Sejarah Maulid Nabi di Mekah dan Madinah
🔰 SEJARAH MAULID NABI MUHAMMAD DI MAKKAH DAN MADINAH SEBELUM DIJAJAH KELOMPOK WAHHABIYYAH.
Oleh: M. Rofiannur Al Hamaamuh, SN, DH.
A. PEMBUKAAN.
Sebelum kelompok Wahhabiyyah menyerbu kota Makkah dan Madinah. Para penduduk disana sudah lama menyelenggarakan tradisi yang mulia yaitu perayaan Maulid Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wa Sallam. Fakta yang tak terbantahkan ini bisa kita cek didalam kitab kitab sejarah kota Makkah dan Madinah. Banyak sekali para sejarawan Islam yang menyaksikan langsung perayaan maulid nabi Muhammad disana yang dilakukan oleh para penduduknya.
Sehingga, jika dikatakan bahwasanya dikota Makkah dan Madinah tidak pernah ada yang merayakan maulid nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wa Sallam. Maka, sudah dipastikan bahwasanya orang tersebut tidak pernah membaca sejarah.
Berikut adalah pernyataan yang dinyatakan oleh para sejarawan Islam mengenai perayaan maulid nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wa Sallam di kota Makkah sebelum dijajah oleh kelompok Wahhabiyyah.
B. PEMBUKTIAN.
Al Imam Ibnu Jubair (W 540 H) mengatakan:
يفتح هذا الموضع المبارك فيدخله الناس كافةً متبركين به في شهر ربيع الأول ويوم الاثنين منه، لأنه كان شهر مولد النبي صلى الله عليه وسلم، وفي اليوم المذكور الذي ولد فيه النبي صلى الله عليه وسلم، تفتح المواضع المقدسة المذكورة كلها. وهو يوم مشهود بمكة دائماً..”
Artinya: Tempat yang diberkahi ini dibuka (maksudnya kediaman nabi). Kemudian, semua orang masuk untuk bertabaruk dengannya pada Bulan Rabiul Awwal, pada Hari Senin di bulan itu. Karena, saat itu merupakan bulan kelahiran Nabi. Pada hari yang disebutkan bahwa Nabi dilahirkan di dalamnya. Semua tempat tempat suci tersebut dibuka, hari ini senantiasa menjadi hari besar di Makkah.
[Rihlah Ibnu Jubair: 82]
Jadi, dimasa awal adanya maulid nabi di kota Makkah. Kediaman nabi dan tempat yang diyakini sebagai tempat lahir nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wa Sallam. Tempat itu senantiasa dibuka untuk umum pada bulan maulid. Agar para penziarah dapat bertabarruk disana.
Al Imam Ibnul Jauzi Al Hanbali (W 597 H) mengatakan:
لازال أهل الحرمين الشريفين ومصر واليمن والشام وسائر بلاد العرب من المشرق والمغرب يحتفلون بمجلس مولد النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ ويفرحون بقدوم هلال ربيع الأول ويلبسون الثياب الفاخرة ويتزينون بأنواع الزينة ويتطيبون ويكتحلون ويأتون بالسرور في هذه الأيام ويبذلون على الناس بما كان عندهم ويهتمون اهتماما بليغا على سماع قراءة مولد النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ وينالون بذلك أجرا جزيلا وفوزا عظيما.
Artinya: Tiada henti hentinya para penduduk Haramain (Makkah dan madinah) yang mulia, juga Mesir, Yaman, Syam dan sebagian negara negara arab dari timur dan barat mereka merayakan majlis maulid nabi Sallahu Alaihi Wasallam, mereka berbahagia dengan masuknya bulan Rabiul Awal, mereka mengenakan pakaian yang mewah, mereka berhias dengan berbagai macam keindahan, mereka berwangi-wangian, mereka bercelak, mereka menampakkan kegembiraan dihari ini (maulid), mereka rela mengorbankan apa apa yang mereka miliki kepada masyarakat lainnya, mereka bersemangat dengan ketika mendengarkan pembacaan kisah maulid nabi Sallahu Alaihi Wasallam dan mereka mendapatkan pahala yang besar dan keberuntungan yang agung.
[Miilad Annabawi Libnil Jauzi Al Hanbali: 70/71]
Al Imam Abul Abbas Al 'Azafi (W 633 H) mengatakan:
إن يوم المولد النبوي كان يتخذ عطلة عامة بمكة المكرمة، وتفتح فيه الكعبة المشرفة ليؤمها الزوار
Artinya: Sesungguhnya hari kelahiran nabi telah dijadikan sebagai hari libur secara umum di Kota Makkah Al-Mukarramah. Di hari itu Ka'bah yang mulia dibuka agar dikunjungi para peziarah.
