Ukuran Tuhan menurut Mujassimah
Ukuran Tuhan Menurut Mujassimah
Mereka berselisih pendapat mengenai ukuran Tuhan setelah mereka menganggap bahwa Tuhan adalah suatu jism (benda/jasad).
Sebagian dari mereka berkata:
Tuhan adalah jasad, Dia berada di setiap tempat, meliputi seluruh tempat, dan bahkan melampaui semua tempat. Meskipun begitu, Dia terbatas; hanya saja ukuran-Nya lebih besar dari ukuran alam semesta karena Dia lebih besar dari segala sesuatu.
Sebagian berkata:
Ukuran-Nya sama dengan ukuran alam semesta.
Sebagian lain berkata:
Bahwa Tuhan adalah jasad yang memiliki ukuran secara spasial (dalam ruang).
Ada juga yang berkata:
Dia berada dalam “ukuran terbaik”; dan ukuran terbaik adalah yang tidak terlalu besar dan kasar, dan tidak pula terlalu kecil dan hina.
Disebutkan dari Hisyam bin al-Hakam bahwa ukuran terbaik adalah:
tujuh jengkal dengan jengkal-Nya sendiri.
Sebagian lagi berkata:
Ukuran Tuhan tidak memiliki batas akhir maupun tujuan; Dia menjalar ke enam arah: kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah.
Mereka berkata:
Dan sesuatu yang seperti itu tidak bisa disebut sebagai jasad, tidak panjang, tidak lebar, tidak dalam, tidak punya batas, tidak punya bentuk, dan tidak memiliki poros.
Sebagian kelompok mengatakan bahwa:
Tuhan mereka adalah ruang kosong (al-fadā’), yaitu jasad yang dapat diisi oleh segala sesuatu, dan Dia tidak memiliki batas maupun akhir.
Sebagian lainnya berkata:
Dia adalah ruang kosong, tetapi bukan jasad, dan segala sesuatu berdiri di atas-Nya.
Dāwūd al-Juwāribī dan Muqātil bin Sulaimān berkata bahwa:
Allah adalah jasad, berupa tubuh dalam rupa manusia: daging, darah, rambut, dan tulang. Ia memiliki anggota tubuh seperti tangan, kaki, lidah, kepala, dan dua mata. Namun, meskipun demikian, Ia tidak serupa dengan yang lain, dan tidak ada yang menyerupai-Nya.
Disebutkan bahwa al-Juwāribī berkata:
Bagian dari mulut sampai ke dada adalah kosong (berongga), sementara selain itu padat.
Banyak orang berkata:
Dia adalah zat padat (tidak berongga), dan mereka menafsirkan firman Allah: {Ash-Shamad} [QS al-Ikhlāsh: 2] sebagai ‘zat padat yang tidak berongga’.
Hisyam bin Sālim al-Jawāliqī berkata bahwa:
Allah berada dalam rupa manusia, tetapi Ia bukan daging dan darah. Ia adalah cahaya yang terang benderang dan bersinar putih. Ia memiliki lima pancaindra sebagaimana manusia: pendengaran berbeda dari penglihatan, begitu pula seluruh indra lainnya. Ia memiliki tangan, kaki, telinga, mata, hidung, mulut, dan rambut ikal berwarna hitam.
Sebagian orang yang berkata bahwa Tuhan memiliki rupa, justru menolak bahwa Tuhan adalah jasad.
Dan sebagian yang berkata bahwa Tuhan adalah jasad, justru menolak bahwa Tuhan memiliki rupa.
Sumber: Maqolatul Islamiyyin, Abul Hasan Al Asy’ari, halaman 167.
Teks Asli:
قال الإمام أبو الحسن الأشعري في كتابه "مقالات الإسلاميين":
اختلاف المجسة في مقدار البارئ - تعالى عن ذلك
واختلفوا في مقدار البارئ بعد أن جعلوه جسماً.
فقال قائلون: هو جسم وهو في كل مكان وفاضل عن جميع الأماكن وهو مع ذلك متناه غير أن مساحته أكثر من مساحة العالم لأنه أكبر من كل شيء.
وقال بعضهم: مساحته على قدر العالم.
وقال بعضهم: أن البارئ جسم له مقدار في المساحة وقال بعضهم: هو في أحسن الأقدار وأحسن الأقدار أن يكون ليس بالعظيم الجافي ولا القليل القميء.
وحكي عن هشام بن الحكم أن أحسن الأقدار: أن يكون سبعة أشبار بشبر نفسه.
وقال بعضهم: ليس لمساحة البارئ نهاية ولا غاية وأنه ذاهب في الجهات الست اليمين والشمال والأمام والخلف والفوق والتحت.
قالوا: وما كان كذلك لا يقع عليه اسم جسم ولا طويل ولا عريض ولا عميق وليس بذي حدود ولا هيئة ولا قطب.
وقال قوم أن معبودهم هو الفضاء وهو جسم تحل الأشياء فيه ليس بذي غاية ولا نهاية.
وقال بعضهم: هو الفضاء وليس بجسم والأشياء قائمة به.
وقال داود الجواربي ومقاتل بن سليمان أن الله جسم وأنه جثة على صورة الإنسان لحم وذم وشعر وعظم له جوارح وأعضاء من يد ورجل ولسان ورأس وعينين وهو مع هذا لا يشبه غيره ولا يشبهه. وحكي عن الجواربي أنه كان يقول: أجوف من فيه إلى صدره ومصمت ما سوى ذلك.
وكثير من الناس يقولون: هو مصمت ويتأولون قول الله: {الصَّمَدُ} [الإخلاص: ٢] المصمت الذي ليس بأجوف.
وقال هشام بن سالم الجواليقي: أن الله على صورة الإنسان وأنكر أن يكون لحماً ودماً وأنه نور ساطع يتلألأ بياضاً وأنه ذو حواس خمس كحواس الإنسان سمعه غير بصره وكذلك سائر حواسه له يد ورجل وأذن وعين وأنف وفم وأن له وفرة سوداء١.
وممن قال بالصورة من ينكر أن يكون البارئ جسماً.
وممن قال بالتجسيم من ينكر أن يكون البارئ صورة.