Khotbah Idul Fitri
(INDO) KHUTBAH IDUL FITRI 2025
BERHARIRAYA LAHIR BATIN
Oleh :Taem al-‘Imaroh
الخطبة الأولى
اللهُ أكبرُ ...... X 9
اللهُ أكبرُ كَبِيْرًا ، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا ، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وأَصِيْلاً ، لَا إله إِلَّا اللهُ ، اللهُ أَكْبَرُ ، اللهُ أَكْبَرُ ، وَلِلهِ الْحَمْدُ .
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ سَهَّلَ لِعِبَادِهِ طَرِيْقَ الْعِبَادَةِ وَيَسَّرَ ، وَجَعَلَ لَهُمْ عِيْدًا يَعُوْدُ عَلَيْهِمْ بَعْدَ إِكْمَالِ صِيَامِهِمْ وَيَتَكَرَّرُ ، وَوَاصَلَ لَهُمْ مَوَاسِمَ الْخَيْرَاتِ لِيَزِيْدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ الَّذِيْ لَا يُحْصَرُ ، أَشْهَدُ أنْ لَا إلهَ إلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُؤمِّنُ صَاحِبَهَا يَوْمَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الْمَقَامِ الْمَحْمُوْدِ وَالْكَوْثَرِ، اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ الْبَشَرِ ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ السَّادَةِ الغُرَرِ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ وَالْمَحْشَرِ . أَمَّا بَعْدُ :
فَيا أيُّها الْحَاضِرُوْنَ رحمكم الله ، اِتَّقُوا اللهَ تَعالى حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Hadirin Wal Hadirat jama’ah Sholat Idul Futri Rahimakumullah.
Marilah Kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan larangan-larangan-Nya, karena hanya orang-orang yang bertakwalah yang akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar. Allah berfirman :
وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا [الطلاق/5]
Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan Allah akan melipatgandakan pahalanya.
Dan orang-orang yang bertkawalah yang semua urusan-urusannya akan dipermudah oleh Allah.
وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا [الطلاق/4]
Barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan semua urusanya menjadi mudah
اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ ، لا إله إلاّ اللهُ ، اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ وللهِ الحَمْدُ .
Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah.
Bagi kita semua yang telah melaksanakan puasa selama satu bulan, melaksanakan ibadah shalat terawih dan yang telah mengekang dan memerangi hawa nafsu selama bulan Ramadhan, maka pada hari ini kita akan mendapatkan pemberian hadiah khusus dari Allah, akan mendapatkan THR langsung dari Allah.
Dalam salah satu Hadits Shahih riwayat At-Thabrani disebutkan :
«إِذَا كَانَ يَوْمُ الْفِطْرِ وَقَفَتِ المَلَائِكَةُ عَلَى أَبْوَابِ الطُّرُقِ، فَنَادَوْا : اغْدُوا يَا مَعْشَرَ المُسْلِمِينَ إِلَى رَبٍّ كَرِيمٍ يَمُنُّ بِالْخَيْرِ، ثُمَّ يُثِيبُ عَلَيْهِ الْجَزِيلَ، لَقَدْ أُمِرْتُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَقُمْتُمْ، وَأُمِرْتُمْ بِصِيَامِ النَّهَارِ فَصُمْتُمْ، وَأَطَعْتُمْ رَبَّكُمْ، فَاقْبِضُوا جَوَائِزَكُمْ، فَإِذَا صَلَّوْا، نَادَى مُنَادٍ: أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ قَدْ غَفَرَ لَكُمْ، فَارْجِعُوا رَاشِدِينَ إِلَى رِحَالِكُمْ، فَهُوَ يَوْمُ الْجَائِزَةِ، وَيُسَمَّى ذَلِكَ الْيَوْمُ فِي السَّمَاءِ يَوْمَ الْجَائِزَةِ» [الترغيب والترهيب 2/97]
Ketika hari raya telah tiba maka Malaikat berdiri di depan pintu-pintu jalan, lalu mereka mengumumkan : “wahai orang-orang Islam, segeralah kalian berangkat pagi menuju tuhan kalian [maksudnya melaksanakan Shalat Ied], Dia akan menganugerahkan kebaikan kepada kalian, lalu akan memberikan pahala yang besar, sungguh kalian telah diperintahkan Qiyamul Lail, kamudian kalian laksanakan, kalian juga telah diperintahkan melakukan puasa di siang hari, lalu kalian berpuasa dan tunduk kepada tuhan kalian, oleh karena itu terimalah anugerah hadiah kalian !”, kemudian setelah mereka selesai melaksanakan Shalat Ied, Malaikat memberi pengumuman lagi : “ketahuilah !, tuhan kalian telah mengampuni kalian, maka kembalilah kalian ketempat tinggal kalian dalam keadaan mendapat petunjuk kebenaran”, maka hari tersebut adalah hari anugerah. Dan di langit juga disebut dengan hari anugerah.
اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ ، لا إله إلاّ اللهُ ، اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ وللهِ الحَمْدُ .
Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah.
Beliau Syeikh Ibnu Rajab dalam kitabnya Lathoiful Ma’arif menyebutkan :
«لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ، إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ طَاعَاتُهُ تَزِيْدُ ، لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ تَجَمَّلَ بِاللِّبَاسِ وَالرُّكُوْبُ ، إنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ غُفِرَتْ لَهُ الذُّنُوْبُ ، فِيْ لَيْلَةِ الْعِيْدِ تُفْرَقُ خِلَعُ الْعِتْقِ وَالمَغْفِرَةِ عَلَى العَبِيْدِ؛ فَمَنْ نَالَهُ مِنْهَا شَيْءٌ فَلَهُ عِيْدٌ ، وَإِلَّا فَهُوَ مَطْرُوْدٌ بَعِيْدٌ» [لطائف المعارف 483] .
Pada hakikatnya Hari raya bukan milik orang yang memakai baju baru, akan tetapi hanya milik orang yang ketaatannya bertambah, sejatinya hari raya bukan milik orang yang berhias dengan pakaian dan kendaraan, akan tetapi milik orang yang dosa-dosanya diampuni, karena pada malam hari raya anugerah pembebasan dari neraka dan ampunan dibagikan kepada hamba-hamba Allah, maka barang siapa dapat meraihnya maka dialah orang yang mendapatkan hari raya, dan bagi yang tidak meraihnya maka berarti orang yang tertolak dan jauh dari Allah.
Penjelasan Ibnu Rajab di atas tidak dalam artian sebagai larangan memakai baju baru dan berpenampilan baik pada hari raya, akan tetapi lebih kepada upaya membangun kesadaran akan pentingnya baju ketaatan kita yang baru kepada Allah SWT. dan pentingnya penampilan baik yang berupa Akhlaqul Karimah kepada sasama.
Dalam kitab Majmu’ Syarah Muhadz-dzab disebutkan :
«وَاتَّفَقَ الْأَصْحَابُ مَعَ الشَّافِعِيَّ عَلَى اسْتِحْبَابِ لُبْسِ أَحْسَنِ الثِّيَابِ فِيْ الْعِيْدِ» [المجموع شرح المهذب :5/3]
Imam Syafi’i dan pengikutnya telah sepakat dianjurkan memakai baju terbaik pada hari raya.
Dalam sebuah Hadits Shahih juga disebutkan :
وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قاَلَ : سُئِلَ رَسُولُ الله عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ ، قَالَ : «تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ» وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ ، فَقَالَ : «الْفَمُ، وَالْفَرْجُ» رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ وقال حديث صحيح
Abu Hurairah berkata : Rasulullah pernah ditanya perihal sesuatu yang paling sering atau paling banyak menjadikan manusia masuk surga, beliau menjawab : “itu adalah taqwa dan baiknya budi pekerti”, dan beliau juga ditanya perihal sesuatu yang paling banyak menjadikan manusia masuk neraka, Beliau menjawab : “itu adalah mulut dan kemaluan”.
Artinya memakai baju baru dan berpenampilan terbaik pada hari raya itu penting akan tetapi lebih penting lagi adalah adanya keta’atan kepada Allah yang juga baru dan adanya penampilan terbaik yang tertuang dalam akhlaqul karimah kepada sesame, karena hari yang seperti itulah hari benar-benar layak untuk dirayakan. Dan dengan berhari raya seperti inilah berarti berhari raya lahir dan batin.
اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ ، لا إله إلاّ اللهُ ، اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ وللهِ الحَمْدُ .
Hadirin Wal Hadirat Rahimakumullah.
Hari raya dalam agama Islam adalah momen kebahagiaan dan kegembiraan yang dirayakan oleh umat Islam sebagai perayaan atas kemenangan mereka karena telah berhasil menjalankan perintah Allah SWT. oleh karenanya dalam agama kita terdapat beberapa hari raya, bukan hanya hari raya idul fitri dan idul adha saja.
