Dzikir Allah Allah Allah
🔰 KEBENARAN DZIKIR ALLAH ALLAH ALLAH.
Oleh: M. Rofiannur Al Hamaamuh, SN, DH.
Bantahan terhadap: Dr Rozaimi Ramle .
Polemik: Dzikir Allah Allah Allah.
Sesi: Analisis Ilmiah.
Versi: Tuntas.
Bantahan kali ini kami dedikasikan kepada seluruh wahhabi dan khususnya Dr Rozaimi Ramle. Sebab, tiada hentinya wahhabi menyalahkan amalan dzikir Allah Allah Allah yang mereka sangkal dan salahkan dengan berbagai asumsi pribadi (tidak ada yang ilmiah).
Dan dimohon kesudiannya untuk membaca postingan kami diawal ini;
https://www.facebook.com/100094390797294/posts/395936523562704/?app=fbl
Dari awal sudah kami katakan bahwasanya soal ini masih khilafiyah dan kami mengikuti pendapat yang membolehkan dan pendapat yang memperbolehkan juga punya dalil dan hujjah nya masing masing.
Dan sekarang izinkan kami menerangkan kembali dengan membawa hujjah hujjah yang lebih detail lagi.
A. DALIL AL QURAN BESERTA TAFSIRNYA.
Dzikir Allah Allah Allah itu didukung oleh dalil Al Quran. Beberapa contohnya yang bisa dijadikan pegangan dan hujjah adalah sebagaimana berikut;
Allah Subhanahu Wa Taala berfirman:
يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya: Wahai orang orang yang beriman berdzikir lah kalian kepada Allah dengan dzikiran yang banyak.
[Surah Al Ahzab ayat 41]
Al Imam Abil Qasim Al Qusyairiy (W 465 H) menjelaskan ayat diatas:
الإشارة فيه أحبوا الله ؛ لأنَّ النبي - ﷺ قال : مَنْ أحب شيئاً أكثر من ذكره فيجب أن تقول : الله ، ثم لا تنس الله بعد ذكرك الله.
Artinya: Didalamnya terdapat Isyarat cintailah Allah. Karena sesungguhnya nabi bersabda: Barang siapa yang mencintai sesuatu pasti ia akan banyak menyebutnya. Maka, wajib engkau mengatakan: Allah. Kemudian Allah takkan pernah lupa setelah engkau menyebutkan nya.
[Lata'iful Isyarat: 3/41]
Hadist nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wasallam beserta penjelasan dari Al Imam Al Qusyairiy diatas sangat cocok sekali dengan apa yang dikatakan oleh Malik bin Dinar berikut;
Al Imam Malik bin Dinar (W 129 H) mengatakan:
قال أبو عبدالرحمن وقال مالك بن دينار : علامة حب الله دوام ذكره لأن من أحب شيئًا أكثر ذكره . قال الحليمي رحمه الله : وقال بعضهم الحب اللزوم لأن من أحب شيئًا ألزم ذكره قلبه فمحبة الله تعالى لزوم لذكره .
Artinya: Tanda tanda mencintai Allah adalah selalu menyebutnya (Allah) karena sesungguhnya barang siapa yang mencintai sesuatu pasti ia akan selalu menyebutnya.
Al Imam Al Halimi Assyafii (W 403 H) mengatakan: Sebagian ulama berpendapat cinta adalah kesetiaan. Karena, sesungguhnya barang siapa yang telah mencintai sesuatu pasti ia akan selalu menyebutnya dalam hatinya. Jadi, mencintai Allah taala dengan selalu menyebutnya.
[Al Jami' Li Syu'ab Al Iman Lil Baihaqi: 2/41]
Al Imam Assyaukani (W 1250 H) turut menjelaskan juga ayat diatas:
قوله يا أيها الذين آمنوا اذكروا الله ذكراً كثيراً أمر سبحانه عباده بأن يستكثروا من ذكره بالتهليل والتحميد والتسبيح والتكبير وكل ما هو ذكر الله تعالى.
Artinya: Allah Subhanahu memerintahkan kepada para hambanya untuk banyak menyebutnya dengan tahlil, tahmid, tasbih, takbir dan semua dzikir yang merupakan dzikiran Allah taala.
