Jadilah Syafi'iyah, jangan Asy'ariyah?
🔰 JADILAH SYAFI'I JANGAN JADI ASYA'RI ADALAH PERKATAAN ORANG MU'TAZILAH.
Oleh: M. Rofiannur Al Hamaamuh, SN, DH.
Rebuttal to: Salafi Wahhabi.
Pokok pembahasan utama kita adalah ucapan seperti judul diatas. Sebab, ada sebagian pihak dari kelompok salafi Wahhabi yang klaim bahwa ungkapan "Fiqih Syafi'i Aqidah Asya'ari" merupakan ungkapan yang batil, salah, keliru, bertentangan dan lain lainnya. Namun, kita akan bahas dilain waktu soal itu karena konteks kita adalah sesuai judul.
Kerap sekali mereka mengklaim bahwa ungkapan "Jadilah Assyafi'i Jangan Jadi Asy'ariy" merupakan sebuah wasiat dari ulama salaf dan kerap juga mereka menjadikan ucapan tadi sebagai hujjah mereka untuk mencela Assya'irah. Sekarang mari kita bahas detail dan tuntas soal itu.
Ucapan yang kami maksud adalah yang berada dibawah ini;
كُن شافعياً ولا تكن أشعرياً، وكُن حنفياً ولا تكن معتزلياً، وكن حنبلياً ولا تكن مشبها
Artinya: Jadilah seorang Assyafi'i dan jangan menjadi seorang Asy'ari - Jadilah seorang Hanafi dan jangan menjadi seorang Mu'tazilah - dan jadilah seorang Hanbali dan jangan menjadi seorang Musyabbihah.
Ternyata eh ternyata, ungkapan itu berasal dari seseorang yang bernama Al Hasan bin Abi Bakar Annaisaaburi Al Hanafi. Imam Addzahabi (W 748 H) mengungkapkan;
وكان يلعن الأشعري جهراً على المنبر ويقول : كُن شافعياً ولا تكن أشعرياً، وكُن حنفياً، ولا تكن معتزلياً، وكن حنبلياً ولا تكن مشبها.
Artinya: Dan dia (Al Hasan bin Abi Bakar Annaisaaburi Al Hanafi) kerap melaknat Asya'ari secara terang terangan diatas mimbar seraya berkata: Jadilah seorang Assyafi'i dan jangan menjadi seorang Asy'ari - Jadilah seorang Hanafi dan jangan menjadi seorang Mu'tazilah - dan jadilah seorang Hanbali dan jangan menjadi seorang Musyabbihah.
[Taarikhul Islam: 36/225]
Siapakah orang itu? Apa aqidahnya? Dan lain lainnya. Mari kita bahas detail dan tuntas soal ini.
A. ASAL USUL PERSOALAN.
Sosok yang bernama Al Hasan bin Abi Bakar Annaisaaburi Al Hanafi itu pertama kali muncul di Baghdad. Waktu itu seorang sultan datang juga ke Baghdad dan kebetulan Al Hasan Annaisaaburi itu juga datang kesana.
Imam Addzahabi (W 748 H) menceritakan apa yang terjadi disana sebagaimana berikut:
قال ابن الجوزي : جالسته مدةً، وسمعت مجالسه كثيراً، وجلس بجامع القصر. وكان يلعن الأشعري جهراً على المنبر ويقول : كُن شافعياً ولا تكن أشعرياً، وكُن حنفياً، ولا تكن معتزلياً، وكن حنبلياً ولا تكن مشبها.
Artinya: Al Imam Ibnul Jauzi (W 597 H) mengatakan: Aku (Ibnul Jauzi) pernah duduk dengannya (maksudnya dengan Al Hasan bin Abi Bakar Annaisaaburi Al Hanafi) sebentar, aku pernah mendengar majelisnya (tempat dia mengajar) itu banyak dan ia selalu duduk di masjid Al Qashr. Dia selalu melaknat Asya'ari secara terang terangan diatas mimbar dan dia berkata: Jadilah seorang Assyafi'i dan jangan menjadi seorang Asy'ari - Jadilah seorang Hanafi dan jangan menjadi seorang Mu'tazilah - dan jadilah seorang Hanbali dan jangan menjadi seorang Musyabbihah.
وكان أبو الفتوح الإسفرائيني يجلس ويعظ في رباطه، ويتكلم على محاسن مذهب الأشعري، فتقع الخصومات فذهب أبو الحسن الغزنوي ) إلى السلطان وأخبره بالفتن وقال : إن أبا الفتوح صاحب فتنة، وقد رجم ببغداد مراراً، والصواب إخراجه. فأخرج من بغداد، وعاد الحسن بن أبي بكر النيسابوري إلى وطنه.
Artinya: Abul Futuh Al Isfarayinii selalu duduk dan memberikan pencerahan di kantornya dan ia membicarakan kebaikan madzhab Asya'ari. Lalu, terjadilah perselisihan. Sehingga, Abul Hasan Al Gaznawi pergi mendatangi sultan dan memberitahukan padanya soal fitnah. Dan dia berkata: Sesungguhnya Abal Futuh adalah tukang fitnah. Dan sungguh dia (Abul Futuh) di rajam berkali kali tapi yang benar sultan mengeluarkan nya sehingga dia (Abul Futuh) keluar dari Baghdad dan Al Hasan bin Abi Bakar Annaisaaburi kembali ke negaranya.
