Biografi Sahabat Ibnu Mas'ud
BIOGRAFI ABDULLAH BIN MAS'UD DAN PERANNYA DALAM SIRAH NABAWIYAH
Abdullah bin Mas'ud adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang paling terkemuka, terutama dalam bidang Al-Qur'an dan fikih. Beliau dikenal karena perawakannya yang kecil, namun memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah dan Rasul-Nya. Beliau adalah salah satu dari golongan As-Sabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama kali memeluk Islam) dan menjadi guru besar bagi banyak ulama setelahnya.
Masa Kecil dan Awal Keislaman
Abdullah bin Mas'ud dilahirkan di Mekkah. Beliau adalah seorang penggembala yang bekerja untuk salah satu tokoh Quraisy. Suatu hari, Nabi Muhammad ﷺ dan Abu Bakar Ash-Shiddiq mendatanginya. Mereka meminta susu dari kambing yang digembalakannya. Karena kambing itu bukan miliknya, Abdullah bin Mas'ud menolak dengan santun.
Nabi ﷺ meminta Abdullah membawakan satu ekor kambing muda berukuran sedang yang masih belum pernah melahirkan dan belum bisa diambil susunya, kemudian mengusap kambing yang belum pernah bunting tersebut, dan kambing itu pun mengeluarkan susu. Kejadian ini membuat Abdullah bin Mas'ud terheran-heran. Ia akhirnya memeluk Islam tak lama setelah itu.
Beliau menjadi pelayan yang banyak membantu keperluan Nabi ﷺ dan banyak menghabiskan waktu bersama beliau. Abdullah bin Mas'ud sangat tekun dalam belajar Islam langsung dari sumbernya. Ia dikenal memiliki kecerdasan yang tajam, ingatan yang kuat, dan pemahaman yang mendalam.
Peran Penting dalam Sirah Nabawiyah
Peran Abdullah bin Mas'ud dalam Sirah Nabawiyah sangatlah monumental, meskipun bukan sebagai panglima perang yang terkenal.
* Orang Pertama yang Berani Membaca Al-Qur'an di Depan Kaum Kafir Quraisy: Abdullah bin Mas'ud adalah orang pertama yang membacakan Al-Qur'an secara lantang di hadapan kaum kafir Quraisy di Mekkah, tepatnya di sisi Ka'bah. Tindakan ini sangat berisiko, dan ia pun akhirnya dipukuli banyak orang. Namun, keberaniannya menunjukkan betapa besar kecintaannya pada Al-Qur'an dan kesiapannya untuk berkorban di jalan Allah.
* Periwayat Hadis dan Guru Besar Al-Qur'an: Abdullah bin Mas'ud adalah salah satu sahabat yang paling mendalami Al-Qur'an. Nabi Muhammad ﷺ sendiri bersabda tentangnya, "Barang siapa yang ingin membaca Al-Qur'an sebagaimana diturunkan, hendaklah ia membacanya seperti bacaan Ibnu Ummi Abd (nama kunyah dari Abdullah bin Mas'ud)."
* Keterlibatan dalam Peperangan: Abdullah bin Mas'ud turut serta dalam banyak peperangan bersama Nabi Muhammad ﷺ, termasuk Perang Badar. Dalam pertempuran ini, ia memainkan peran penting dengan membunuh Abu Jahal, pemimpin kaum musyrikin yang sangat memusuhi Islam. Saat menemukan Abu Jahal yang terluka parah, Abdullah bin Mas'ud memastikan kematiannya, sebuah tindakan yang mengakhiri salah satu penentang Islam terbesar.
* Kedekatan dengan Nabi ﷺ: Abdullah bin Mas'ud sangat dekat dengan Nabi Muhammad ﷺ. Beliau sering masuk ke rumah Nabi ﷺ dan menjadi pelayan pribadi yang setia, sehingga banyak mengetahui rahasia dan ajaran yang tidak diketahui oleh sahabat lainnya.
Peran Setelah Wafatnya Nabi ﷺ
Setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ, Abdullah bin Mas'ud menjadi ulama besar dan rujukan bagi umat Islam.
* Guru di Kufah: Atas perintah Khalifah Umar bin Al-Khattab, Abdullah bin Mas'ud diutus ke Kufah (Irak) untuk menjadi guru dan hakim. Di sana, beliau mendirikan madrasah yang menjadi pusat ilmu pengetahuan. Murid-muridnya, yang dikenal sebagai ulama Kufah, kemudian menjadi ahli fikih terkemuka.
* Memiliki Pandangan Fikih yang Kuat: Abdullah bin Mas'ud dikenal dengan pemikiran fikihnya yang tajam dan terkadang berbeda dengan sahabat lain, namun tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah. Beliau sangat berhati-hati dalam memberikan fatwa dan selalu mengingatkan pentingnya beramal sesuai ilmu.
Abdullah bin Mas'ud wafat di Madinah pada tahun 32 H dan dimakamkan di pemakaman Baqi'.
Kesimpulan
Abdullah bin Mas'ud adalah contoh sempurna dari seorang yang mengandalkan kecerdasan dan ilmu, bukan kekuasaan atau kekuatan fisik. Meskipun fisiknya kecil, keberaniannya dalam membacakan Al-Qur'an di depan kaum kafir Mekkah dan keberhasilannya membunuh Abu Jahal menunjukkan betapa besar jiwa ksatria yang dimilikinya. Perannya sebagai guru dan ulama yang berdedikasi menjadikannya salah satu pilar ilmu dalam sejarah Islam yang warisannya masih dapat dirasakan hingga hari ini.
Sahabatmu Asepssuryadi
#Sirahnabawiyah #Sirahsahabat #Sahabat #Nabi #Muhammad #Rasulullah #Kisahislami #Kisahinspirasi