Akidah Kebingungan
📌 Aqidah Kebingungan
1. Bab : Allah Ada Tanpa Tempat
🟢 Asy’ari “Allah ada tanpa tempat”
🔴 Taimiy “Aqidah sesat! Sesuatu yang ada pasti punya tempat. Kalau sesuatu tidak punya tempat maka berarti sesuatu itu tidak ada”
🟢 Asy’ari “Apakah tempat adalah makhluk atau bukan makhluk?”
🔴 Taimi “Tempat adalah makhluk”
🟢 Asy’ari “Jika tempat adalah makhluk. Berarti awalnya, tempat tidak ada. Betul?”
🔴 Taimi “Ya, betul!”
🟢 Asy’ari “Sebelum ada tempat. Apakah Allah ada atau tidak ada?”
Taimi bingung. Jika dia menjawab “Ada” berarti dia setuju dengan aqidah “Allah ada tanpa tempat” Karena Allah sudah ada sebelum adanya tempat. Jika dia menjawab “Tidak ada” berarti Allah baru ada setelah adanya tempat. Lalu, siapa yang menciptakan tempat sebelum jika Allah belum ada?
2. Bab : Sesuatu Yang Bukan Makhluk Tidak Berada Di Dalam Makhluk
🟢 Asy’ari “Al Qur’an yang bukan makhluk tidak berada didalam mushaf”
🔴 Taimi “Aqidah sesat!”
🟢 Asy’ari “Apakah mushaf adalah makhluk atau bukan makhluk?”
🔴 Taimi “Mushaf adalah makhluk. Tapi, Al Qur’an yang berada didalam mushaf adalah bukan makhluk”
🟢 Asy’ari “Apakah sesuatu yang bukan makhluk berada didalam makhluk?”
Taimi bingung. Jika dia menjawab “Sesuatu yang bukan makhluk berada didalam makhluk” berarti dia telah meyakini bahwa Allah atau sifat Allah berada di dalam makhluk. Jika dia menjawab “Sesuatu yang bukan makhluk tidak berada didalam makhluk” berarti dia setuju dengan Asy’ari bahwa “Al Qur’an yang bukan makhluk tidak berada didalam mushaf, karena mushaf adalah makhluk”
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02dD932EjnpgmoEhEbz2kAdNkbV4jxx59mX8b8aMg6MaW4G1upkpS5FVhRosUVTJrVl&id=100003787253784