[Taarikhul Islam: 36/225]
Tolong dicatat poin poin ini:
• Al Hasan bin Abi Bakar Annaisaaburi datang ke kota Baghdad.
• Dia selalu ceramah di Masjid Al Qashr.
• Dia selalu melaknat Asya'ari secara terang terangan.
• Fitnah di Baghdad terjadi waktu ia masih disana.
• Diusirnya Abul Futuh Al Isfarayinii saat dia disana.
• Dia keluar dari Baghdad setelah di usirnya Abul Futuh Al Isfarayinii.
Tolong diingat poin poin tadi sebab kita akan memasuki sesi kajian ilmiah nya.
B. MENYINGKAP TABIR KEPALSUAN SI AL HASAN.
Ternyata nama asli dari Al Hasan bin Abi Bakar Annaisaaburi Al Hanafi dalam kisah diatas adalah Al Hasan bin Dzinnun bin Abil Qasim, seorang penceramah yang masyhur. Dia binasa pada tahun 545 Hijriah.
Imam Addzahabi (W 748 H) menjelaskan sosok dia itu:
٢٦٠ - الحَسَنُ بن ذي النون بن أبي القاسم". الواعظ المشهور أبو المفاخر الشعري ، النيسابوري .
Artinya: 260 - Al Hasan Al Hasan bin Dzinnun bin Abil Qasim Abul Mafakhir Assyi'ri Annaisaaburi "seorang penceramah yang masyhur".
[Taarikhul Islam: 37/218]
٢٦٣ - الْحَسَنُ بْن ذي النُّون بْن أَبِي القاسم، الواعظ المشهور، أبو المفاخر الشعري، النَّيْسابوريّ. [المتوفى: ٥٤٥ هـ]
https://ketabonline.com/ar/books/4043/read?part=11&page=24908&index=2726538%2F2726549%2F2726809%2F2726816 .
Dan ternyata Al Hasan Al Hasan bin Dzinnun bin Abil Qasim Abul Mafakhir Assyi'ri Annaisaaburi atau nama palsunya Al Hasan bin Abi Bakar Annaisaaburi Al Hanafi (W 545 H) tadi bukan salaf. Melainkan dia adalah makhluk astral yang hidup di qurun ke enam. Jadi, yang katanya ucapan diatas merupakan wasiat dari salaf adalah bohong dan dusta yang nyata.
Tapi, kita lanjutkan dulu biar orang lain tidak salah kaprah. Kita cek lagi, siapa sih sebenarnya Al Hasan Al Hasan bin Dzinnun bin Abil Qasim Abul Mafakhir Assyi'ri Annaisaaburi ini?.
Imam Addzahabi (W 748 H) lebih lanjut menjelaskan sosok dia itu:
وعظ ببغداد في جامع القصر مدة، وأظهر التحنبل وذم الأشاعرة، وبالغ.
Artinya: Dia pernah berceramah di Baghdad didalam masjid Al Qashr sebentar. Dia menampakkan Attahanbul (maksudnya berpura pura bermadzhab Hanbali padahal bukan Madzhab Hanbali) dan mencela Assya'irah dan berlebihan.
[Taarikhul Islam: 37/217]
Jelasnya, bahwa Al Hasan bin Abi Bakar Annaisaaburi madzhabnya bukan Hanafi tapi Hanbali itupun dia berpura pura bermadzhab Hanbali. Oke, kita lanjutkan kembali, apa dampak buruk yang terjadi ketika dia berceramah di Baghdad waktu itu?
Imam Addzahabi (W 748 H) melanjutkan penjelasannya:
وهو كان السبب في إخراج أبي الفتوح الإسفرائيني من بغداد ومال إليه الحنابلة.
Artinya: Dialah penyebab dikeluarkan nya Abil Futuh Al Isfarayinii dari Baghdad. Dan pengikut Madzhab Hanbali condong (suka) padanya.
[Taarikhul Islam: 37/217]
Apakah madzhab Si Al Hasan itu? Dan apa Aqidahnya?
Imam Addzahabi (W 748 H) melanjutkan penjelasannya:
ثم بان أنه معتزلي يقول بخلق القرآن، بعد أن كان يُظهر ذم المعتزلة .ثم قلعه الله من بغداد، وهلك بغربة، رحم الله المسلمين .
Artinya: Kemudian telah jelas bahwasanya dia seorang Mu'tazilah yang berkata Qur'an makhluk setelah dia menampakkan mencela Mu'tazilah. Lalu Allah pindahkan dia dari Baghdad dan dia binasa di Gazbah. Semoga Allah merahmati kaum muslimin.
