Jenis Setan di Masjid
::::: Macam-Macam Setan di Masjid :::::
Emang ada setan di masjid? Jelas ada. Setan betulannya ada, manusia tapi kelakuan ngalah-ngalahi setan juga ada.
Salah satu model kelakuan setan ya orang yang tiap hari mengurus masjid, tapi tega menuduh mencuri kotak amal, menganiaya bersama-sama sampai meninggal seorang mahasiswa yatim bernama Arjuna, di salah satu masjid di Sibolga itu. Geram sekali hati ini, kok segitu teganya.
Tapi macam-macam setan disini bukan pocong, tuyul, genderuwo, kuntilanak. Itu bukan setan, tapi HANTU bintang film pemeran film horor di Indonesia.
::: 1. Setan dan Hantu; Dua Hal yang Berbeda :::
Di Indonesia, sering kali orang menyamakan setan dengan hantu. Padahal dalam istilah Arab, keduanya berbeda.
• Setan (الشيطان) adalah makhluk yang durhaka — baik dari kalangan jin maupun manusia — yang tugasnya menggoda dan menyesatkan manusia.
• Hantu (الشبح) biasanya digunakan untuk menyebut sosok yang menampakkan diri dan menakut-nakuti, istilah budaya yang tidak identik dengan iblis atau setan dalam Islam.
Menurut Saya, sepertinya kita jangan lagi menormalisasi penggunaan nama SETAN untuk para artis film horor itu. Karena , ada masalah akidah yang tergerus, tentang kepercayaan kehidupan setelah kematian, tentang pengetahuan alam ghaib, tentang setelah meninggal orang jadi pocong, jadi roh jahat gentayangan. Biar tidak campur aduk antara alam ruh, alam jin dan SETAN ini.
Biar kita juga tidak menciptakan generasi yang takut hantu, tapi takut berteman dengan setan, takut berkelakuan seperti setan.
Macam-macam setan di masjid disini maksudnya adalah jin yang menganggu orang-orang yang sedang shalat, sehingga tidak khusyu’.
::: 2. Macam-Macam Gangguan Setan Saat Shalat :::
a. Setan Khanzab: Pengganggu Bacaan Shalat
Dalam hadis shahih, disebutkan satu nama spesifik tentang nama setan itu, namanya adalah Khanzab. Sebagaimana hadis berikut ini:
Hadis:
عن عُثْمَانَ بْنَ أَبِي الْعَاصِ، أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَ صَلَاتِي وَقِرَاءَتِي يَلْبِسُهَا عَلَيَّ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْهُ، وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا». (صحيح مسلم (4/ 1728)
Terjemahan:
Utsman bin Abi al-‘Ash berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalangiku antara diriku dan shalatku serta bacaanku, ia mengacaukannya.”
Beliau bersabda, “Itu adalah setan yang disebut Khanzab. Jika engkau merasakannya, berlindunglah kepada Allah darinya dan ludahlah ringan ke arah kiri sebanyak tiga kali.” (HR. Muslim)
Penjelasan:
Khanzab adalah jenis setan yang membuat seseorang sulit fokus dalam shalat — tiba-tiba teringat hal lain, lupa ayat, atau memikirkan urusan dunia. Nabi ﷺ memberi resep: ta’awwudz (membaca isti‘adzah) dan meludah kecil ke kiri tiga kali sebagai bentuk penolakan simbolik terhadap gangguan gaib itu.
b. Setan yang Meniup Bokong Sehingga Membuat Ragu Wudhu
Ada juga lho model setan yang menggangu shalat dengan meniup-niup bagian belakang seseorang. Sampai orang yang shalat itu merasa waswas, sebagaimana hadis:
Hadis:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْتِي أَحَدَكُمْ فَيَنْقُرُ عِنْدَ عِجَازِهِ فَلَا يَخْرُجَنَّ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا أَوْ يَفْعَلَ ذَلِكَ مُتَعَمِّدًا ". (السنن الكبرى للبيهقي (2/ 361)
Terjemahan:
“Sesungguhnya setan datang kepada salah seorang di antara kalian, lalu meniup di dekat bokongnya. Maka janganlah ia membatalkan shalatnya sampai benar-benar mendengar suara atau mencium bau (kentut).”
