Kisah 2 Orang Yang Saling Mendahului ke Surga
Dua orang dari Qudha’ah masuk Islam secara bersamaan. Islam keduanya sangat baik. Keduanya juga ikut dalam setiap jihad bersama Rasulullah Saw. Akhirnya salah satu dari keduanya gugur sebagai syahid di medan jihad. Sementara yang kedua meninggal setahun berikutnya. Bukan sebagai syahid, melainkan di atas kasur seperti orang kebanyakan.
Thalhah bin Ubaidullah, salah seorang sahabat Nabi Saw, bermimpi. Dalam mimpi itu ia seolah-olah berada di depan pintu surga. Ia melihat dua laki-laki dari Qudha’ah itu juga berada di sana. Tiba-tiba keluar sesosok dari dalam surga. Ia mempersilahkan laki-laki yang meninggal di atas kasur itu untuk masuk ke surga terlebih dahulu. Setelah itu baru ia mempersilahkan laki-laki yang syahid di medan jihad. Ketika sosok itu keluar lagi, ia berkata kepada Thalhah, “Engkau belum saatnya untuk masuk.”
Thalhah menceritakan mimpi itu pada kawan-kawannya. Mereka keheranan. Kenapa bisa orang yang meninggal secara biasa lebih dahulu masuk surga daripada orang yang syahid di medan jihad.
Karena penasaran, akhirnya mereka datang menemui Rasulullah Saw. Beliau bersabda: “Apa yang membuat kalian merasa heran? Bukankah orang yang kedua sudah hidup satu tahun lebih dari orang pertama? Bukankah dengan begitu ia telah melakukan shalat sekian (lebih banyak dari orang pertama), dan bukankah ia sudah mendapatkan bulan Ramadhan?” (HR. Ahmad)
***
Tak ada yang lebih membahagiakan selain diberikan kembali kesempatan untuk bertemu bulan Ramadhan… Itulah karunia Allah… dan hanya dengan karunia serta rahmat Allah seharusnya kita bergembira… Itu jauh lebih baik dari apa yang kita kumpul-kumpulkan… (QS. Yunus ayat 58)
اللهم بارك لنا في شعبان وبلغنا رمضان