Tanda Guru yang Ikhlas Mengajar
Ketulusan Mengajar
Termasuk pertanda dari ketulusan dlm mengajar adalah :
• Tidak merasa sakit hati bila muridnya ikut mengaji pd ustadz / kiai lain.
Semisal juga, ketika masyarakatnya mengundang penceramah kiai dari luar da'erah -yang memang berkualitas-, ia ndak mempermasalahkannya.
Semisal lain, bila pengikutnya ngeshare kajian / konten dari ustadz lain, ia ndak hasud.
Dan banyaknya pengajar / ustadz yg terkena coba'an ini, merasakan sakit hati bila muridnya ikut kajian lain, dikarenakan rusaknya niat mengajar, juga sebab kebodohan nafsunya yg masih melekat.
• Tidak gengsi mengajar murid yg sedikit, meskipun hanya satu.
Semisal juga, ia ndak mempermasalahkan bila konten kajian / status hasil pemikirannya hanya disukai sedikit orang, masih tetep rajin bikin kajian online / sekedar share tulisan ringan.
Intinya, selama ia masih membedakan kuantitas murid, kalau banyak mau mengajar & kalau sedikit ogah, dan masih membedakan kualitas amaliyahnya, ketika disaksikan manusia maka perfec & ketika disaksikan binatang maka semaunya, atau ndak suka -hasud- sama temannya yg telah mengajar, bahkan mempunyai banyak murid, maka bisa dipastikan bahwa ia telah keluar dari poin inti keikhlasan.
Ada kisah teladan yg diriwayatkan oleh salah satu muridnnya Syaikhina KH. Abdurrahim bin Ahmad Sarang, ketika si murid tsb sedang mengikuti kajian kitab Shahih Bukhari yg diampu oleh beliau, dan pd hari itu yg mengaji hanya ia seorang, ia pun kagum atas ketulusan beliau yg ia rasakan, semangat beliau dlm membaca serta menjelaskan kandungan perhadis dihadapan satu murid tak ubahnya sama persis ketika dihadapan ratusan murid yg biasa ikut kajian kitab Fathul qarib.
📚 ØÙ„ية الطلاب لشيخنا Ù…ØÙ…د سعيد بن عبد الرØÙŠÙ… السارنغي ؛ ٣٩٥