Wahabi Berdusta atas Nama Imam Suyuti tentang Maulid Nabi
🔰 WAHHABI BERDUSTA ATAS NAMA IMAM ASSUYUTI MENGENAI MAULID NABI.
Oleh: M. Rofiannur Al Hamaamuh, SN DH.
A. PEMBUKAAN.
1. Tulisan yang ada didalam postingan dan poster kelompok wahhabisme tadi bukanlah fatwa yang sebenarnya dari Imam Jalaluddin Assuyuti. Disana Imam Assuyuti hanya mengutipkan saja yaitu mengutipkan fatwanya Imam Al Fakihani Al Maliki.
2. Al Imam Jalaluddin Assuyuti sudah menginformasikan kepada para pembaca kitab Al Hawi Lil Fatawi-nya pada bab maulid. Bahwasanya beliau akan mengkritisi fatwa Imam Al Fakihani satu persatu yakni huruf demi hurufnya.
3. Diakhir fatwanya Imam Al Fakihani, beliau memang membawakan fatwa Al Imam Abu 'Amar bin Al Ala' dan fatwa itulah yang yang juga dikutipkan oleh Al Imam Jalaluddin dengan tujuan untuk mengkritisinya bukan dengan maksud untuk mendukungnya.
4. Imam Jalaluddin Assuyuti ketika sudah tuntas mengutipkan fatwa imam Al Fakihani dengan tujuan untuk mengkritisinya huruf demi huruf. Imam Jalaluddin Assuyuti mengatakan; "هذا جميع ما أورده الفاكهاني في كتابه المذكور"; inilah semua hal yang diutarakan oleh Al Fakihani didalam kitabnya tersebut.
5. Ungkapan diatas adalah bukti nyata bahwa tulisan yang ada dalam poster Wahhabi tadi bukanlah fatwa imam Assuyuti tapi fatwanya imam Al Fakihani yang akan beliau kritisi.
B. PEMBUKTIAN; UNGKAPAN AWAL IMAM ASSUYUTI.
Sebelum mengkritisi fatwa Imam Al Fakihani. Al Imam Jalaluddin Assuyuti Assyafi'i (W 911 H) sudah menginformasikan bahwa kita dengan ungkapan;
وقد ادعى الشيخ تاج الدين عمر بن علي اللخمي السكندري المشهور بالفاكهاني من متأخري المالكية أن عمل المولد بدعة مذمومة وألف في ذلك كتاباً سماه المورد في الكلام على عمل المولد وأنا أسوقه هنا برمته وأتكلم عليه حرفاً حرفاً.
Artinya: Syaikh Tajuddin Umar bin Ali Al Lakhmi Assakandari yang lebih dikenal dengan Al Fakihani merupakan salah satu ulama Muta'akhirin Malikiyyah mengklaim bahwasanya pelaksanaan maulid adalah bid'ah yang tercela. Dia membuat sebuah kitab yang dia beri nama Al Maurid Fii Kalam Alaa Al Maulid dan akan aku mengungkapnya disini dan akan aku komentari huruf demi huruf atas klaimnya itu.
[Al Hawi Lil Fatawi Lissuyuti: 1/182]
Setelah mengatakan seperti itu, Imam Assuyuti menuliskan secara utuh fatwa Imam Al Fakihani yang ada didalam kitabnya yaitu Al Maurid. Barulah kemudian beliau mengkritisinya satu persatu termasuk ungkapan dalam poster Wahhabi tadi.
C. PEMBUKTIAN; UNGKAPAN AKHIR IMAM ASSUYUTI.
Setelah menuliskan fatwa utuh dari Imam Al Fakihani yang ada didalam kitabnya. Al Imam Jalaluddin Assuyuti (W 911 H) mengatakan;
ولقد أحسن الإمام أبو عمرو بن العلاء حيث يقول : لا يزال الناس بخير ما تعجب من العجب، هذا مع أن الشهر الذي ولد فيه - وهو ربيع الأول - هو بعينه الشهر الذي توفي فيه، فليس الفرح فيه بأولى من الحزن فيه. وهذا ما علينا أن نقول ومن الله تعالى نرجو حسن القبول .
هذا جميع ما أورده الفاكهاني في كتابه المذكور
Artinya: Ini semua adalah apa apa yang diutarakan oleh Al Fakihani didalam kitabnya tersebut.
[Al Hawi Lil Fatawi: 1/184]
Jadi, sudah jelas ya?! bahwasanya yang berhujjah dengan fatwa Abu Amar bin Al Ala' itu bukanlah Imam Assuyuti tapi Al Imam Al Fakihani. Imam Assuyuti hanya mengutipkan saja karena ada tujuan untuk mengkritisinya bukan malah diklaim sebagai pendapat pribadi Imam Assuyuti.
Berikut adalah bantahan atau bidasan dari Imam Assuyuti atas fatwanya Imam Abu Amar bin Al Ala' yang dijadikan hujjah oleh Al Imam Al Fakihani.
