Pengorbanan Tulus dari Sang Pecinta
PENGORBANAN TULUS DARI SANG PENGAGUM
"Aku tidak pernah melihat suatu kaum yang sangat mencintai sahabatnya melebihi para sahabat Muhammad" Abu Sufyan.
Kecintaan para sahabat kepada Nabi Muhammad Saw adalah kecintaan yang tidak ada duanya. Mereka mencintai beliau melebihi kecintaan kepada orang-orang yang mereka kasihi dan sayangi. Pun, dengan kesetiaan mereka. Tidak ada seorang pun yang memiliki pengikut sesetia para sahabat.
Inilah pengakuan Abu Sufyan, yang kata-katanya diabadikan oleh Ibnul Jauzi dalam Shifat Ash-Shafwah (1/249).
Zaid bin Datsinah bin Mu'awiyah pernah mengikuti perang Uhud, sedangkan ia sedang ditahan dalam perang Ar-Raji' bersama Hubaib bin 'Adi. Lalu keduanya dijauhkan dari Quraisy, lalu dibunuh di Mekah.
Orang yang membeli Zaid adalah Shafwan bin Umayyah, lalu ia membunuhnya bersama ayahnya. Setelah peristiwa tersebut, sekelompok orang Quraisy hadir dan di antara mereka terdapat Abu Sufyan. Lalu seseorang berkata, "Ya Zaid, aku bersumpah atas nama Allah, bagaimana jika engkau sekarang berada bersama keluargamu dengan syarat Muhammad menggantikan tempatmu?”
Zaid pun berkata, "Demi Allah, aku sama sekali tidak ingin jika Muhammad terkena duri di rumahnya sedangkan aku duduk bersama keluargaku"
Abu Sufyan kemudian berkata, "Sama sekali aku tidak pernah melihat suatu kaum yang sangat mencintai sahabatnya melebihi para sahabat Muhammad?”
Shafwan telah menugaskan salah satu hamba sahayanya bernama Nisthas untuk membunuh Zaid, ia menikam tubuh Zaid dengan lembing sehingga menemui syahidnya. Sebelum ajal menjemputnya, ia sempat berkata, "Ya Allah, sampaikan salamku kepada Rasulullah SAW….!".
Ucapan salam itu hingga terdengar oleh Rasulullah SAW yang berada di Madinah setelah mendapat kabar dari malaikat Jibril. Rasulullah SAW lalu membalas salam itu sembari memberi informasi kepada sahabat-sahabat lainnya tentang kabar pembunuhan Zaid dan Khubaib oleh kaum kafir Quraisy. Masya Allah.