Allah ada tanpa tempat
Allah Ada Tanpa Tempat
1️⃣ Dalil Al-Qur’an:
Allah tidak dibatasi ruang;
a) Allah ada sebelum ada tempat:
﴿هُوَ الْأَوَّلُ﴾
“Dia Yang Maha Awal” (QS. al-Hadid: 3).
Tempat (ruang, arah) adalah makhluk dan diciptakan oleh Allah. Jadi, Allah sudah ada sebelum adanya tempat, maka mustahil keberadaan - Nya bergantung pada tempat.
b) Tidak ada yang menyerupai Allah:
﴿لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ﴾
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya” (QS. asy-Syura: 11).
Sesuatu yang menempati tempat pasti menyerupai makhluk. Maka Allah tidak bertempat, tidak berarah, tidak berukuran, karena bukan makhluk.
2️⃣ Hadits shahih:
Allah ada sebelum ‘Arsy.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Allah ada dan tidak ada sesuatu pun selain-Nya.” (HR. Bukhari).
‘Arsy, langit, arah, ruang belum ada, maka Allah sudah ada tanpa tempat, dan tidak berubah setelah menciptakan tempat. Karena berubah, berpindah adalah sifat makhluk.
Kaidah ulama: Allah tidak berubah oleh/akibat makhluk-Nya.
3️⃣ Penjelasan rasional:
Jika Allah berada di atas
di bawah, di kanan/kiri, di dalam atau di luar alam, maka Allah memiliki arah, memiliki batas, membutuhkan ruang.
Semua itu sifat makhluk, bukan sifat Tuhan. Karena yang membutuhkan tempat adalah makhluk, bukan Khaliq.
4️⃣ Pernyataan ulama salaf & khalaf:
🔹 Imam Abu Hanifah : “Allah ada tanpa tempat… dan (keberadaan) Dia sekarang sebagaimana Dia sebelum menciptakan tempat.” (al-Fiqh al-Akbar).
🔹 Imam ath-Thahawi : “Allah tidak diliputi oleh enam arah seperti makhluk.” (Aqidah Thahawiyah)
🔹 Imam an-Nawawi : “Allah Mahasuci dari arah dan tempat.” (Syarh Shahih Muslim).
🔹 Imam al-Bayhaqi : "Menetapkan tempat bagi Allah adalah tasybih.”
5️⃣ Bagaimana memahami ayat “Allah di langit”?.
Contoh:
﴿أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ﴾
Ulama Ahlus Sunnah menjelaskan: “fis-sama’” bermakna al-‘uluww (keagungan & kekuasaan), bukan berarti Allah bertempat di langit.
Bahasa Arab:
“Sultan di istana” bukan berarti jasad sultan memenuhi gedung istana. Ini majas yang masyhur, bukan penetapan tempat.
6️⃣ Kesimpulan:
Allah ada tanpa tempat, tanpa arah, tanpa batas. Tempat adalah makhluk. Menetapkan tempat bagi Allah sama dengan menyerupakan Allah dengan makhluk.
Ahlus Sunnah:
menetapkan wujud Allah, dan
menetapkan sifat-Nya tanpa takyif, tanpa tasybih, tanpa tajsim.