Dalam kitab Tafsir Rauhil Bayan disebutkan :
عِيْدُ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ﷺ وَهُوَ ثَلَاثَةٌ : عِيْدٌ يَتَكَرَّرُ كُلَّ أُسْبُوْعٍ وَعِيْدَانِ يَأْتِيَانِ فِيْ كُلِّ عَامٍ مَرَّةً فَأَمَّا الْعِيْدُ الْمُتَكَرِّرُ فَهُوَ يَوْمُ الْجُمْعَةِ وَهُوَ مُرَتَّبٌ عَلَى إِكْمَالِ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتوبَاتِ، وَأَمَّا الْعِيْدَانِ اللَّذَانِ يَتَكَرَّرَانِ فِيْ كُلِّ عَامٍ فَأَحَدُهُمَا عِيْدُ الْفِطْرِ وَهُوَ مُرَتَّبٌ عَلَى إِكْمَالِ الصِّيَامِ وَالْعِيْدُ الثَّانِيْ عِيْدُ النَّحْرِ وَهُوَ مُرَتَّبٌ عَلَى إِكْمَالِ الْحَجِّ وَصَوْمِ عَرَفَةَ [روح البيان : 2/444]
Hari raya umat Muhammad SAW. ada tiga, pertama yaitu : hari raya seminggu sekali yaitu pada hari Jum’at karena telah menyempurnakan Shalat lima waktu selama satu minggu. Kedua : Hari raya idul fitri setahun sekali karena telah menyelesaikan ibadah puasa satu bulan. Ketiga adalah : Hari raya Idul Adlha karena telah menyelasaikan ibadah haji dan puasa Arafah.
Bahkan salah seorang Tabi’in yaitu Hasan Al-Bashri mengatakan :
كُلُّ يَوْمٍ لَا يُعْصَى اللهُ فِيْهِ فَهُوَ عِيْدٌ، كُلُّ يَوْمٍ يَقْطَعُهُ الْمُؤْمِنُ فِيْ طَاعَةِ مَوْلَاهِ وَذِكْرِهِ وَشُكْرِهِ فَهُوَ لَهُ عِيْدٌ.
Setiap hari dimana seorang mukmin tidak bermaksiat kepada Allah adalah hari raya baginya, setiap hari di mana seorang mukmin menggunakannya dalam keta’atan kepada Tuhannya, berdzikir dan bersyukur kepada-Nya adalah hari raya baginya.
اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ ، لا إله إلاّ اللهُ ، اللهُ أكبرُ ، اللهُ أكبرُ وللهِ الحَمْدُ .
Hadirin Wal Hadirat Jama’ah Shalat Idul Fitri Rohimakumulloh
Semoga dengan hidayah dan pertolongan Allah SWT. perjumpaan kita dengan bulan Ramadan dapat menempa kita menjadi pribadi-pribadi yang lebih bertakwa beriman. Amin, Amin, Amin Ya Robbal Alamin.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ :
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ [فصلت/30]
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ وَالآيَاتِ الْحَكِيْمِ إِنَّهُ هَوُ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ
الخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ
اللهُ أَكْبَرُ .......... x 7
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا ، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا ، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةًُ وَأَصِيْلًا ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ ، اللهُ أَكْبَرُ ، اللهُ أَكْبَرُ ، وَلِلهِ الْحَمْدُ
الْحَمْدُ لِلهِ مُعِيْدِ الْجَمْعِ وَالْأَعْيَادِ ، وَمُبِيْدِ الْأُمَمِ وَالْأَجْنَادِ ، وَجَامِعِ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ إِنَّهُ لَا يُخْلِفُ الْمِيْعَادَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَلَا نِدَّ وَلَا مُضَادَ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُفَضَّلُ عَلَى جَمِيْعِ الْعِبَادِ ، اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الدَّاعِيْ إِلَى سَبِيْلِ الرَّشَادِ ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ السَّادَةِ الْأَمْجَادِ ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ التَّنَادِ ،
أَمَّا بَعْدُ .
فَيَآ أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ ، اِتَّقُوا اللهَ ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَأَطِيْعُوْهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاحْذَرُوا أَسْبَابَ سَخَطِ الْجَبَّارِ فَإِنَّ أَجْسَامَكُمْ عَلَى النَّارِ لَا تَقْوَى .
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ يَقُوْلُ : «إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا .
اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِيْنَ ، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ . اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأمْوَاتِ . اللهم أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ ، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا رَخَاءً سَخَاءً وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ ، اللهم نَوِّرْ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ قُبُوْرَهُمْ ، وَيَسِّرْ لَهُمْ أُمُوْرَهُمْ ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ ، وَالْوَبَاءَ ، وَالرِّبَا ، وَالزِّنَا ، وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ ، وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ ، عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ .
عِبَادَ اللهِ ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ ، وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَا، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ وَالطُّغْيَانْ ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ، وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ ، وَاللهُ يَعْلَمُ ماَ تَصْنَعُوْنَ .