[Waraqat Li Muhammad Al Manuni: 518]
Al Imam Ibnu Bathutoh (W 779 H) mengatakan:
وباب الكعبة المعظمة في الصفح الذي بين الحجر الأسود والركن العراقي .. ويفتح الباب الكريم في كل يوم جمعة بعد الصلاة ويفتح في يوم مولد النبي صلى الله عليه وسلم
Artinya: Pintu Ka'bah yang diagungkan itu berada di sisi antara Hajar Aswad dan Rukun Iraqi. Dan pintu yang mulia itu dibuka setiap hari Jumat setelah shalat, dan dibuka pula pada hari Kelahiran Nabi Sallahu Alaihi Wa Sallam.
[Rihlah Ibnu Bathutoh: 1/78]
Al Imam Ibnul Jaziri (W 833 H) mengatakan:
وكان مولده صلى الله عليه وسلم بالشعب وهو مكان معروف متواتر عند أهل مكة، يخرج أهل مكة كل عام يوم المولد ويحتفلون بذلك أعظم من احتفالهم بيوم العيد، وذلك إلى يومنا هذا.
وقد زرته وتبركت به عام حجتي سنة اثنين وتسعين وسبعمئة، ورأيت من بركته عظيما، ثم كررت زيارته في مجاورتي سنة ثلاث وعشرين وثمانمئة، وكان قد تهدم فرممته، وقرئ علي كتابي "التعريف بالمولد الشريف علي وسمعه خلق لا يحصون وكان يوما مشهودا
Artinya: Tempat kelahiran nabi berada di Syi’ib, itu merupakan tempat yang sudah terkenal luas di kalangan penduduk Makkah. Penduduk Makkah setiap tahun di hari lahirnya Nabi keluar dan merayakannya lebih meriah dari hari raya. Ini terjadi sampai saat ini.
Aku telah menziarahinya dan mengambil berkah di tahun ketika aku naik haji yaitu tahun 792 H, dan aku melihat keberkahannya yang agung. Kemudian aku kembali menziarahinya di masa mukimku pada tahun 823 H, dan bangunan itu telah rusak, kemudian aku perbaiki. Kitabku ‘At-Ta’rif Bimaulidis Syarif’ dibacakan di hadapanku, dan didengar oleh banyak orang yang tak terhitung, itu adalah hari yang sangat istimewa.
['Arfu Atta'riif Bil Maulid Assyarif: 23]
Al Imam Syamsudin Assakhawi (W 902 H) mengatakan:
وأما أهل مکة معدن الخير والبرکة فيتوجهون إلى المکان المتواتر بين الناس أنه محل مولده، وهو في "سوق الليل" رجاء بلوغ کل منهم بذلک المقصد، ويزيد اهتمامهم به على يوم العيد حتى قلَّ أن يتخلف عنه أحد من صالح وطالح، ومقل وسعيد سيما "الشريف صاحب الحجاز.
Artinya: Para penduduk Makkah merupakan sumber kebaikan dan keberkahan, Mereka pergi menuju tempat yang sudah tersiar luas kabarnya di antara orang-orang bahwa itu merupakan tempat kelahiran Nabi, yaitu di ‘Suqul Lail’. Setiap dari mereka memiliki harapan meraih hajat yang diinginkan. Perhatian mereka melebihi Hari Raya, sehingga hanya sedikit saja yang tidak ikut baik dari kalangan orang yang saleh maupun yang tidak saleh, orang miskin maupun yang makmur, terlebih Syarif Penguasa Hijaz.
[Maurid Arrawi Lil Qari: 77]
Al Imam Jamaludin Muhammad Al Makhzumi (W 986 H) mengatakan:
وجرت العادة بمكة في ليلة الاثنين عشر من ربيع الأول في كل عام أن قاضي مكة الشافعي يتهيأ لزيارة هذا المحل الشريف بعد صلاة المغرب في جمع عظيم منهم الثلاثة القضاة، وأكثر الأعيان من الفقهاء والفضلاء وذوي البيوت بفوانيس كثيرة، وشموع عظيمة، وزحامٍ عظيمٍ..."