[Fathul Qadir: 1/287]
Jadi, orang orang yang menyebut nama "Allah" alias yang berdzikir menggunakan namanya merupakan bentuk kecintaan dirinya pada Allah taala. Sehingga ia terus menyebutkan yebut namanya bahkan ia jadikan dzikiran namanya itu. Sebab, fakta yang tak terbantahkan adalah setiap orang jika sudah benar benar mencintai sesuatu pasti ia akan selalu menyebutnya. Entah, menyebutkan namanya, barang kesukaan dan sebagainya.
Kemudian Allah Subhanahu Wa Taala berfirman:
Allah Subhanahu Wa Taala berfirman:
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًاۚ
Artinya : Sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.
[Surah Al Insan ayat 25]
Al Imam Ibnu 'Ajibah (W 1224 H) menjelaskan ayat diatas:
واذكر اسم ربك. أي : استغرق أنفاسك في ذكر اسمه الأعظم ؛ وهو : الاسم المفرد : «الله» فتكثر منه بكرة وأصيلاً
Artinya: Sebutlah nama tuhanmu. Maksudnya adalah tenggelamkan nafas nafasmu dalam menyebut namanya yang agung; yaitu: nama Mufrad; Allah. Jadi, perbanyaklah menyebutnya diwaktu pagi dan petang.
[Sharihul Ibarah Wa Bahir Al Isyarah: 4/509]
Dari ayat Al Quran diatas tadi sudah menjadi dalil bahwasanya berdzikir menggunakan nama Allah saja (Allah Allah Allah) itu tidak ada masalah dan tidak perlu dipermasalahkan. Dan silahkan anda lakukan saja.
B. DALIL DALIL HADITS DAN ATSAR SAHABAT.
Selain didalam Al Quran ada secara tersirat dalil yang mendukung dzikir Allah Allah Allah. Begitupun juga didalam hadist hadist sahih nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wasallam dan Atsar sahih para sahabat nya. Diantaranya adalah sebagaimana berikut;
Rasulullah bersabda:
حدثنيْ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لَا يُقَالَ فِي الْأَرْضِ اللَّهُ اللَّهُ.
Artinya: Kiamat tidak akan terjadi sampai tidak pernah diucapkan lagi dimuka bumi; Allahu Allahu.
[Sahih Muslim: 1/131]
Al Imam Mulla Ali Al Qari (W 1014 H) menjelaskan hadits diatas:
ومن هذا يعرف أن بقاء العالم ببركة العلماء العاملين والعباد الصالحين وعموم المؤمنين وهو المراد بما قاله الطيبي رحمه الله معنى حتى لا يقال : حتى لا يذكر اسم الله ولا يعبد.
Artinya: Telah diketahui dari sini bahwasanya kekal alam (hingga saat ini) berkat barokah nya para ulama yang mengamalkan ilmunya, ibadahnya orang orang soleh dan mayoritas orang orang yang beriman. Itulah yang dimaksud ucapan imam Attiibi Rahimahallahu makna hadits "Sehingga tidak diucapkan lagi: (maksudnya) sampai nama Allah tidak disebut dan ia tidak di ibadahi.
[Mirqatul Mafaatih: 10/172]
Sedangkan dalam riwayat yang lainnya dijelaskan bahwasanya Rasulullah bersabda:
حدثنا عبد بن حميد أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا معمر عن ثابت عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ عَلَى أَحَدٍ يَقُولُ اللَّهُ اللَّهُ.
Artinya: Kiamat tidak akan menimpa seseorang yang mengucapkan: Allahu Allahu.
[Sahih Muslim: 1/131]
Rasulullah bersabda ketika mengajari Asma';
اللَّهُ اللَّهُ رَبَّي لا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
Artinya: Allah Allah adalah tuhanku, aku tidak menyekutukan nya pada sesuatu.
[Addu'a Littrabrani: 1/1276]
Rasulullah bersabda:
والذي نفس محمد بيده لينقضن الإسلام عروة عروة حتى لا يقال: الله الله.
Artinya: Demi jiwanya Muhammad yang ada di genggamannya. Kelak agama Islam akan terlepas satu persatu sehingga tak lagi dikatakan: Allah Allah.
