Kata Lapar dalam Al-Qur’an
Kata "Lapar" dalam Al-Qur'an
Al-Qur'an menyebut kata lapar dengan kosakata yang berbeda-beda. Masing-masing memiliki tingkatan keadaan yang berbeda. Berikut adalah kata "lapar" yang disebut di Al-Qur'an:
1. Al-Ju‘ (الجوع)
Tingkatan lapar yang ringan, semisal belum makan beberapa jam. Diantaranya disebutkan sebagai berikut:
الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ
"Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan." (QS. Al-Qurays: 4)
2. Al-Khashashah (الخصاصة)
Lapar yang berlangsung selama beberapa minggu. Dalam kesehariannya sedikit makan sehingga rasa lapar ini terus berlangsung hingga beberapa minggu. Ini adalah gambaran kekurangan (kefaqiran/kemiskinan) yang terus menerus.
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالإيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ
"Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhaj irin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)". (QS. Al-Hasyr: 9)
3. Al-Makhmashah (المخمصة)
Lapar yang menyebabkan tulang menonjol karena daging tubuh banyak berkurang. Raut wajah berubah pucat saking laparnya. Ini adalah gambaran lapar berat yang mulai menyebabkan kerusakan fisik dan penurunan kondisi tubuh.
فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ ...
"...Barang siapa terpaksa karena kelaparan dan dia tidak ingin berbuat dosa (yaitu makan yang haram), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Konteks ayat menyebutkan bahwa kelaparan yang berat ini menjadikan bolehnya makan yang haram karena terpaksa, untuk mempertahankan kehidupan.
4. Al-Masghabah (المسغبة)
Lapar yang disertai pingsan kemudian siuman, pingsan lagi dst. Tubuh mengalami kelelahan berat. Menjelang kematian, sebagian orang mengalami rasa lapar jenis ini. Ini adalah lapar paling ekstrem dimana tubuh sudah tidak kuat lagi menahannya. Ini sudah dekat dengan gerbang kematian jika tidak diselamatkan.
أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ
"Atau memberi makan pada hari kelaparan." QS. Al-Balad: 14)
Wallahu a'lam
SS
Wates, 6 Agustus 2025