Kajian di Depan Guru Ngaji
GURU NGAJI ITU BERAT
Sabtu kemarin berbagi motivasi dan saling menguatkan antar guru ngaji se-kecamatan Wonocolo Surabaya di Royal Plaza. Sebagai kepala rumah tangga yang masih pas-pasan (kalau pengen sesuatu pas ada, kalau pengen ke mana pas bisa) mall ini menjadi favorit saya mengajak anak dan istri-istri, eh, anak-anak dan istri. Kali ini bukan shoping atau main di Timezone tapi mengaji bersama para guru ngaji.
Sesaat setelah salam dan menyapa beberapa tamu undangan, saya melihat wajah-wajah yang penuh keikhlasan, kesederhanaan, dan kesabaran. "Asatidz dan ustadzat, para pejuang Al-Quran yang saya muliakan...," saya mulai menyapa dan membuka Kitab "Tilawatil Quran..." karya Syekh Abdullah Sirajuddin.
Al-Quran itu amanah dan hanya diemban oleh orang-orang yang terpercaya. Malaikat yang ditunjuk oleh Allah mengawal dan menyampaikan Al-Quran adalah Sayidina Jibril yang disebut dalam Al-Quran sebagai "Ar-Ruh Al-Amin",
نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِینُ
Al-Quran dibawa turun oleh Ar-Rūḥul Amīn (Jibril). (QS. Asy-Syu'ara: 193)
Kemudian Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad yang sering disebut "Al-Amiin", bahkan sebelum menjadi Nabi pun terkenal dengan panggilan "Al-Amin" yang berarti terpercaya.
فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا : أَتَاكُمُ الْأَمِينُ.
-Saat perselisihan peletakan baru Hajar Aswad/5 tahun sebelum kenabian- Lalu datang Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para tokoh Quraisy berkata: "Al-Amin" (Orang yang terpercaya) datang. (HR. Ahmad)
Maka para guru ngaji adalah orang-orang terpercaya yang dipilih Allah melanjutkan perjuangan Nabi Muhammad dalam mengemban amanah yang begitu besar dan berat bernama Al-QURAN.
Al-Quran merupakan amanah dari Allah yang sangat berat. Tidak semua orang bisa bertahan dan sabar menjadi guru ngaji bertahun-tahun bahkan sampai meninggal dunia. Coba kita lihat, ada yang cuma bisa beberapa bulan, atau mungkin mampu beberapa tahun. Tapi panjenengan semua bisa bertahun-tahun itu sangat luar biasa karena memang Al-Quran itu berat.
إِنَّا سَنُلۡقِی عَلَیۡكَ قَوۡلࣰا ثَقِیلًا
Sungguh Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu. (QS. Al-Muzzammil: 5)
لَوۡ أَنزَلۡنَا هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ عَلَىٰ جَبَلࣲ لَّرَأَیۡتَهُۥ خَـٰشِعࣰا مُّتَصَدِّعࣰا مِّنۡ خَشۡیَةِ ٱللَّهِۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَـٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ یَتَفَكَّرُونَ
Andaikan Kami turunkan Al-Qur`ān ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir. (QS. Al-Hasyr: 21)
Guru kami, Syekh Yusri Rusydi Sayyid Jabr al-Hasani, pernah menjelaskan, seandainya Al-Quran diturunkan ke gunung yang ada di Mekkah yang semua gunung itu berisi batu, pasti gunung-gunung itu hancur pecah karena tidak mampu sebab Al-Quran itu berat. Al-Quran turun kepada Nabi Muhammad (di Gua Hira) dan Nabi Muhammad hanya menggigil saja. Ini menunjukkan Nabi Muhammad makhluk paling kuat.
"Jadi para ustadz dan ustadzah panjenengan semua adalah orang-orang terkuat karena menjadi penerus warisan Nabi Muhammad yaitu Al-Quran. Tetap sabar meskipun dipandang sebelah mata. Tidak mengapa kita dianggap rendah secara strata sosial dan ekonomi tapi kelak kita terdepan di surga yang abadi. Tetap istiqomah meskipun berat dan sulit karena yang ringan dan mudah itu istirahat."