[Al Amaali Al Khamisiah: 2/257 - Adda'u Wa Addawa'u Libni Qayyim Al Jauziyah: 57 dan Ithaful Jama'ah: 2/73]
Dari Ummu Salamah, Rasulullah pernah berkata ketika ia sedang sakit;
والصحيح ما أخبرنا علي بن أحمد بن عبدان ، قال : أخبرنا أحمد بن عبيد ، قال : حدثنا الحسن بن المثنى ، قال : حدثنا عفان ، قال : حدثنا همام ، قال : حدثنا قتادة ، عن أبي الخليل ، عن سفينة ، عن أم سلمة قالت : كان رسول الله ﷺ يقول في مرضه : ( الله الله الصلاة ، وما ملكت أيمانكم ، قالت : فجعل يتكلم به ، وما يفيض.
Artinya: Dari Ummu Salamah beliau berkata: Rasulullah pernah berkata pada saat sakitnya; Allah Allah, jagalah shalat dan berbuat baiklah pada budak kalian. Ummu Salamah mengatakan: Beliau selalu mengatakannya dan sampai tak terdengar.
[Dala'il Annubuwwah Lilbaihaqi: 7/205 - Al Adab Lilbaihaqi : 30 - Syiar Alam Annubala' Liddzahabi: 2/463-464 - Tarikhul Islam: 2/557]
Ibnu Abbas mengatakan:
١٠٤٤ - حدثنا عبد الله حدثنا أبي حدثنا جرير بن عبد الحميد عن قابوس عن أبيه عن ابن عباس قال: لا تقوم الساعة وواحد يقول الله الله .
Artinya: Kiamat tidak akan terjadi selama seseorang masih mengatakan: Allah Allah.
[Azzuhdu Lil Imam Ahmad bin Hanbal: 154]
Sa'ad bin Khudzaifah mengatakan:
٢٤٣/٨٥٣٥ - أخبرني أبو زكريا العنبري، ثنا إبراهيم بن أبي طالب، ثنا محمد بن المثنى ، ثنا عبد الرحمن بن مهدي، ثنا سفيان، عن أبيه عن أبي يعلى الثوري ، عن سعد بن حذيفة قال : رفع إلى حذيفة عيوب سعيد بن العاص فقال : ما أدري أي الأمرين أردتم تناول سلطان قوم ليس لكم أو أردتم رد هذه الفتنة فإنها مرسلة من الله ترتعي في الأرض حتى تطأ خطامها ليس أحد رادها ولا أحد مانعها وليس أحد متروك يقول الله الله إلا قتل.
Artinya: Dan tidak ada satupun yang dibiarkan mengatakan Allah Allah terkecuali dia akan dibunuh.
[Al Mustadrak: 4/548]
Ali bin Abi Thalib mengatakan:
۸۷۲۳- حدثنا أبو العباس محمد بن يعقوب ثنا الحسن بن علي بن عفان العامري ثنا عمرو بن محمد العنقزي ثنا يونس بن أبي إسحاق أخبرني عمار الدهني عن أبي الطفيل عن محمد بن الحنفية قال : كما عند علي رضي الله عنه فسأله رجل عن المهدي فقال علي رضي الله عنه : هيهات ثم عقد بيده سبعا فقال : ذاك يخرج في آخر الزمان إذا قال الرجل : الله الله قتل
Artinya: Diwaktu itu akan keluar diakhir zaman yakni apabila seseorang mengatakan Allah Allah maka ia dibunuh.
[Al Mustadrak: 5/15]
Said bin Musayyab mengatakan:
٢٠٤١٢ - أخبرنا عبد الرزاق عن معمر عن عطاء الخراساني قال : كنت عند سعيد بن المسيب فذكر بلالاً ، فقال : كان شحيحاً على دينه ، وكان يعذب في الله عز وجل ، وكان يعذب على دينه ، فإذا أراد المشركون أن يقاربهم ، قال : الله الله.
Artinya: Dari Atha' Al Khurasani beliau mengatakan; Aku pernah bersama Said bin Musayyab. Lalu beliau menyebut Bilal. Maka beliau berkata: Dia adalah orang yang pelit pada agamanya dan dia pernah di siksa karena membela Allah Azza wa Jalla dan dia juga disiksa karena membela agamanya. Ketika orang orang musyrik hendak menyiksa nya agar masuk pada agama mereka. Bilal berkata: Allah Allah.
