HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer
Pertanyaan

Khilafah

Jawaban:

 Runtuhnya Khilafah Islam (1909–1924 M) dan setelah khilafah Islam runtuh, kemana arah umat islam?

“Kalau umat Islam hari ini ingin bangkit, mereka harus tahu bagaimana dulu mereka jatuh.”


Teman-teman, setelah Sultan Abdulhamid II digulingkan tahun 1909 M,

hilanglah satu-satunya pemimpin yang masih memiliki ruh Islam dan wawasan global.


Yang naik menggantikan bukan lagi para khalifah sejati,

tetapi boneka-boneka politik yang dikendalikan oleh kelompok sekuler dan intel Barat.


---


⚙️ Turki Muda dan Awal Sekularisasi


Setelah Abdulhamid II diturunkan, kekuasaan dipegang oleh kelompok “Ittihad wa Taraqqi” (Komite Persatuan dan Kemajuan),

yang dipimpin oleh Enver Pasha, Talat Pasha, dan Cemal Pasha.


Mereka menyebut diri mereka “Turki Muda”,

dan mengklaim ingin “memodernkan negara”.


Tapi “modernisasi” yang mereka maksud bukan berlandaskan Islam.

Mereka membuang Al-Qur’an dari pemerintahan,

menghapus peran ulama,

dan mengganti syariat dengan hukum Eropa.


Dr. Muhammad Ali ash-Shallabi menulis:


> “Turki Muda adalah anak-anak yang kehilangan bapak spiritualnya.

Mereka ingin berlari cepat, tapi tidak tahu ke mana arah yang benar.”

(At-Tārīkh al-Islāmī, Juz 10)


---


💣 Perang Dunia I: Ketika Utsmani Dijebak


Tahun 1914 M, meletuslah Perang Dunia I.

Turki — di bawah pemerintahan sekuler — memilih berpihak kepada Jerman.


Padahal, Sultan Abdulhamid II dulu selalu menolak perang,

karena tahu bahwa itu perang antara bangsa kafir untuk memperebutkan dunia,

dan umat Islam akan dijadikan korbannya.


Benar saja.

Seluruh wilayah Utsmani dijadikan medan perang:


Mesir diduduki Inggris,


Suriah dan Hijaz diserang,


Irak dijarah minyaknya,


Palestina dikhianati oleh Perjanjian Balfour (1917).


Sementara di dalam negeri, muncul pengkhianatan terbesar dari orang yang seharusnya saudara:


> Syarif Husain bin Ali dari Makkah —

yang atas bujukan Inggris, memimpin “Pemberontakan Arab” melawan khalifahnya sendiri.


Inilah saat darah umat Islam ditumpahkan oleh tangan sesama Islam, karena tipu daya Barat.

Sebagaimana Allah berfirman:


> “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan yang jelas.”

(QS. Āli ‘Imrān: 105)


---


🏴 Kekalahan dan Penghinaan


Tahun 1918 M, Utsmani kalah total.

Pasukan Inggris dan Prancis masuk ke Istanbul.

Khilafah yang dulu menguasai tiga benua,

kini tidak lagi punya kekuatan bahkan untuk melindungi ibukotanya sendiri.


Perjanjian Sèvres (1920) memecah belah seluruh wilayah Islam:


Mesir, Sudan, dan Hijaz lepas,


Suriah dan Lebanon diambil Prancis,


Irak dan Palestina dijajah Inggris,


Anatolia (Turki) hendak dibagi-bagi oleh sekutu.


Dan di tengah reruntuhan itu,

bangkitlah satu sosok baru — Mustafa Kemal —

yang membawa janji kemerdekaan, tapi dengan harga yang mahal:

menghapus Islam dari negara.


---


⚔️ Mustafa Kemal dan Penghapusan Khilafah


Pada awalnya, rakyat mengira Mustafa Kemal akan menyelamatkan Islam.

Ia berjuang melawan penjajah Yunani dan sekutu,

membela bangsa Turki dengan semangat nasionalisme.


Tapi setelah menang dan menjadi pahlawan,

wajah aslinya tampak.

Ia menghapus lembaga khilafah,

mengganti hukum syariah dengan hukum Swiss,

melarang adzan dengan bahasa Arab,

menutup madrasah,

dan mengganti tulisan Arab menjadi huruf Latin.


Pada 3 Maret 1924 M (27 Rajab 1342 H),

Majelis Nasional Turki mengumumkan secara resmi:


> “Khilafah Islam telah dibubarkan.”


Sultan terakhir, Abdulmecid II, diasingkan keluar negeri.

Dan sejak hari itu,

bendera tauhid yang sudah berkibar selama lebih dari 1.300 tahun

turun dari istana Dolmabahçe.