Penjelasan:
Setan ingin membuat kita was-was, seolah wudhu batal padahal tidak. Islam mengajarkan kepastian: jangan membatalkan wudhu kecuali dengan bukti nyata. Ini pendidikan logis agar tidak terjerumus ke dalam keraguan yang berlebihan.
c. Setan yang Masuk di Antara Shaf
Ada pula model setan yang masuk-masuk ke barisan shalat. Sebagaimana hadis:
Hadis:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «رُصُّوا صُفُوفَكُمْ وَقَارِبُوا بَيْنَهَا وَحَاذُوا بِالْأَعْنَاقِ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَرَى الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ مِنْ خَلَلِ الصَّفِّ كَأَنَّهَا الْحَذَفُ». (سنن أبي داود (1/ 179)
Terjemahan:
“Luruskan dan rapatkanlah shaf kalian. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku melihat setan masuk di antara celah shaf seperti anak kambing kecil.”
Penjelasan:
Celah di antara jamaah menjadi “ruang” bagi setan untuk mengganggu kekompakan dan kekhusyukan shalat berjamaah. Lurus dan rapatnya shaf bukan hanya masalah kerapian fisik, tapi simbol kesatuan hati dan cara lepas dari gangguan setan.
d. Setan yang Membuat Lupa Jumlah Rakaat
Meski namanya tak disebutkan siapa, tapi ada setan yang mengingatkan banyak hal ketika shalat. Ada aja ide ketemu ketika shalat. Kadang barang yang dicari-cari lama tak ketemu, teringat dimana meletakkannya ketika shalat. Sebagaimana hadis:
Hadis:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِذَا نُودِيَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ، فَإِذَا قُضِيَ أَقْبَلَ، فَإِذَا ثُوِّبَ بِهَا أَدْبَرَ، فَإِذَا قُضِيَ أَقْبَلَ، حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الإِنْسَانِ وَقَلْبِهِ، فَيَقُولُ: اذْكُرْ كَذَا وَكَذَا، حَتَّى لاَ يَدْرِيَ أَثَلاَثًا صَلَّى أَمْ أَرْبَعًا، فَإِذَا لَمْ يَدْرِ ثَلاَثًا صَلَّى أَوْ أَرْبَعًا، سَجَدَ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ". (صحيح البخاري (4/ 124) صحيح مسلم (1/ 398)
Terjemahan:
“Apabila adzan dikumandangkan, setan lari sambil kentut agar tidak mendengar adzan. Ketika adzan selesai, ia kembali hingga membisikkan kepada seseorang dalam shalatnya, ‘Ingat ini, ingat itu,’ sampai orang itu lupa sudah berapa rakaat ia shalat.”
Penjelasan:
Gangguan ini bersifat psikologis, setan memanfaatkan pikiran bawah sadar manusia agar lalai dan tidak khusyuk. Nabi ﷺ mengajarkan solusinya: bila lupa, lakukan sujud sahwi.
e. Nabi Pernah Diganggu Ifrit
Apalagi kita, sekelas Nabi saja pernah diganggu ketika beliau sedang shalat. Tapi yang menganggu tidak lagi level ecek-ecek. Setan yang menggangu Nabi levelnya Ifrit, bahkan pernah pula Iblis. Dalam hadis disebutkan:
Hadis:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِنَّ عِفْرِيتًا مِنَ الجِنِّ تَفَلَّتَ عَلَيَّ البَارِحَةَ - أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا - لِيَقْطَعَ عَلَيَّ الصَّلاَةَ، فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَرْبِطَهُ إِلَى سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي المَسْجِدِ حَتَّى تُصْبِحُوا وَتَنْظُرُوا إِلَيْهِ كُلُّكُمْ، فَذَكَرْتُ قَوْلَ أَخِي سُلَيْمَانَ: رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لاَ يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي "، قَالَ رَوْحٌ: «فَرَدَّهُ خَاسِئًا». (صحيح البخاري (1/ 99)
Terjemahan:
“Suatu malam, seekor Ifrit dari jin datang hendak menggangguku dalam shalat. Allah memberiku kekuatan untuk menaklukkannya, dan aku ingin mengikatnya di salah satu tiang masjid agar kalian semua bisa melihatnya. Tetapi aku teringat doa saudaraku Sulaiman... maka aku melepaskannya.”
