Sahabat Pun Berdoa di Makam Nabi
Ngapain Berdoa Di kuburan, Berdoa Di Kuburan Perbuatan Syirik Karena Kuburan Bukan Tempat Berdoa
Ungkapan "Kuburan bukan tempat berdoa" ini ada benarnya karena memang sejatinya kuburan bukanlah tempat untuk berdoa.
Namun, ketika ada orang yang berdoa di kuburan apakah perbuatan ini langsung menjadi perbuatan Syirik?
Eits, tunggu dulu.
Sebelum tergopoh-gopoh memvonis berdoa di kuburan satu perbuatan kesyirikan, tolong baca pernyataan dan perbuatan dari Ulama Salaf berikut ini;
1) Usamah bin Zaid, berdoa di samping kamar Aisyah, tempat makam Nabi.
عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ قَالَ: رَأَيْتُ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ عِنْدَ حُجْرَةِ عَائِشَةَ يَدْعُوْ فَجَاءَ مَرْوَانُ فَأَسْمَعَهُ كَلامًا فَقَالَ أُسَامَةُ : أَمَا إِنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: إِنَّ اللَّهَ كَ يُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيْ.
رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ فِي الْكَبِيْرِ وَصَحَّحَهُ
الصِّيَاءُ الْمَقْدِسِيُّ فِي الْمُخْتَارَةِ. وَقَالَ الْحَافِظُ الْهَيْثَمِيُّ : رِجَالُهُ ثِقَاتُ).
"Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah berkata: "Aku melihat Usamah bin Zaid di samping kamar Aisyah berdoa. Lalu Marwan datang, dan mengeluarkan kata yang tidak menyenangkan. Lalu Usamah berkata: "Ingatlah, aku mendengar Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah membenci orang yang berbuat buruk dan berkata keji”.
Diriwayatkan oleh Imam at-Thabarani dalam al-Mu'jam al-Kabir (1/166),
dan dishahihkan oleh al-Hafizh Imam ad-Dhiya' al-Maqdisi dalam al-Mukhtarah (4/105).
Imam Al-Hafizh al-Haitsami berkata dalam Majma' al-Zawaid (8/64-65): "Para perawinya terpercaya".
2) Abdullah bin Umar, berdoa di samping makam Nabi.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ أَنَّهُ قَالَ: رَأَيْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ يَقِفُ عَلَى قَبْرِ النَّبِيِّ
ثُمَّ يُسَلِّمُ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَيَدْعُو ثُمَّ يَدْعُو لَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ
"Abdullah bin Dinar berkata: "Aku melihat Abdullah bin Umar
berhenti
di samping makam Nabi, lalu mengucapkan salam kepada Nabi dan berdoa,
lalu berdoa untuk Abu Bakar dan Umar "
Diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubra (5/245).
3) Anas bin Malik, berdoa di samping makam Nabi.
عَنْ مُنِيْبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: رَأَيْتُ أَنَسَ بْنِ مَالِكٍ أَتَى قَبْرَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَوَقَفَ فَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ افْتَتَحَ الصَّلاةَ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ انْصَرَفَ.
"Munib bin Abdullah bin Abi Umamah berkata: "Aku melihat Anas bin Malik mendatangi makam Nabi, lalu diam, lalu mengangkat kedua tangannya, sampai aku mengira bahwa ia akan menunaikan shalat. Lalu ia mengucapkan salam kepada Nabi, kemudian pergi.'
Diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman (3/491), dengan sanad yang hasan.
4) Bilal bin al-Harits al-Muzani, mendatangi makam Nabi dan beristighatsah dengan beliau.
عَنْ مَالِكِ الدَّارِ قَالَ أَصَابَ النَّاسَ قَحْطٌ فِي زَمَنِ عُمَرِ بْنِ الْخَطَّابِ فَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى قَبْرِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَارَسُوْلَ اللهِ اِسْتَسْقِ اللهَ لِأُمَّتِكَ فَإِنَّهُمْ قَدْ هَلَكُوْا فَأَتَاهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي الْمَنَامِ فَقَالَ اِيْتِ عُمَرَ فَأَقْرِعْهُ مِنِّي السَّلَامَ وَأَخْبِرْهُمْ إِنَّهُمْ مُسْقَوْنَ وَقُلْ لَهُ عَلَيْكَ بِالْكَيْسِ الْكَيْسِ فَأَتَى الرَّجُلُ فَأَخْبَرَ عُمَرَ فَقَالَ يَارَبِّ مَا آلُوْا إِلَّا مَا عَجَزْتُ عَنْهُ.
"Dari Malik al-Dar, bendahara pangan Khalifah Umar bin al-Khaththab, bahwa musim paceklik melanda kaum Muslimin pada masa Khalifah Umar. Maka seorang sahabat (yaitu Bilal bin al-Harits al-Muzani) mendatangi makam Rasulullah dan mengatakan: "Hai Rasulullah, mohonkanlah hujan kepada Allah untuk umatmu karena sungguh mereka benar-benar telah binasa". Kemudian orang ini bermimpi bertemu dengan Rasulullah dan beliau berkata kepadanya: "Sampaikan salamku kepada Umar dan beritahukan bahwa hujan akan turun untuk mereka, dan katakan kepadanya "bersungguh-sungguhlah melayani umat". Kemudian sahabat tersebut datang kepada Umar dan memberitahukan apa yang dilakukannya dan mimpi yang dialaminya. Lalu Umar menangis dan mengatakan: "Ya Allah, saya akan kerahkan semua upayaku kecuali yang aku tidak mampu".
Al-Hafizh Imam Ibnu Hajar menyebutkan dalam Fath al-Bari, bahwa laki- laki yang datang ke makam Nabi tersebut adalah sahabat Bilal bin al- Harits al-Muzani.
Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abi Syaibah, dalam al-Mushannaf (6/356 [32002]),
Imam al- Baihaqi, dalam Dalail al-Nubuwwah,
Imam Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq,
dan Imam al-Hafizh Ibnu Katsir, dalam al-Bidayah wa an-Nihayah (7/92), Jami' al-Masanid (1/233).
Imam Ibnu Katsir berkata, sanadnya jayyid (baik).
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam ibnu Abi Khaitsamah dalam al- Ishabah (3/484),
Imam al-Khalili dalam al-Irsyad (1/313), Imam Ibnu Abdil Barr dalam al-Isti'ab (2/464)
serta dishahihkan oleh al-Hafizh Imam Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari (2/495).
Apakah mungkin mereka semua yang telah kami sebutkan melakukan perbuatan syirik?
Sebarluaskan, biar pada paham.
#doa #berdoa #berdoadikuburan #ulama #ulamasalaf #generasisalaf #manhajsalaf #pengikutsalaf #imamsalaf #salafi #salafiwahabi #wahabi #syirik #musyrik #perbuatansyirik #perbuatanmusyrik
#hukumberdoa #hukumberdoadikuburan #maqamnabi #makamnabi #nabi #kuburannabi #okdislami