---


🥀 Dunia Islam Tanpa Khalifah


Pasca 1924, dunia Islam seperti tubuh tanpa kepala.

Negeri-negeri Islam dijajah satu per satu:


Mesir di bawah Inggris,


India dijajah,


Indonesia di bawah Belanda,


Syam dan Palestina hancur oleh Prancis dan Inggris,


Namun, di balik kehancuran itu, Allah masih menyisakan sisa-sisa ruh perjuangan.


Di Mesir, muncul Hasan al-Banna yang mendirikan Ikhwanul Muslimin (1928).

Di Indonesia, muncul Haji Agus Salim, HOS Tjokroaminoto, dan para pejuang Islam.

Di India, bangkit Abul A’la al-Maududi dengan pemikiran sistem Islam.


Semua membawa pesan yang sama:


> “Khilafah boleh runtuh, tapi Islam tidak akan pernah mati.”


---


🔥 Pelajaran dari Runtuhnya Khilafah


mari kita tegaskan :


> “Khilafah bukan soal masa lalu, tapi tentang masa depan yang Allah janjikan.”


Khilafah runtuh bukan karena Islam lemah,

tapi karena umat Islam meninggalkan Islam.


Bukan karena Barat hebat,

tapi karena kita berhenti yakin pada wahyu dan lebih percaya pada ide-ide manusia.


Dr. Muhammad Ali ash-Shallabi menulis dengan pedih:


> “Utsmaniyyah tidak kalah di medan perang.

Ia kalah ketika masjid-masjid kosong dan Al-Qur’an tidak lagi jadi pedoman.”

(At-Tārīkh al-Islāmī, Juz 10)


Namun Allah telah berjanji:


> “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal saleh,

bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi,

sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.”

(QS. An-Nūr: 55)


Runtuhnya khilafah bukan akhir.

Ia adalah ujian kesadaran bagi umat ini,

agar bangkit bukan karena nostalgia,

tetapi karena iman dan amal saleh.


---


Setelah Khilafah Runtuh, Ke Mana Arah Umat Islam?


Ketika Khilafah Utsmaniyyah resmi dihapus pada 3 Maret 1924, bukan hanya satu negara yang jatuh.

Yang runtuh adalah ikatan persaudaraan seluruh umat Islam di bumi.


Dulu, dari Maroko sampai Indonesia, kita disatukan oleh satu kalimat:


> “Lā ilāha illā Allāh, Muhammadur Rasūlullāh.”

Dan dipimpin oleh satu khalifah, satu kiblat, satu ruh perjuangan.


Namun setelah khilafah jatuh, dunia Islam seperti kepingan kaca yang pecah.

Masing-masing pecahan jadi “negara bangsa”, berbendera sendiri,

dan mulai mengenal kata-kata asing: nasionalisme, sekularisme, demokrasi, sosialisme.


---


⚠️ Umat Islam Mulai Terbelah


> “Ketika Allah dihapus dari kehidupan, maka manusia akan saling menuhankan dirinya sendiri.”


Itulah yang terjadi setelah 1924.

Setiap negeri Islam meniru Eropa:


Sistem pendidikan Barat menggantikan madrasah,


Undang-undang Eropa menggantikan syariah,


Pakaian Barat menggantikan busana Islam,


Dan bahkan cara berpikir pun berubah — dari ukhuwah islamiyyah (persaudaraan iman) menjadi kebanggaan lokal.


Dr. Abul Hasan an-Nadwi menulis:


> “Setelah Islam kehilangan kepemimpinan, umat ini kehilangan arah.

Mereka punya teknologi, tapi tidak punya ruh.

Mereka punya negara, tapi tidak punya misi.”

(Mādzā Khasira al-‘Ālam bi Inhithāth al-Muslimīn)


---


🔥 Namun Cahaya Tak Pernah Padam


Meski khilafah runtuh, Islam tidak pernah benar-benar hilang.

Di berbagai penjuru dunia, muncul gerakan kebangkitan spiritual dan intelektual.


🌙 Di Mesir, muncul Hasan al-Banna (1928) yang berkata:


> “Islam bukan sekadar ibadah,

tapi sistem hidup yang mengatur manusia dari buaian sampai liang lahat.”


🌙 Di India, muncul Abul A’la al-Maududi,

yang menulis gagasan sistem politik Islam secara ilmiah, membuka kembali pandangan umat.


🌙 Di Indonesia, muncul HOS Tjokroaminoto, Haji Agus Salim, Ahmad Dahlan, Hasan Basri,

yang membawa ruh Islam ke dalam perjuangan kemerdekaan.


🌙 Di Hijaz (Arab Saudi), muncul semangat kembali kepada tauhid dan syariat.


Dan kini, di abad ke-21, kebangkitan itu semakin nyata —

bukan karena politik dulu, tapi karena kesadaran akidah dan ilmu.