Penjelasan:
Bahkan Nabi ﷺ pernah diganggu oleh jin Ifrit yang sangat kuat. Namun beliau tidak takut, karena beliau tahu bahwa setan tidak memiliki kuasa atas orang yang beriman dan berlindung kepada Allah.
f. Nabi Pernah Diganggu Iblis
Pernah pula sampai Nabi melakukan suatu gerakan mengulurkan tangannya seolah sedang meraih sesuatu, itu karena diganggu oleh Iblis. Sebagaimana hadis:
Hadis:
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، قَالَ: قَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعْنَاهُ يَقُولُ: «أَعُوذُ بِاللهِ مِنْكَ» ثُمَّ قَالَ «أَلْعَنُكَ بِلَعْنَةِ اللهِ» ثَلَاثًا، وَبَسَطَ يَدَهُ كَأَنَّهُ يَتَنَاوَلُ شَيْئًا، فَلَمَّا فَرَغَ مِنَ الصَّلَاةِ قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ قَدْ سَمِعْنَاكَ تَقُولُ فِي الصَّلَاةِ شَيْئًا لَمْ نَسْمَعْكَ تَقُولُهُ قَبْلَ ذَلِكَ، وَرَأَيْنَاكَ بَسَطْتَ يَدَكَ، قَالَ: "إِنَّ عَدُوَّ اللهِ إِبْلِيسَ، جَاءَ بِشِهَابٍ مِنْ نَارٍ لِيَجْعَلَهُ فِي وَجْهِي، فَقُلْتُ: أَعُوذُ بِاللهِ مِنْكَ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ قُلْتُ: أَلْعَنُكَ بِلَعْنَةِ اللهِ التَّامَّةِ، فَلَمْ يَسْتَأْخِرْ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ أَرَدْتُ أَخْذَهُ، وَاللهِ لَوْلَا دَعْوَةُ أَخِينَا سُلَيْمَانَ لَأَصْبَحَ مُوثَقًا يَلْعَبُ بِهِ وِلْدَانُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ. (صحيح مسلم، (1/ 385)
Terjemahan:
Dari Abu Darda’ ra. berkata: Rasulullah ﷺ berdiri (dalam salat), lalu kami mendengarnya berkata: “Aku berlindung kepada Allah darimu.” Kemudian beliau berkata: “Aku melaknatmu dengan laknat Allah,” tiga kali.
Beliau mengulurkan tangannya seolah sedang meraih sesuatu. Ketika selesai salat, kami berkata: “Wahai Rasulullah, kami mendengar engkau mengatakan sesuatu dalam salat yang belum pernah kami dengar sebelumnya, dan kami melihat engkau mengulurkan tanganmu.”
Beliau bersabda: “Sesungguhnya musuh Allah, Iblis, datang membawa nyala api untuk dilemparkan ke wajahku. Maka aku berkata, ‘Aku berlindung kepada Allah darimu,’ tiga kali, lalu aku berkata, ‘Aku melaknatmu dengan laknat Allah yang sempurna,’ tiga kali, namun ia tidak mundur.
Lalu aku hendak menangkapnya. Demi Allah, kalau bukan karena doa saudaraku Sulaiman (‘alaihis-salam), niscaya ia sudah terikat, dan anak-anak Madinah akan bermain dengannya.” (HR. Muslim)
Penjelasan:
Hadis ini menunjukkan bahwa iblis dapat menampakkan diri secara nyata, bahkan mencoba menyakiti Nabi ﷺ ketika beliau sedang salat. Ketika Iblis datang membawa “syihāb” (nyala api), Nabi segera memohon perlindungan kepada Allah dan melaknatnya.
Beliau hendak mengikatnya agar manusia bisa melihat bahwa makhluk itu benar-benar ada. Nabi Muhammad ﷺ menghormati hak kekuasaan atas jin yang khusus diberikan kepada Nabi Sulaiman.
“Anak-anak Madinah akan bermain dengannya” adalah ungkapan untuk menggambarkan betapa rendah dan lemahnya Iblis jika Nabi ﷺ mau, namun beliau menahan diri demi adab terhadap Nabi sebelumnya.
Kalo antum sedang shalat malam, kok ada yang menggangu seperti ada yang ikut shalat di belakang, atau pas bilang “wa la adh-dhalin” terus ada yang jawab amin, jangan buru-buru menuduh setan. Bisa jadi itu jin yang mau makmum antum. Hee
Nah, kalo antum pernah diganggu apa? Jin, setan, hantu atau makhluk yang halus-halus?