[Al Mushannaf Liabdirrazaq: 11/234 - Al Jami' Li Syu'ab Al Iman: 3/171]
Abdullah bin Mas'ud beliau mengatakan:
كَانَ أَوَّلَ مَنْ أَظْهَرَ إِسْلَامَهُ سَبْعَةٌ : رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعَمَّارٌ وَأُمُّهُ سُمَيَّةُ وَصُهَيْبٌ وَبِلَالٌ وَالْمِقْدَادُ ، فَأَمَّا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَنَعَهُ اللَّهُ بِعَمِّهِ أَبِي طَالِبٍ ، وَأَمَّا أَبُو بَكْرٍ فَمَنَعَهُ اللَّهُ بِقَوْمِهِ ، وَأَمَّا سَائِرُهُمْ فَأَخَذَهُمْ الْمُشْرِكُونَ وَأَلْبَسُوهُمْ أَدْرَاعَ الْحَدِيدِ وَصَهَرُوهُمْ فِي الشَّمْسِ ، فَمَا مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ وَاتَاهُمْ عَلَى مَا أَرَادُوا ، إِلَّا بِلَالًا فَإِنَّهُ هَانَتْ عَلَيْهِ نَفْسُهُ فِي اللَّهِ وَهَانَ عَلَى قَوْمِهِ ، فَأَخَذُوهُ فَأَعْطَوْهُ الْوِلْدَانَ فَجَعَلُوا يَطُوفُونَ بِهِ فِي شِعَابِ مَكَّةَ وَهُوَ يَقُولُ : أَحَدٌ أَحَدٌ.
Artinya: Tujuh orang yang pertama kali menampakkan keislamannya adalah Rasulullah saw., Abu Bakar, Ammar dan Ibunya yang bernama Sumayyah, Suhaib, Bilal, dan Miqdad. Rasulullah sendiri oleh Allah dilindungi dengan paman beliau sendiri, yaitu Abu Thalib. Abu bakar oleh Allah dilindungi dengan kaumnya. Sedangkan selebihnya, mereka mendapat siksaan dari kaum musyrik. Mereka diberi pakaian besi dan dijemur di bawah terik matahari. Karena siksaan yang berat, mereka semua mengikuti keinginan kaum musyrik, kecuali Bilal. la menyerahkan dirinya untuk Allah dan ia pun dianggap rendah oleh kaum musyrik sehingga ia disiksa dan dilemparkan ke arah anak-anak. Lantas anak- anak itu mengaraknya berkeliling Mekah dan ia hanya bisa berucap: Ahad, Ahad.
[Sunan Ibnu Majah: 1/53 - Al Mushannaf Libni Abi Syaibah: 18/249-150 - Tarikh Madinah Dimasyqa: 24/49]
Adakah Bilal sudah berbuat bid'ah karena dia mengatakan Ahad Ahad dan Allah Allah dikarenakan ia tidak mengatakan Astagfirullah, La Hawla Walaa Quwwata Illa Billah, La Ilaha Illallahu dan sebagainnya?
Al Imam Ibnu Hisyam menuliskan:
وكان شعار أصحاب رسول الله صلى الله عليه و سلم يوم بدر : أحد أحد
Artinya: Adapun syiar syiar para sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam diwaktu pernah badar adalah: Ahad Ahad.
[Sirah Nabawiyah: 2/634]
Adakah para sahabat nabi itu melakukan bid'ah karena mereka mengatakan Ahad Ahad bukan Alhamdulillah, Allahu Akbar dan sebagainya?
Kesimpulannya dari hadist hadist diatas adalah berdzikir Allah Allah Allah adalah tidak apa apa sebagimana mengatakan Ahad Ahad juga tidak apa apa. Rasulullah ketika sakit parah masih mengatakan Allah Allah dan tidak ada seorangpun yang menyalahkan beliau.
