Kemuliaan Nasab Nabi
KEMULIAAN NASAB NABI ﷺ
Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq
إِنَّ اللهَ اصْطَفَي كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيْلَ وَاصْطَفَي قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ وَاصْطَفَي هَاشِمًا مِنْ قُرَيْشٍ وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ
“Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail, memilih Quraisy dari keturunan Kinanah, memilih Hasyim dari keturunan Quraisy dan memilihku dari keturunan Bani Hasyim.” (HR. Muslim)
خرجت من نكاح ، و لم أخرج من سفاح ، من لدن آدم إلى أن ولدني أبي و أمي ، لم يصبني من سفاح الجاهلية شيء
“Aku lahir dari pernikahan dan tidaklah aku dilahirkan dari perzinahan. Mulai dari Nabi Adam sampai pada ayah ibuku. Tidak ada keburukan Jahiliyah sedikit pun dalam nasabku.” (HR. Thabrani)
بعثت من خير قرون ابن آدم ، قرنا فقرنا ، حتى كنت من القرن الذي كنت فيه
“Aku diutus dari keturunan bani Adam yang terbaik pada setiap kurunnya, hingga sampai pada kurun di mana aku dilahirkan.” (HR. Bukhari)
ما افترق الناس فرقتين إلا جعلني الله في خيرهما فأخرجت من أبويَّ، ولم يصبني شيء من عهد الجاهلية
"Tidaklah terbagi manusia menjadi dua kelompok, kecuali aku ada di kelompok terbaiknya, yang aku lahir dari nenek moyangnya. Dan tidak menimpa diriku sedikit pun dari keburukan jahiliyah." (HR. Baihaqi)
ثم كان أول ما سألني عنه أن قال كيف نسبه فيكم، قلت: هو فينا ذو نسب
“Maka yang pertama ditanyakannya kepadaku (Abu Sufyan) tentang beliau (oleh Najasyi) adalah, ‘Bagaimana kedudukan nasabnya di tengah-tengah kalian? Aku menjawab, ‘Dia adalah orang yang memiliki nasab yang mulia.” (HR. Bukhari)