Kisah Laba-Laba di Gua Hira
Benarkah kisah tentang laba-laba yang membuat rumah di mulut gua saat Rasulullah hijrah?
Beritahukan kepada mereka bahwa kisah laba-laba telah disebutkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dalam Musnad Sayyiduna Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan disebutkan juga oleh Imam Ath-Thabarani (wafat tahun 260 H) rahimahullah dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, dan juga disebutkan oleh ’Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf, serta oleh sejumlah ahli hadits lainnya.
• Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menukil kisah ini dalam Fathul Bari dan menyatakan bahwa sanadnya hasan (baik).
• Sebelumnya, Ibnu Katsir rahimahullah juga telah menyatakan hal serupa. Setelah menyebut para perawi dalam Musnad, beliau berkata: “Ini adalah sanad yang hasan, dan ini merupakan riwayat terbaik yang menceritakan tentang kisah laba-laba yang membuat sarang di mulut gua. Itu adalah bagian dari perlindungan Allah terhadap Rasul-Nya ﷺ.” Tamat kutipan.
Catatan:
Sudah menjadi kebiasaan para ulama dari kalangan Imam-imam Salaf dan juga para ulama Ahlussunnah setelah mereka, bahwa mereka bersikap longgar dalam meriwayatkan kisah-kisah seperti ini dan kisah-kisah peperangan (maghazi) yang tidak berkaitan langsung dengan hukum amal, selama tidak bertentangan dengan nash yang tegas dan tidak bertentangan dengan akal yang sehat. Maka, mengingkari kisah-kisah semacam ini adalah sikap keras kepala yang tidak ada faedah dan manfaatnya.
Ibnu Ma’in (wafat 233 H) rahimahullah berkata: “Tidak mengapa dalam riwayat-riwayat peperangan (maghazi), namun untuk selain itu tidak boleh.”
Ucapan dengan makna yang sama juga masyhur dari para imam salaf dan khalaf lainnya.
Maka janganlah kalian mengusik ketenangan orang-orang yang sedang mempelajari kisah hijrah Nabi mereka ﷺ dengan bantahan-bantahan yang dipaksakan semacam ini. Carilah faedah dan pelajaran berharga yang sangat dibutuhkan oleh setiap Muslim dari kisah hijrah Sayyiduna Muhammad ﷺ, karena itu lebih bermanfaat bagi kalian dan lebih dicintai oleh Allah ﷻ.”