C. FATWA ULAMA
Dizaman salaf hingga kholaf tiada yang mempersoalkan dan tidak ada yang mempersoalkan dzikir Allah Allah ini. Mari coba perhatikan bersama;
1. Al Imam Zainal Abidin (W 94 H).
الثاني عشر نقل الفخر الرازي عن زين العابدين أنه سأل الله أن يعلمه الاسم الأعظم فرأى في النوم هو الله الله الله الذي لا إله إلا هو رب العرش العظيم.
Artinya: 12; Al Fakhrur Razi mengutipkan tentang Zainal Abidin bahwasanya beliau pernah meminta kepada Allah untuk mengajari nya Ismul Adzam (nama yang agung) maka ia melihat jawabannya didalam mimpi: Huwa Allah Allah Allah Alladzi Laa Ilaha Illa Huwa Rabbul Arsyi Al Adzim.
[Fathul Bari Syarah Sahih Al Bukhari Libni Hajar: 11/189]
2. Imam Abu Utsman Al Magribi (W 125 H).
قال القشيري : سمعت أبا عبدالله السلمي يقول : دخلت على أبي عثمان المغربي ورجل يستقي الماء من البئر على بكرة فقال : يا أبا عبدالرحمن أتدري إيش تقول هذه البكرة فقلت : لا , فقال تقول : الله الله
Artinya: Al Qusyairi berkata: Aku mendengar Abu Abdillah AsSulami berkata: Aku pernah menemui Abu Uthman al-Maghribi dan lelaki yang sedang menimba air dari sumur untuk unta betina. Kemudian dia berkata: Wahai Abu Abdirrahman, apakah engkau tahu apa yang diucapkan unta betina ini?. Aku jawab: Aku tidak tahu. Kemudian dia berkata: Dia berkata; Allah Allah.
[Madarijus Saalikin: 2/305]
3. Al Imam Abul Husein Annuri (W 295 H).
وحكى أن أبا الحسين النوري بقي في منزله سبعة أيام لم يأكل ولم ينم ولم يشرب ، ويقول في ولهه ودهشه : الله الله ، وهو قائم يدور فأُخبر الجنيد بذلك فقال : انظروا أمحفوظ عليه أوقاته أم لا ؟ فقيل : إنه يصلي الفرائض فقال : الحمد لله الذي لم يجعل للشيطان عليه سبيلاً
Artinya: Dikisahkan bahwasanya Al Imam Abal Husein Annuri menetap dalam dirumahnya selama 7 hari, ia tidak makan, juga tidak tidur dan tidak minum. Dan ia berkata dalam keadaan gundahnya dan kebimbangan nya: Allah Allah, dengan keadaan berdiri dan berputar. Kemudian Imam Junaid diberitahukan akan kejadian itu dan ia berkata: Lihatlah oleh kalian akankah dia mampu menjaga waktu atau tidak?. Kemudian dijawab: Sesungguhnya dia selalu melakukan sholat fardhu. Imam Junaid berkata: Alhamdulillah yang tidak menjadikan syaitan mempunyai jalan atas dirinya.
[Haqa'iq Attafsir Lissalmi: 1/29-30]
4. Al Imam Al Jariri (W 311 H).
سمعت الجريري يقول: كان من بين أصحابنا رجل يكثر أن يقول: الله.. الله.. فوقع يوماً على رأسه جذع فانشج رأسه وسقط الدم، فاكتُتب على الأرض: الله.. الله.
Artinya: Aku mendengar Al Jariri berkata: Ada diantara para sahabat kami yakni laki-laki yang memperbanyakkan membaca: Allah Allah. Pada suatu ketika kepalanya tertimpa pokok kurma, kepalanya terluka dan meneteskan darah. Dan tertulis di atas tanah: Allah Allah
[Arrisalah Al Qusyairiyyah: 260]
5. Imam Assyibli (W 334 H).
قال له رجل : لم تقول الله ولا تقول لااله الا الله فقال استحي من ذكر كلمة النفي في حضرته
Artinya: Pernah seorang lelaki berkata kepadanya: Kenapa engkau mengucapkan Allah saja dan tidak Laa Ilaha Illallahu. Maka, beliau menjawab: Aku malu mendzikirkan kalimat penafian dihadapan kehadirat Allah.
