlus Sunnah (yang dipakai dalam tradisi NU)
1. Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah – Imam Abu Ja‘far Ath-Thahawi (mazhab salaf Sunni).
Menegaskan Allah Esa, bukan jism, tidak di tempat, tidak serupa makhluk.
Disyarah banyak ulama NU seperti Syaikh Nawawi Al-Bantani.
2. Syarah Al-Aqidah An-Nasafiyyah – Imam Sa‘duddin At-Taftazani (Maturidi).
Menjelaskan: Allah pencipta perbuatan (khaliqu af‘alil ‘ibad), kehendak makhluk di bawah kehendak Allah, ma‘iyyah Allah dengan ilmu.
Ini mirip istilah Tauhid al-Af‘al di gambar, tapi tidak disebut sebagai 3 tauhid aqidah.
3. Al-Ibanah ‘an Ushulid Diyanah – Imam Abul Hasan Al-Asy‘ari.
Penetapan sifat Allah tanpa tasybih (tanpa menyerupakan).
Menolak keyakinan Allah menempati arah/tempat.
4. Luma‘ul Adillah – Imam Al-Juwayni (Asy‘ari).
Menjabarkan ke-Esaan Allah dan bahwa Dia muqawwim lighairih (penegak segala selain-Nya), seperti istilah di gambar (Tauhid al-Ahad).
5. Al-Aqidah As-Sanusiyyah (Ummul Barahin) – Imam As-Sanusi.
Mengajarkan 20 sifat Allah sebagai metode pendidikan Aqidah Sunni.
Menjelaskan Allah ada tanpa tempat, tanpa arah, tanpa permulaan (qadim), dan perbuatan Allah mutlak.
6. Nihayatul Iqdam fi ‘Ilmil Kalam – Imam As-Saffar Al-Bukhari (Maturidi).
Menetapkan ma‘iyyah Allah dengan makhluk bukan secara hulul/ittihad, tetapi dengan ilmu dan qudrah-Nya.
7. Kifayatul ‘Awam – Syaikh Al-Fudhali.
Kitab aqidah ringkas yang sangat populer di pesantren NU.
Mengandung penjelasan Tauhid Dzat, Af‘al, dan Sifat sebagai istilah, bukan pembagian aqidah 3 seperti Salafi/Wahabi.
---
🔍 Inti poin penting
NU/Kitab Sunni Wahabi/Salafi
Menjabarkan aspek tauhid dalam satu aqidah Mengklaim tauhid terbagi 3 dan wajib dipisah sebagai manhaj aqidah
Allah Esa, tidak bertempat, tidak berarah Sering dipahami literal oleh pengikutnya sehingga mengarah ke isbat tempat/arah
Ma‘iyyah Allah = dengan ilmu & pengawasan Banyak pengikutnya memahaminya fisik/arah
Khaliqu af‘alil ‘ibad = Allah pencipta daya Disebut tauhid rububiyah terpisah dari uluhiyah
---
✅ Kesimpulan
NU tidak membagi tauhid 3 sebagai pondasi aqidah, karena aqidah NU sudah final:
Ahlus Sunnah wal Jama’ah ‘ala madzhab Asy‘ari–Maturidi, dengan pendidikan sifat 20, Allah Esa tanpa tempat, dan seluruh aspek tauhid adalah satu keyakinan, hanya istilah penjelasan dalam ilmu kalam.