Amerika dan Suku Aslinya
Kenapa Amerika mendukung Israel ?
Ini Jawabannnya π
Di Meksiko, Kolombia, hingga Amerika Serikat, patung Kristoforus Kolumbus satu per satu ditumbangkan rakyat. Ditarik dengan tali. Dikepruk. Dirobohkan oleh demonstran lokal yang sudah tercerahkan. Patung yang dulu berdiri megah sebagai simbol “penemu benua Amerika”, kini dijadikan simbol kebohongan sejarah dan genosida.
πdulu dia dianggap Penemu Amerika
Kini semua tau Dia Penjajah Amerika
π dulu dibuku sekolah disebut penemu bumi Bulat
Kini kita tau kalau dia bukan penemu bumi bulat.
π dulu dia digambarkan penjejelahan terjauh
Sekarang kita tau kalau itu dusta.
Semua ini bermula dari krisis di Eropa. Mereka kekurangan bahan pangan, terutama rempah-rempah. Maka tersebarlah kabar: di India, rempah melimpah.
Mereka mau datang ke India lewat daratan tidak mungkin sebab mereka akan berhadapan dengan negara negara Islam.
Lalu nekadnya mereka menyebrangi lautan ke Barat antah berantah. berangkatlah Columbus, ingin ke India. Tapi karena salah arah, ia malah mendarat di Karibia wilayah yang kini kita kenal sebagai benua Amerika.
Karena mengira sudah sampai India, penduduk asli pun ia sebut “Indian”. Padahal bukan. Sama seperti saat penjajah Belanda nyasar ke Nusantara dan menyebutnya “Hindia”.
Parahnya, tanah yang ia datangi diklaim sebagai “benua kosong”. Padahal, sebelum Columbus datang, Amerika sudah dihuni lebih dari 50 juta orang: suku Inka, Maya, Cherokee, Arawak, Taino, dan lainnya.
Mereka sudah bertani, berdagang, membangun kota, bahkan berdoa kepada Tuhan—jauh sebelum Columbus tahu arah angin. Tapi semua itu dihapus dari sejarah, demi membenarkan penjajahan atas nama penemuan.
π Studi genetik di Nature (2020) menyebut: manusia telah mendiami Amerika sejak 15.000 tahun lalu.
⚔️ Kekejaman Atas Nama Salib dan Peradaban
Salah satu saksi mata kekejaman itu adalah BartolomΓ© de Las Casas (1474–1567), seorang pastor Dominikan embongkar kebiadaban bangsanya sendiri. Dalam bukunya yang legendaris, A Short Account of the Destruction of the Indies (1552), ia menceritakan jika mereka membantai siapa saja yang ditemui, tanpa peduli wanita, anak anak atau orang tua. Bahkan dibuat peraturan jika ada seorang Kristen terbunuh, maka sebagai balasannya 100 orang India juga harus terbunuh.
Las Casas menulis:
“Orang-orang Kristen, dengan kuda, pedang, dan tombak, membantai dan melakukan kebrutalan yang mengherankan. Mereka menerobos ke sebuah negeri dan tidak menyisakan anak-anak maupun kaum lanjut usia, tidak peduli wanita hamil, anak yang baru lahir, tubuh-tubuh mereka semua ditabrak dan dihajar habis-habisan, seumpama mereka sedang membantai segerombolan domba… dan dikarenakan, sekali dua kali orang-orang Indian membunuh beberapa orang Kristen sekadar untuk membalas, mereka membuat hukum bahwa apabila satu orang Kristen terbunuh, maka seratus Indian akan dibantai sebagai gantinya.”
—BartolomΓ© de Las Casas
Philip J. Adlee, World Civilization, hal. 31
Dampaknya dari tahun ke tahun jumlah penduduk asli berkurang, sedangkan kapal kapal eropa berdatangan membawa penduduk penduduk barunya.