[Al Kawabib Addurriyyah Lilmanawi: 1/627]
Jadi, kalau wahhabi tanya kenapa kamu dzikir Allah saja kenapa bukan Laa Ilaha Illallahu?. Maka, jawab saja seperti jawabannya Imam Assyibli diatas.
6. Al Imam Al Ghazali (W 505 H) menjelaskan hal ini:
فإن أصل طريق الدين القوت الحلال وعند ذلك يلقنه ذكراً من الأذكار حتى يشغل به لسانه وقلبه فيجلس ويقول مثلا الله الله أو سبحان الله سبحان الله أو ما يراه الشيخ من الكلمات
Artinya: Sesungguhnya asal tariqah agama (tasawuf) adalah memakan makanan yang halal. Kemudian, ketika itu sudah terpenuhi, hendaknya seorang guru mendiktekan/menuntun dengan lisan pada muridnya dengan salah satu macam dzikir hingga lisan dan hatinya sibuk dengan itu. Ia duduk dan berkata, misalnya (dzikir); Allah, Allah atau Subhanallah, subhanallah atau redaksi lain yang diajarkan oleh gurunya.
[Ihya' Ulumuddin: 3/75]
7. Imam Abdul Awwal Ibnu Ishaq Assijzi (W 553 H).
ولم يزل يقرأ حتى ختم الشورة، وقال : الله الله الله ، ثم تُوُفِّي وهو جالس على السجادة
Artinya: Al Imam Assijzi tiada hentinya membaca Al Quran sampai hatam dan berkata: Allah Allah Allah. Dan dia wafat dalam keadaan duduk di atas sajadahnya.
[Taarikhul Islam Liddzahabi: 38/120]
8. Al Imam Azzabidi yakni Muhammad bin Yahya bin Ali Al Qarsyi (W 555 H).
قال ابن عساكر : قال ولده إسماعيل: كان أبي في كل يوم وليلة من أيام مرضه يقول: الله الله، نحوا من خمسة عشر ألف مرة، فما زال يقولها حتى طفيء.
Artinya: Al Imam Ibnu Asakir mengatakan: Anaknya yaitu berkata: Bapaku setiap hari dan malam pada hari-hari semasa sakitnya mengucap: Allah Allah sekitar 15.000 kali. Dia terus mengucapkannya hingga meninggal.
[Al Aqdu Attsamiin: 149]
9. Al Imam Ibnu Mudzaffar (W 585 H).
Al Imam Ibnu Mudzaffar pernah di pukuli oleh seseorang dari kelompok batiniyah dan inilah yang terjadi selanjutnya;
فحمل إلى دار هناك، فلم يتكلّم، إلاّ أنّه كان يقول: الله، الله. وقال: ادفنوني عند أبي. ثم مات بعد الظّهر
Artinya: Kemudian dia membawa Ibn Mudzaffar ke sebuah rumah, dia tidak berbicara apapun kecuali mengatakan: Allah Allah. Dan ia juga berkata: Kuburkanlah aku disamping bapaku. Kemudian dia wafat setely dhuhur.
[Taarikhul Islam: 12/54]
10. Al Imam Abdul Qadir Al Jailani (W 561 H).
وقال سيدي عبد القادر الجيلاني الله هو الاسم الأعظم وإنما يستجاب لك إذا قلت الله وليس في قلبك غيره ولهذا الاسم خواص وعجائب منها أن من داوم عليه في خلوة مجردا بأن يقول الله الله حتى يغلب عليه منه حال شاهد عجائب الملكوت
Artinya: Sayyidi Abdul Qadir al-Jilani berkata: Allah”l adalah Ismul Adzam yang doamu akan dikabulkan ketika kamu mengucap Allah dan di hatimu tidak ada yang lain selain dia saja. Dan nama ini memiliki kekhususan dan keajaiban. Diantaranya sesiapa yang selalu dzikir nama ini ditempat yang sunyi lagi sendirian dengan mengucap Allah Allah sampai nama itu menguasainya, maka ia akan melihat keajaiban alam malakut.
