Air Mustakmal dan Air Mutlak
Air Musta'mal vs. Air Mutlak
Air musta'mal sederhananya adalah air bekas menghilangkan hadats, statusnya suci tapi tidak bisa menyucikan, sehingga tidak bisa digunakan untuk bersuci.
Air mutlak sederhananya adalah cairan yang disebut 'air' tanpa memerlukan keterangan tambahan yang mengikat, statusnya suci menyucikan sehingga bisa digunakan untuk bersuci.
Ketika air musta'mal jatuh mengenai air mutlak, maka air mutlak tidak akan menjadi air musta'mal. air mutlak tetap pada kondisi dan statusnya semula.
kapan air musta'mal dapat mengubah status air mutlak?
Perubahan status air mutlak ditentukan oleh dua hal: jumlah (kuantitas) dan perubahan.
1. Jika kuantitas air mutlak banyak (2 Kulah atau lebih), maka air musta'mal yang jatuh mengenainya tidak akan memengaruhi apapun.
2. Jika kuantitas air mutlak sedikit, maka jika kadar air musta'mal yang masuk sangat banyak sehingga mengubah sifatnya*, air mutlak tersebut berubah status menjadi air mutagayyir, suci tapi tidak menyucikan.
*Perubahan sifat dalam kasus ini adalah perubahan yang bersifat hipotesis (taqdiri), yaitu dimana perubahan tidak terlihat kasat mata tetapi dapat diperkirakan. Caranya dengan mengandaikan air musta'mal yang masuk itu memiliki sifat yang berbeda dengan air mutlak (anggap saja jus apel). Jika dengan kadar yang sama jus apel hipotetis itu menyebabkan perubahan yang signifikan, maka air mutlak tersebut dihukumi telah kehilangan daya menyucikannya, alias telah menjadi air mutagayyir. Wallahu a'lam