π 1. Total Populasi Sebelum Penjajahan (Sebelum 1492)
Perkiraan Populasi:
• Amerika Utara: ~10 juta jiwa
• Amerika Tengah & Karibia: ~20 juta jiwa
• Amerika Selatan: ~25–30 juta jiwa
π‘ Total penduduk asli seluruh benua Amerika diperkirakan antara 50–70 juta jiwa.
(Referensi: David Stannard, American Holocaust: The Conquest of the New World, 1992)
π 2. Pasca Penjajahan: Bencana Demografis (1492–1600)
• Dalam 100 tahun pertama setelah kedatangan Columbus, populasi penduduk asli menyusut hingga 90%.
• Penyebab utama:
• Penyakit baru dari Eropa (cacar, influenza, tifus) – mereka belum punya kekebalan.
• Pembantaian massal oleh tentara Spanyol, Inggris, dan Portugis.
• Perbudakan dan kerja paksa (encomienda system).
• Penghancuran sistem sosial, budaya, dan ekonomi lokal.
π Contoh:
• Penduduk asli Haiti (Pulau Hispaniola): dari ~1 juta → kurang dari 500 dalam waktu 50 tahun (Las Casas).
• Meksiko (suku Aztec): dari ~25 juta → tinggal 1–2 juta abad ke-17.
Mitos Columbus: Penemu Dunia, Penemu Bohong
Barat suka membumbui sejarah dengan mitos. Katanya, Columbus menemukan bahwa bumi itu bulat. Padahal lebih dari seribu tahun sebelumnya, ilmuwan Muslim seperti Al-Biruni, Al-Farghani, dan Al-Khwarizmi sudah tahu bumi itu bulat bahkan menghitung kelilingnya dengan presisi.
Lebih jauh lagi, Aristoteles, filsuf Yunani kuno yang hidup 300 tahun sebelum Masehi, juga menulis tentang kemungkinan bumi yang bulat dalam De Caelo. Jadi Columbus bukan ilmuwan. Ia cuma pelayar pembawa bendera kerajaan dan salib, yang ikut menikmati arus penaklukan atas tanah orang lain.
Penjelajah Terjauh? Coba Buka Peta Lagi
Klaim bahwa Columbus adalah penjelajah terhebat juga gugur jika kita menyebut satu nama: Ibn Battutah. Ia menjelajahi dunia selama 30 tahun, melintasi Afrika Utara, Timur Tengah, Asia Tengah, India, Tiongkok, bahkan sampai ke Nusantara. Rutenya jauh lebih luas daripada Columbus, dan tak ada pembantaian dalam perjalanannya.
Rute Colombus
π Estimasi jarak total pelayaran:
± 20.000 – 25.000 km (bolak-balik dari Eropa ke Karibia beberapa kali)
Ibn Batuttah
π Estimasi jarak tempuh:
± 120.000 km (6 kali keliling khatulistiwa!)
π Menjelajah 44 negara modern
π Melintasi daratan dan lautan, menulis detail budaya, politik, dan agama
Ibn Battutah adalah penjelajah, bukan penjajah. Ia menulis, bukan menjarah. Ia menyapa peradaban, bukan membakar perkampungan.
𧬠Maka hari ini…
• Amerika dipenuhi orang kulit putih yang bukan asli dari benua itu.
• Mereka adalah keturunan dari penjajah, budak, dan imigran.
• Sementara penduduk asli dikebiri sejarahnya, diusir dan dihabisi
Jika hal hal sejarah sederhana begini ini mereka mudah berbohong, kenapa tidak untuk sejarah yang lebih besar ya kan ?
———-
π Jika kamu suka tulisan ini…
π£ Jangan biarkan sejarah dibungkam.
Klik Follow untuk konten sejarah terbaik selanjutnya yang banyak ditutup tutupi.
π€ Share ke teman-temanmu biar makin banyak yang sadar, bahwa “peradaban” yang diagungkan, dibangun di atas genosida dan kebohongan.