---


🧭 Kebangkitan Itu Dimulai dari Diri Sendiri


> “Kita tidak perlu menunggu khalifah untuk taat kepada Allah.

Tapi ketaatan kita kepada Allah lah yang akan melahirkan khalifah.”


Ini poin penting :


Khilafah bukan sekadar sistem politik.

Ia adalah buah dari keimanan yang hidup di dalam hati umat.


Kalau kita masih menipu, masih malas, masih takut untuk berkata benar,

maka belum pantas Allah berikan amanah besar itu lagi.


Rasulullah ﷺ bersabda:


> “Kalian akan berada dalam masa kenabian selama Allah menghendaki.

Lalu Allah akan mengangkatnya.

Kemudian datang masa khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah (berdasarkan manhaj kenabian)...”

(HR. Ahmad, hasan)


Hadis ini bukan sekadar harapan.

Ia adalah janji Allah dan Rasul-Nya.

Tapi untuk mencapainya, kita harus kembali ke iman, ilmu, dan amal.


---


🌍 Pelajaran untuk Umat Islam Masa Kini


Saudaraku…

Runtuhnya khilafah adalah peringatan keras dari Allah,

bahwa Islam tidak akan tegak kalau ditinggalkan.


Tapi kebangkitan Islam juga sudah tampak di depan mata:


Generasi muda kembali bangga dengan jilbab dan sunnah,


Pemuda-pemuda Muslim belajar sejarah,


Ekonomi syariah tumbuh,


Teknologi dan dakwah Islam menyebar melalui media digital,


Dan umat mulai sadar: musuh mereka bukan sesama Muslim, tapi sistem yang menjauhkan dari Allah.


Inilah zaman kebangkitan kesadaran,

yang menjadi pondasi sebelum kebangkitan peradaban.


---


🕌 Indonesia dan Jejak Khilafah


Di negeri kita, Indonesia, meski khilafah sudah tiada secara politik,

namun ruh Islam tetap hidup.

Dari pesantren, ormas, lembaga zakat, hingga gerakan sosial,

semua menjadi bagian dari perjuangan menegakkan kembali nilai-nilai Islam:

keadilan, kejujuran, dan persaudaraan.


> “Kalau mau Islam berjaya di negeri ini,

jangan mulai dari politik, tapi dari diri sendiri.

Jadilah pribadi yang taat, amanah, disiplin, dan berilmu.

Itulah kader peradaban.”


---


✊ Penutup: Dari Reruntuhan Menuju Kebangkitan


Khilafah boleh runtuh,

tapi rasa cinta kepada Islam tidak pernah padam.


Dulu, kita punya satu khalifah yang memimpin.

Sekarang, kita punya jutaan Muslim yang sadar dan ingin berjuang.


Dan siapa tahu, dari kesadaran itulah, Allah akan memilih satu generasi untuk menegakkan janji-Nya kembali.


> “Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi itu,

dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi bumi.”

(QS. Al-Qashash: 5)


📚 Sumber-Sumber Timur Tengah dan Dunia Islam


1. Dr. Muhammad Ali ash-Shallabi, At-Tārīkh al-Islāmī: ad-Daulah al-‘Utsmaniyyah, Juz 10.


2. Ahmad Shalabi, Mawsu‘at at-Tārīkh al-Islāmī wa al-Hadārah al-Islāmiyyah.


3. Shakir al-Khatib, Tarikh ad-Daulah al-‘Utsmāniyyah.


4. Ali Muhammad ash-Shalabi, Dirāsāt fī Tārīkh al-‘Utsmāniyyīn.


5. Abdulrahman al-Shadadi, Abdulhamid ats-Tsani: al-Khalifah al-Mazlūm.


6. Muhammad Farid Bek, Tārīkh ad-Daulah al-‘Utsmāniyyah min al-Nasy’ah ilā al-Inhidām.


7. Abul Hasan an-Nadwi, Mādzā Khasira al-‘Ālam bi Inhithāth al-Muslimīn.


#story #ottoman #empire #sultan #utsmani #terakhir 


#savegaza

#freepalestina

#bebaskanpalestina

Aqidah (70) Arbain (8) Distribusi (1) Fiqih (134) Hadist (35) Jenazah (4) Khotbah (3) Kisah Hikmah (20) Kisah Teladan (6) Kutipan (307) Pajak (5) Pasar (5) Pendidikan Islam (19) Penjualan (3) Pernikahan (7) Puasa (14) Qurban (1) Ramadhan (11) Segmentasi (1) Shalat (19) Soal Ekonomi (8) Soal PKn (5) Syubhat (5) Tafsir (5) Thaharah (1) Uraian (2) Zakat (1)