Awalilah Doamu dengan Tawassul
agar DOA INTI yang kita panjatkan kepada Allah lebih mustajab adalah DIAWALI TAWASUL dengan AMAL KEBAIKAN berupa DZIKIR seperti dengan memuji Allah Ta’ala dan bertawasul dengan AMAL KEBAIKAN berupa sholawat (menghadiahkan doa selamat bagi Rasulullah) sebelum doa inti kita panjatkan kepada Allah Ta’ala
Rasulullah bersabda,
لَهُ وَلِغَيْرِهِ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ رَبِّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لِيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ لِيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ
“Jika salah seorang di antara kalian berdoa maka hendaknya dia memulainya dengan memuji dan menyanjung Allah, kemudian dia bershalawat kepada Nabi -shallallahu alaihi wasallam-, kemudian setelah itu baru dia berdoa sesukanya.” (Musnad Ahmad 22811 , HR Abu Dawud 1471atau Al Alamiyah 1266 dan HR Tirmidzi 3477 atau Al Alamiyah 3399)
KH. Maimoen Zubair berwasiat tentang pentingnya wasilah (Tawasul). Beliau mengingatkan bahwa, “yang termasuk orang yang tidak punya adab terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala itu nak, orang yang selalu berdo’a langsung minta yang diinginkan tanpa memuji Allah dahulu, tanpa wasilah menggunakan salah satu Asma’ul Husnahnya Allah tanpa wasilah kepada baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dahulu, sukanya langsung minta apa yang di inginkan”
Jadi SEDEKAH TAHLIL atau yang lebih dikenal dengan TAHLILAN adalah,
ADAB dalam BERDOA kepada Allah Ta’ala yang DIAWALI TAWASUL dengan AMAL KEBAIKAN yakni SEDEKAH (HADIAH) BACAAN berupa Tahlil, bacaan Al Fatihah, Yasin, sebagian Al Baqarah, dan lain lain termasuk AMAL KEBAIKAN jamuan makan ALA KADARNYA SEBELUM DOA INTI dipanjatkan kepada Allah Ta’ala untuk ahli kubur, keluarga ahli kubur maupun kepentingan sendiri”.
TIDAK ADA satupun ulama yang MENGINGKARI dalil dari hadits tentang berdoa kepada Allah diawali BERTAWASUL dengan AMAL KEBAIKAN berdasarkan kisah tiga orang yang terperangkap dalam gua.