Menerjemahkan Yad dengan Tangan itu Bid'ah
MENETAPKAN ALLAH PUNYA TANGAN SECARA HAKIKAT DAN MAKLUM MAKNA ADALAH BID'AH SESAT YANG TIDAK DILAKUKAN ULAMA SALAF
Wahabi ketika berbicara tentang bid'ah selalu mengatakan kepada lawan debatnya "Seandainya itu baik niscaya para ulama salaf sudah melakukannya, karena mereka paling mengetahui tentang syari'at. Apa kamu merasa lebih alim dari ulama salaf ??"
Tapi mereka tidak sadar bahwa mereka sudah menjilat ludah sendiri, yaitu dengan menetapkan sifat yad dengan terjemahannya, dimana para ulama salaf tidak melakukannya bahkan mengingkarinya.
Imam Sufyan bin 'Uyainah (Guru Imam Bukhari) :
ﻟﻴﺲ ﻷﺣﺪ ﺃﻥ ﻳﻔﺴﺮﻩ ﺑﺎﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﻭﻻ ﺑﺎﻟﻔﺎﺭﺳﻴﺔ
Tidak boleh bagi seseorang menjelaskan maknanya dengan bahasa arab dan tidak menterjemahkannya dengan bahasa Persia.
Kitab al Asma wa Shifat.
Imam Ibnu Suraij :
ولا نترجم عن صفاته بلغة غير العربية
Kami tidak menterjemahkan sifat-sifat Nya dengan bahasa selain bahasa arab.
Kitab al Uluw lil Aliyyil Goffar.
Imam Abu Hanifah :
ﻭﻛﻞ ﺷﻲء ﺫﻛﺮﻩ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﺑﺎﻟﻔﺎﺭﺳﻴﺔ ﻣﻦ ﺻﻔﺎﺕ اﻟﻠﻪ ﻋﺰ اﺳﻤﻪ ﻓﺠﺎﺋﺰ اﻟﻘﻮﻝ ﺑﻪ ﺳﻮﻯ اﻟﻴﺪ ﺑﺎﻟﻔﺎﺭﺳﻴﺔ
Semua yang dituturkan para ulama dengan bahasa Persia dari sifat-sifat Allah, maka boleh berkata dengannya kecuali yad dengan bahasa Persia.
Kitab al Fiqhul Akbar.
Jelas, menetapkan yad dengan terjemahan sangat diingkari oleh ulama salaf, dikarenakan ulama salaf menetapkan sifat dengan makna hakikat, bukan dengan majaz, dan menyerahkan makna hakikatnya kepada Allah.
Jika sifat yad diterjemahkan ke dalam bahasa selain Arab lalu dikatakan secara hakikat dan maklum maknanya, maka otomatis yang diyakini seseorang adalah organ tubuh. Misalkan dikatakan Allah punya tangan secara hakikat dan ma'lum maknanya, maka jelas makna yang ma'lum dari kata tangan secara hakikat adalah organ tubuh. Tidak ada makna selainnya, sekalipun jika ada maka menjadi batal kaidah makna yang ma'lum, karena tangan secara hakikat bukan anggota badan adalah makna yang asing, bahkan bukan yang ma'lum alias tidak diketahui.
Wajar umat muslim dihebohkan dengan aqidah Wahabi yang menetapkan Allah punya tangan karena hal itu tidak pernah dilakukan ulama salaf.
Aqidah Wahabi menyerupai aqidahnya umat hindu, atau keyakinan bangsa yunani yang menyembah dewa dewi.
Maha suci Allah dari sifat yang disifatkan oleh Wahabi.
Abdurrachman asy Syafi'iy