Ibnu Utsaimin Bolehkan Cium Kaki
Ibnu Utsaimin, Boleh Cium Kaki
Menurut Ibnu Utsaimin diperbolehkan mencium kaki orang tua. Demikian pula semua orang yang mulia karena ilmu atau agamanya.
Yang dimaksud dengan mencium kaki adalah mencium telapak kaki.
Ada hadis di Riyadhus Shalihin yang isinya menceritakan dua orang Yahudi mencium tangan dan kaki Nabi. Hadis tersebut diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan dinilai shahih oleh an-Nawawi. Di akhir pembahasan mengenai hadits tersebut Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin mengatakan,
«شرح رياض الصالحين لابن عثيمين» (4/ 451):
« المهم أن هذين الرجلين قبلا يد النبي صلى الله عليه وسلم ورجله فأقرهما على ذلك وفي هذا جواز تقبيل اليد والرجل للإنسان الكبير الشرف والعلم كذلك تقبيل اليد والرجل من الأب والأم وما أشبه ذلك لأن لهما حقا وهذا من التواضع »
“Ringkasnya, dua orang ini mencium tangan dan kaki Nabi SAW. Nabi SAW membiarkan perbuatan dua orang tersebut. Dalam hadis ini terdapat dalil kebolehan MENCIUM TANGAN DAN KAKI orang yang memiliki kemuliaan yang besar dan orang yang berilmu (ustadz, tuan guru, ulama).
Demikian pula diperbolehkan mencium tangan dan kaki ayah, ibu dan orang semisal itu karena ayah dan ibu memiliki hak besar yang wajib ditunaikan anak. Mencium tangan dan kaki orang-orang tersebut adalah bagian dari kerendahan hati”
Syarah Riyadhus Shalihin 4/451.
Bedakan antara mencium kaki dan bersujud kepada makhluk. Mencium kaki adalah mencium telapak kaki seseorang sebagai bentuk penghormatan yang dibolehkan syariat terhadap orang tersebut.
Sedangkan bersujud kepada makhluk adalah meletakkan dahi di hadapan makhluk yang dimaksudkan.
Dalil kebolehan hal ini adalah sunnah taqririyah. Sunnah taqririyyah adalah sikap Nabi SAW yang mendiamkan dan membiarkan seseorang melakukan atau mengucapkan sesuatu di hadapan Nabi SAW.
Sunnah taqririyyah adalah hujjah dalam agama karena Nabi tidak mungkin membiarkan seorang melakukan atau mengucapkan kemungkaran di hadapan beliau.
Sebenarnya aneh dan lucu jika ada orang yang membaca, mengajarkan dan mengikuti kajian Riyadhus Shalihin bertahun-tahun namun mempertanyakan kebolehan mencium kaki. Di mana jejak ilmu dan ngaji selama ini??
Aris Munandar