[Hasyiah I'anatut Thaalibin: 1/17]
11. Al Imam Izzuddin bin Abdissalam (W 660 H).
وكان يقول : اختلف العلماء في أيما أفضل قول العبد : الله الله الله ، أو لا إله إلا الله ؛ فذهب قوم من الصوفية إلى أن ذكر الجلالة أفضل للمبتدىء، وذهب جمهور الصوفية والمحدثين والفقهاء، إلى أن لا إله إلا الله أفضل للمبتدىء والمنتهي. وذهب قوم إلى أن لا إله إلا الله ، ذكر المبتدي ، وقول الله الله فقط ذكر المنتهي ، ولكل من المذاهب الثلاثة وجه
Artinya: Izzuddin bin Abdissalam berkata: Ulama berbeda pendapat: Mana yang lebih utama ucapannya seorang hamba: Allah Allah Allah atau Laa Ilaha Illallahu. Sebagian kaum sufi berpendapat: bahwasanya dzikir asma Jalalah (Allah) adalah paling utama bagi yang masih memulakan suluk dizkirnya. Sedangkan mayoritas sufi, muhaddits dan fuqaha’ berpendapat La Ilaha Illallah lebih utama bagi yang baru memulai suluk dan yang sudah sampai puncak. Sebagian sufi berpendapat bahawa La Ilaha Illallah adalah dzikirnya mubtadi (salik yang baru suluk) dan Allah adalah dzikirnya muntahi (salik yang telah tinggi). Dan masing masing tiga pendapat ini memiliki pandangan.
[Al Anwar Al Qudsiyyah Lisya'rani: 1/30]
12. Al Imam Abul Abbas Al Mursi (W 686 H).
وكان الله يحث أصحابه على ذكر اسم الله ويقول هذا الاسم سلطان الأسماء وله بساط وثمرة فبساطه العلم وثمرته النور وإذا حصل النور وقع الكشف والعيان .
Artinya: Al Imam Abul Abbas Al Mursi (W 686 H) mengajarkan pada para muridnya dzikir nama Allah. Dan ia berkata: Nama ini adalah sultannya nama nama yang dimilikinya dan memiliki hamparan dan buah. Hamparannya adalah ilmu. Dan buahnya adalah nur. Jika telah mendapatkan nur maka akan terbuka nya kasyaf dan mata batin.
[Taqriibul Ushul Lizaini Dahlan 109]
13. Al Imam Ibnu Rajab Al Hanbali (W 795 H).
كما قويت المعرفة ، صار الذكر يجري على لسان الذاكر ، من غير كلفة ، حتى كان بعضهم يجري على لسانه في منامه : الله الله.
Artinya: Sebagimana mekrifatan yang kian menguat, maka dzikir mengalir pada lisannya orang yang sedang berdzikir dengan tanpa lelah sedikitpun, sehingga bagi sebagian orang mengalir dalam lisannya ketika dalam tidurnya: Allah Allah.
[Jaami'ul Ulum Wa Al Hikam: 3/1290]
14. Al Imam Syaikhul Islam Zakaria Al Anshari (W 926 H).
وكنت اذا أصلحت كلمة في الكتاب الذي أقرؤه عليه أسمعه يقول بخفض صوته الله الله لا يفتر حتى أفرغ
Artinya: Ketika aku memperbaiki kalimat dalam kitab yang sedang aku baca di depan Syaikhul Islam Zakariya, aku mendengar beliau dengan suara perlahan mengucap Allah Allah hingga aku selesai.
[Attabaqat Al Kubra: 452]
15. Al Imam Syihabudin Arramli (W 957 H).
سئل عن قول الشيخ العيدروس السيد العارف بالله تعالى عبد الله قدس الله روحه وسره في كتابه الكبريت الأحمر: أجمع العارفون على أن أفضل العبادات مع الله الأنفاس أعني: أن يكون خروجها ودخولها بذكر الجلالة، ولو قولك الله الله، أو ذكر لا إله إلا الله وهو الذكر الخفي الذي لم تتحرك به الشفتان...
فأجاب بأن النقل عن إجماع العارفين صحيح ومعناه ظاهر
Artinya: Beliau pernah ditanya tentang ucapan Assyaikh Al Idrus Assayyid Al Arif Billah Abdullah Semoga Allah menyucikan ruhnya dan rahasianya didalam kitabnya Al Kibriyyatul Ahmar: Telah Ijma' para kaum arifin, bahwasanya paling utamanya ibadah bersama Allah adalah ibadah nafas, yaitu keluar dan masuknya nafas dengan dzikir Allah, walaupun hanya dengan mengucap Allah Allah atau dzikir Lailaha illallah. Dia adalah dzikir khafi yang dua bibirnya tidak bergerak.
