Menyebut Allah Tak Berpahala?
Ustad Wahabi ini berpendapat bahwa dengan menyebut kata, "Allah, Allah," bukan termasuk zikir sehingga tidak akan mendapat pahala.
Benarkah demikian?
Berikut dalil-dalil bahwa menyebut nama "Allah" saja merupakan zikir
~Dalil pertama zikir Allah
Allah SWT berfirman:
واذكراسم ربك بكرة و أصيلا
Dan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang. (QS. Al-Insan: 25)
~Dalil kedua zikir Allah
Rsaulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لا تقوم الساعة على أحد يقول : "الله الله
Kiamat tidak terjadi selagi ada seseorang yang masih mengucapkan, "Allah, Allah." (HR Muslim nomor 204)
~Dalil ketiga zikir Allah
Imam As-Suyuthi rahimahullah mengatakan:
وأخرج الإمام أحمد في الزهد عن ثابت قال : كان سلمان في عصابة يذكرون الله فمر النبي صلى الله عليه وسلم فكفوا، فقال : ما كنتم تقولون.؟ قلنا : نذكر "الله الله"، قال : إني رأيت الرحمة تنزل عليكم فأحببت أن أشارككم فيها
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Az-Zuhd dari Tsabit. Dia berkata, "Pernah Salman bersama rombongannya sedang berzikir kepada Allah lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lewat hingga mereka terdiam sejenak. Nabi bertanya, 'Apa yang kalian lakukan?' Mereka menjawab, 'Kami sedang berzikir Allah, Allah.' Beliau pun bersabda, 'Sungguh aku melihat rahmat Allah turun kepada kalian hingga hatiku tertarik bergabung dengan kalian untuk melakukannya.'" (Al-Hawi Lil Fatawi: Jilid 1, Halaman 392).
~Dalil keempat zikir Allah
Rsaulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
إذا أصاب أحدكم هم أؤ لأواء، فليقل : "الله، الله ربى، لا أشرك به شيئا"
Jika salah satu dari kalian tertimpa kesedihan atau gangguan kesehatan, hendaknya menyebut, "Allah, Allah Tuhanku, aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun (Allahu Allahu rabbii laa usyriku bihi syai a)." (Al-Jami' Ash-Shaghir: Jilid 1, halaman 166, nomor 1.036)
~Dalil kelima zikir Allah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
والذي نفس محمد بيده لينقضن الإسلام عروة عروة، حتى لا يقال : "الله، الله
Demi diri Muhammad yang (jiwanya) ada dalam genggaman-Nya kelak akan terlerai ikatan Islam satu per satu hingga tak ada seorang pun yang mengucapkan, "Allah, Allah." (HR Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Ithaf Al-Jama'ah Bima Ja'a Fii Al-Fitan: Jilid 2, Halaman 73, Ad-Daa' Wa Ad-Dawa' halaman 118)
~Dalil keenam zikir Allah
Dari Asma' bintu Umais radhiallahu 'anha mengatakan:
قال لي رسول الله -صلى الله عليه وسلم : ألا أعلمك كلمات تقولينهن عند الكرب أو في الكرب : الله، الله ربي، لا أشرك به شيئا
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku, "Maukah kuajarkan kamu kalimat-kalimat yang dapat kamu baca ketika dalam keadaan susah yaitu, "Allah, Allah adalah Tuhanku, aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. (HR Abu Daud nomor 1.525)
~Dalil ketujuh zikir Allah
Atsar sahabat dari Sayyidina Ali radhiallahu 'anhu berkata:
ذاك يخرج في آخر الزمان إذا قال الرجل : "الله الله"، قتل
Demikian akan muncul di akhir zaman jika seseorang mengucapkan, "Allah, Allah," akan dibunuh. (HR Hakim dalam Al-Mustadrak Jilid 5, halaman 15 nomor 8.722)
~Dalil kedelapan zikir Allah
Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu berkata:
لا تقوم الساعة وواحد يقول : "الله الله
Takkan terjadi kiamat selagi masih ada orang yang mengucapkan, "Allah, Allah." (HR Ahmad dalam kitab Az-Zuhd halaman 154 nomor 1.044)
Dari Sa'ad bin Hudzaifah radhiallahu 'anhu berkata:
و ليس أحد متروك يقول : "الله الله" إلا قتل
Dan tak seorang pun yang akan dibiarkan mengucapkan, "Allah, Allah," kecuali dia akan dibunuh. (HR Hakim dalam Al-Mustadrak Jilid 4 halaman 673 nomor 8.600)
~Dalil kesembilan zikir Allah
Diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam kitab Syu'abul Iman tentang kisah sahabat Bilal ketika disiksa oleh orang musyrik Mekkah. Lisannya hanya berkata, "Allah, Allah."
Dalam riwayat lain dalam Sunan Ibnu Majah saat diarak keliling kampung, beliau hanya menyebut, "Ahad, Ahad."
~Dalil kesepuluh zikir Allah
Imam Ibnu Hisyam radhiallahu 'anhu mengatakan:
وكان شعار أصحاب رسول الله صلى الله عليه و سلم يوم بدر : "أحد، أحد
Adapun yel-yel para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di waktu perang Badar ialah Ahad, Ahad. (Sirah Nabawiyah: Jilid 2, Halaman 634)
Kesimpulannya, 10 dalil dari Al-Qur'an, hadis Nabi, dan pendapat ulama bahwa menilai menyebut kata, "Allah, Allah," termasuk utama dan dimuliakan Allah dan Rasul-Nya. Karena itu, menyebut Allah saja itu sudah termasuk zikir dan berpahala.
Oleh: Nur Shafiyya Ahmad