[Taarikhul Islam: 37/217]
Jadi sudah jelasnya bahwa ternyata Al Hasan bin Abi Bakar Annaisaaburi Al Hanafi itu, yang ngajar di masjid Al Qashr itu, yang melaknat Asya'ari itu, yang mengatakan: Jadilah Assyafi'i Jangan Jadi Asy'ariy bla bla bla merupakan makhluk astral yang bernama asli Al Hasan Al Hasan bin Dzinnun bin Abil Qasim Abul Mafakhir Assyi'ri Annaisaaburi, dia binasa tahun 545 H (bukan salaf), dia penyebab dikeluarkan nya Abul Futuh Al Isfarayinii, dia bertaqiyah menjadi madzhab Hanbali agar di gemari/disukai oleh para pengikut Madzhab Hanbali, dia madzhab nya dan Aqidahnya adalah Mu'tazilah, dan dia berkata Al Qur'an adalah Makhluk.
Jadi, aneh kalau ada yang mengaku salafi menggunakan perkataan orang Mu'tazilah untuk mendukung argumentasinya. Sejak kapan salafus saleh bertopang diatas ucapan Mu'tazilah? Ini jelas kebodohan dan kebohongan yang sangat amat luar biasa.
Kita cek kembali komentar ulama soal makhluk astral tadi.
Al Imam Ibnu Katsir (W 774 H) mengomentari juga sosok Al Hasan ini:
ابن أبي القاسم بن أبي الحسن ، أبو المفاخر النيسابوري ، قدم بغداد فوعظ ، وجعل ينال من الأشعرية فأحبه الحنابلة ، ثم اختبروه ، فإذا هو معتزلي ، ففتر سوقه ، وجرت بسببه فتنة ببغداد.
Artinya: Ibnu Abil Qasim bin Abil Hasan Abul Mafakhir Annaisaaburi; Dia sampai di Baghdad lalu berceramah. Dia mencela Assya'riyyah sehingga pengikut hanabilah menyukainya. Lalu, kelompok Hanabilah menelusuri nya. Didapati dia adalah seorang Mu'tazilah. Dia telah menyebarkan fitnah di pasarnya dan terjadilah fitnah sebabnya di Baghdad.
[Al Bidayah Wa Annihayah: 16/361]
Al Imam Ibnu Jauzi Al Hanbali (W 597 H) turut menjelaskan juga:
ورد بغداد واقام بها مدة يعظ في جامع القصر وغيره واظهر السنة وذم الاشاعرة وبالغ ، وقد ذكرت في الحوادث ما جرى له ، وكان هو السبب في اخراج أبي الفتوح الاسفرائيني من بغداد ومال إليه الحنابلة لما فعل . وحدثني ابو الحسن البراندسي انه خلا به فصرح له بخلق القرآن وبان بأنه كان يميل الى رأي المعتزلة بعد / أن كان يظهر ذمهم ثم فتر سوقه، وخرج من بغداد فتوفي بقرية ايذاجرد في جمادى الأولى من هذه السنة.
Artinya: Dia diterima di Baghdad dan tinggal disana beberapa saat. Dia berceramah didalam masjid Al Qashr dan selainnya, dia menampakkan Sunnah dan mencela Assya'irah dan berlebihan. Dan aku (Ibnu Jauzi) telah jelaskan peristiwa yang terjadi padanya. Dia merupakan penyebab dikeluarkan nya/diusirnya Abil Futuh Al Isfarayinii dari Baghdad dan kaum Hanabilah menyukainya karena apa apa yang telah dia lakukan. Abul Hasan Al Barandasi telah menceritakan kepadaku: Bahwasanya telah lalu kejelasan tentangnya soal Al Qur'an makhluk. Dan jelas pula sesungguhnya dia condong pada pandangan Mu'tazilah meskipun ia telah menampakkan celaan pada mereka (Mu'tazilah) lalu menebar fitnah di pasarnya. Dan ia keluar dari Baghdad dan dikubur di desa Idzajard pada Jumadil Ula tahun ini.
[Al Muntadzam Fii Taarikh Al Muluk Wa Al Umam: 17/79]
Jadi, Al Hasan bin Abi Bakar Annaisaaburi merupakan orang Mu'tazilah dan ini fakta yang tak terbantahkan, kebusukannya, kedustaannya dan kebohongannya sudah tercatat dalam sejarah. Tinggal kita yang memilih, mau tetap diam atau bergerak turut ambil bagian dalam menegakkan kebenaran atau tidak?. Orang orang seperti itu memang sejak dulu sudah ada apalagi hari ini.
Kesimpulannya adalah hujjah salafi Wahhabi selama ini diatas perkataan كُن شافعياً ولا تكن أشعرياً، وكُن حنفياً ولا تكن معتزلياً، وكن حنبلياً ولا تكن مشبها merupakan perkataan orang Mu'tazilah yang suka berpura-pura jadi orang baik padahal tukang tebar fitnah, penyebab kerusakan dan lain lainnya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Selesai
© ID Cyber aswaja.
NB: Dilarang untuk merubah sumber yang telah diterbitkan tanpa adanya izin resmi dari tim ID Cyber aswaja dan penulis tanpa terkecuali.
https://www.facebook.com/share/p/EmfLvoQB8q9UXXhE/?mibextid=xfxF2i