Artinya: Tradisi yang berlaku di Makkah di malam ke dua belas Rabiul Awal setiap tahun yaitu bahwa Qadhi Makkah As-Syafii bersiap untuk menziarahi tempat mulia ini setelah shalat Maghrib dalam perkumpulan besar termasuk di dalamnya tiga orang qodhi, para tokoh fiqih, dan pembesar, dan pemilik rumah dengan membawa banyak obor, lilin besar serta kerumunan orang banyak.
[Al Jami' Al Lathif: 201]
Al Imam Qathbuddin Annahrawali Al Hanafi (W 988 H) mengatakan:
يزار مولد النبي صلى الله عليه وآله وسلم المکاني في الليلة الثانية عشر من شهر ربيع الأول في کل عام، فيجتمع الفقهاء والأعيان على نظام المسجد الحرام والقضاة الأربعة بمکة المشرفة بعد صلاة المغرب بالشموع الکثيرة والمفرقعات والفوانيس والمشاعل، وجميع المشائخ مع طوائفهم بالأعلام الکثيرة ويخرجون من المسجد إلى سوق الليل ويمشون فيه إلى محل المولد الشريف بازدحامٍ
Artinya: Tempat kelahiran Nabi dikunjungi pada malam ke dua belas Rabiul Awal setiap tahun. Para tokoh fiqih dan pembesar berkumpul bersama pengurus masjidil haram dan empat qodhi Makkah Al-Musyarrafah setelah shalat Maghrib dengan membawa banyak lilin, petasan, obor, dan lampu. Semua masyayikh bersama dengan rombongannya dengan banyak panji, mereka keluar menuju masjid ke Suqul Lail dan berjalan di sana menuju tempat kelahiran Nabi dengan berdesakan.
[Al 'Ilam Bi Al 'Alam: 355-356]
Al Imam Al Muhaddist Syah Addahlawi Al Hanafi (W 1114 H) mengatakan:
وکنت قبل ذلك بمکة المعظمة في مولد النبي صلى الله عليه وآله وسلم في يوم ولادته، والناس يصلون على النبي صلى الله عليه وآله وسلم ويذکرون إرهاصاته التي ظهرت في ولادته ومشاهده قبل بعثته
Artinya: Sebelum itu, Aku berada di Makkah yang agung di tempat kelahiran Nabi pada hari kelahirannya. Orang-orang bershalawat kepada Nabi dan menceritakan irhasyat (keajaiban sebelum Nabi diutus) yang nampak saat kelahiran beliau, serta peristiwa-peristiwa sebelum Beliau diutus.
[Fuyudul Haramain: 80-81 - Adurrul Maknun: 46]
Gambaran Perayaan Maulid Di Makkah Disebutkan dalam Media Cetak Al-Qiblah Rabiul Awwal Tahun 1335 H (Abad ke 14)
وفي بيت المولد الشريف تليت المناقب النبوية والسيرة الأحمدية فكان الخشوع آخذا بالألباب لحرمة ذلك المقام وشرف ذلك اليوم بين الأيام. ..
Artinya: Di rumah tempat lahir Beliau yang mulia, dibacakan manaqib Nabi dan sejarah Ahmad. Kekhusyuan menguasai hati karena kemuliaan peristiwa itu dan kemuliaan hari itu dibandingkan hari hari lain.
Kesimpulannya adalah bahwasanya sebelum kelompok Wahhabiyyah menjajah kota Makkah dan Madinah. Penduduk disana senantiasa melakukan maulid nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wa Sallam disetiap tahunya tepatnya saat memasuki bulan Rabiul awal. Meskipun cara yang di aplikasi kan berbeda beda. Adakalanya hanya membaca sirah nabi, membuat jamuan makanan, sedekah dan lain sebagainya.
Dan semua data ini sudah mematahkan asumsi Wahhabi yang konon katanya mereka berucap; "tidak pernah ada maulid nabi di kota Makkah dan Madinah". Dan jika kedua kota itu menjadi patokan kebenaran. Maka, silahkan anda cari sendiri dimedia massa akan ketidaksesuaian yang diklaim para wahhabisme dengan fatka dilapangan.
Selesai
© ID Cyber aswaja.
NB: Dilarang untuk merubah sumber yang telah diterbitkan tanpa adanya izin resmi dari tim ID Cyber aswaja dan penulis tanpa terkecuali.
.
.
.
.
.
#maulid #makkah #madinah #kabah #sunni #aswaja #wahhabi #salafi #fyp #islam
Sumber: https://www.facebook.com/share/1LY12Qk4rB/