D. FATWA AKHIR IMAM AL FAKIHANI DALAM KITABNYA.
ولقد أحسن الإمام أبو عمرو بن العلاء رحمه الله تعالى حيث يقول: لا يزال الناس بخير ما تُعجب من العجب وهذا مع أن الشهر الذي ولد فيه صلى الله عليه وسلم فهو ربيع الأول فهو بعينه الشهر الذي توفي فيه صلى الله عليه وسلم، فليس الفرح فيه بأولى من الحزن فيه. وهذا ما علينا أن نقول، ومن الله تعالى نرجو محسن القبول، وهو حسبنا ونعم الوكيل، ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم. والحمد لله رب العالمين، وصلاته على سيدنا محمد خاتم النبيين، دائما إلى يوم الدين
Artinya: Sungguh betapa bagusnya pernyataan al-Imam Abu ‘Amr bin al-Alla’ rahimahullah: Masyarakat akan senantiasa dalam kebaikan, selama mereka masih merasa terheran Mengingat Rabiul awal yang merupakan bulan kelahiran Nabi juga merupakan bulan wafatnya beliau. Berarti bergembira di bulan ini karena kelahiran beliau, tidak lebih istimewa daripada bersedih karena wafatnya beliau. Dan inilah pendapat kami. Dan hanya kepada Allah kami berharap diterimanya amal......
[Al Murid Fii Kalam 'Alaa Amal Al Maulid: 19]
E. BANTAHAN DARI IMAM ASSUYUTI.
Ciri khas fatwa Imam Al Fakihani di akhir kitabnya adalah sebagaimana berikut ini adalah tidak menyarankan berbahagia di bulan wafatnya nabi.
وقوله مع أن الشهر الذي ولد فيه إلى آخره جوابه أن يقال أولاً : أن ولادته أعظم النعم علينا ووفاته أعظم المصائب لنا، والشريعة حثت على إظهار شكر النعم والصبر والسكون والكتم عند المصائب، وقد أمر الشرع بالعقيقة عند الولادة وهي إظهار شكر وفرح بالمولود ولم يأمر عند الموت بذبح ولا بغيره بل نهى عن النياحة وإظهار الجزع، فدلت قواعد الشريعة على أنه يحسن في هذا الشهر إظهار الفرح بولادته دون إظهار الحزن فيه بوفاته
Artinya: Perkataan al Fakihani yang berbunyi: “Padahal bulan dimana Rasulullah Saw dilahirkan, yaitu bulan Rabiul Awal, adalah bulan dimana Rasulullah wafat sampai akhir. Jawabnya: Sesungguhnya kelahiran Nabi Muhammad Saw adalah nikmat yang paling agung bagi kita, dan wafat beliau adalah musibah terbesar bagi kita. Agama telah mendorong untuk menampakkan karunia nikmat, dan mendorong untuk bersabar dan merahasiakan musibah. Syariat telah memerintahkan untuk melakukan aqiqah ketika kelahiran dan ini adalah bagian dari menampakkan rasa syukur dan bahagia atas kelahiran anak. Dan agama tidak memerintahkan menyembelih hewan atau lainnya saat kematian, bahkan melarang meratapi mayat dan menampakkan kesedihan. Maka kaidah-kaidah agama menunjukkan bahwa di bulan ini dinilai baik untuk menampakkan rasa senang dengan kelahiran Nabi Muhammad Saw, bukan menampakkan kesedihan di bulan tersebut dengan wafatnya beliau.
[Al Hawi Lil Fatawi Lissuyuti: 1/185]
Kesimpulannya adalah:
1. Tulisan yang ada didalam poster Wahhabi tadi bukanlah fatwa dari Imam Assuyuti. Melainkan, fatwa Imam Al Fakihani seorang ulama yang bermadzhab Maliki generasi Muta'akhirin.
2. Maksud serta tujuan Al Imam Jalaluddin Assuyuti (W 911 H) menuliskan fatwanya Imam Al Fakihani didalam kitabnya Al Hawi Lil Fatawi adalah untuk mengkritisi fatwa fatwanya saja.
3. Al Imam Jalaluddin Assuyuti sudah mengomentari tulisan dalam gambar wahhabisme tadi.
4. Kami sarankan kepada seluruh wahhabisme agar lebih cermat dan teliti lagi dalam mengutip fatwa ulama. Agar tidak menjadi kedustaan atas nama mereka.
5. Al Imam Jalaluddin Assuyuti adalah ulama yang mendukung perayaan maulid nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wa Sallam dan tidak ditemukan beliau selaras dengan klaim klaim para wahhabisme tentang maulid nabi ini.
Selesai
© ID Cyber aswaja.
NB: Dilarang untuk merubah sumber yang telah diterbitkan tanpa adanya izin resmi dari tim ID Cyber aswaja dan penulis tanpa terkecuali.
.
.
.
#maulid #rabiulawal #aswaja #sunni #wahhabi #salafi #sesat #manhajsalaf #ahlisunnah #kajiansunnah #dakwahislam #ngertiagama #mujassimah #wahhabiyyah