Imam Arramli menjawab: Sesungguhnya pengutipan Ijma' para ahli makrifat itu adalah sahih dan maknanya dzohir.
[Fatawa Arramli: 749]
Beliau juga menjelaskan dihalaman sebelumnya.
سئل عن قول القائل في مجلس الذكر الله الله في حال صحوه من استغراق، هل يسمى ذكرا، أو لا، وإذا قلتم بأنه لا يسمى ذكرا، هل يثاب عليه أم لا؟
فأجاب بأنه لا يسمى ذكرا عرفا لعدم إفادته لكنه يثاب لقصد الذكر.
Artinya: (Imam Arramli) beliau pernah ditanya tentang pendapat orang yang ada didalam sebuah majlis dzikir Allah Allah dalam keadaan mereka tenang karena menikmati dzikir itu. Apakah itu (Allah Allah) dinamakan dzikir atau tidak? dan apabila kalian mengatakan itu bukan dzikir apakah dipahalai atau tidak?
Maka beliau menjawab; Sesungguhnya secara kebiasaannya (umum) ia (Allah Allah) tidak dinamakan dzikir karena tidak ada faidahnya akan tetapi dia dipahalai karena bertujuan dzikir.
[Fatawa Arramli: 722]
16. Al Imam Ibnu Taj Al 'Arifin Al Manawi (W 1031 H) mengatakan:
٤٥١. (إذا أصاب أحدكم هم) أي: حزن أو لأواء) بفتح فسكون فمد شدة وضيق معيشة (فليقل) ندبًا الله الله) كرره استلذاذا بذكرِهِ
Artinya: Jika kegundahan, kebimbangan dan sulitnya penghidupan menimpa pada salah satu dari kalian. Maka, Katanlah dengan lembut Allah Allah. Ulangi ia sampai merasakan nikmatnya berdzikir nya (Allah Allah).
[Attaisir Syarah Al Jami' Asshagir: 1/233]
Dan demi Allah masih banyak lagi ulama yang membolehkan berdzikir Allah Allah Allah. Namun, tidak bisa kami sebutkan semuanya disini.
Kesimpulannya adalah;
1. Didalam Al Quran, hadist Rasulullah dan Atsar para sahabat sudah tertera dalil tersirat atas dzikiran Allah Allah ini meskipun nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wasallam tidak pernah ajarkan.
2. Berdzikir Allah Allah Allah bukan berarti meninggalkan dzikiran yang diajarkan nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wasallam.
3. Dzikiran Allah Allah sudah ada dizaman salafusoleh terdahulu tidak pernah ditemukan mereka mempersalahkan hal tersebut sebagimana konflik yang terjadi hari ini.
4. Soal ini adalah khilafiyah. Jadi, untuk menekan mundur perpecahan dan pertikaian sesama umat Islam. Maka, wajib menyampaikan khilafiyah ini kepada mereka dan hargailah perbedaan.
5. Dzikir Allah Allah tiada masalah dan tidak pernah tercatat dalam kitab manapun bahwa yang melakukannya masuk neraka akibat berdzikir Allah Allah Allah.
6. Tidak diajarkan nabi bukan berarti nabi larang.
7. Berdzikir Allah Allah Allah itu dipahalai.
Sebelum saya tutup, saya ingin menyampaikan satu hal; Konflik ini tidak akan pernah selesai jika masih ada satu pihak yang tidak mau menerima kenyataan atas khilafiyah ini. Kami ahli sunnah wal jama'ah ketika disalahkan oleh kalian kami memberikan perlawanan dengan ilmiah dan kenyataannya yang kami dapat hanyalah hinaan. Maka, stop perdebatan ini dan sampaikan khilafiyah ini maka konflik berakhir.
Sekian dan terima kasih.
Selesai
© ID Cyber aswaja.
NB: Dilarang untuk merubah sumber yang telah diterbitkan tanpa adanya izin resmi dari tim ID Cyber aswaja dan penulis tanpa terkecuali.