Uraian Hadist Ke 17 Arbain Nawawi: Keindahan Islam
Catatan Arbain (17)
HADITS KETUJUH BELAS
(Islam terlalu indah)
Oleh : Najih Ibn Abdil Hameed
1. Islam agama yg terlalu indah.
2. Lihat bagaimana Rasulullaah ﷺ mengajarkan sikap lemah lembut terhadap orang yg hendak dibunuh (karena qishosh misalnya), bahkan terhadap binatang pun menyembelihnya harus dengan cara yg paling Indah.
Pisau harus diasah tajam, harus sekali potong, harus tepat sasaran hulqum (saluran nafas) dan mari (saluran makanan) sehingga mempercepat kematian, jika tidak tepat, sembelihan menjadi haram dikonsumsi. Sebelum disembelih hendaknya diistirahatkan, diberi makan minum, dibaringkan tanpa menyakiti, di tempat yg rata, tidak mengasah pisau di depannya, dan tidak boleh disembelih di hadapan binatang lainnya terutama anak dan induknya. Hendaknya tidak dikuliti sebelum benar benar mati.
3. Dalam sebuah riwayat, Nabi Yaqub alaihissalam mendapat ujian berat dari Allah, kehilangan putra terbaiknya, Yusuf alihissalam, disebabkan kekhilafan beliau, pernah menyembelih anak sapi di hadapan induknya.
4. Binatang binatang pengganngu seperti ular, tikus, kutu, nyamuk, dan semacamnya boleh dibunuh tetapi tidak boleh dengan cara disiksa, dibakar, atau dijemur.
5. Membunuh seekor cicak (tokek) dengan sekali pukul, mendapat seratus pahala. Jika dua kali pukul baru mati, hanya mendapat lima puluh pahala. Semakin lama proses menyakitinya, semakin kecil pahalanya.
6. Jika perilaku terhadap binatang yang boleh dibunuh saja, Islam begitu peduli memberi aturan, apalagi perilaku terhadap sesama manusia yang haram darahnya. Tak ada ruang sama sekali untuk saling menyakiti, baik dengan ucapan atau tindakan.
Sayang sekali ajaran Islam yang begitu indah seperti ditinggalkan oleh sebagian pemeluknya. Wajah Islam menjadi garang. Teriakan takbir seorang muslim menjadi "hantu" bagi sebagian saudara muslim lainnya, terlebih bagi non muslim.
---
ان الله كتب الاحسان على كل شيء
7. Allah menuntut (hambanNya) untuk berperilaku baik terhadap segala sesuatu. Ya, terhadap segala sesuatu :
- Terhadap Allah : hanya menyembahNya, tidak syirik, menaati perintahNya, meninggalkan laranganNya.
- Terhadap diri sendiri : tidak menyakitinya, tidak membiarkannya bodoh dari ilmu agama, membawanya menuju ketaatan, tidak menjerumuskannya ke neraka dengan maksiyat
- Terhadap anak dan keluarga : memperlakukan dengan lembut dan akhlak mulia, memerintahkan maruf, melarang munkar, mengajarkan agama, tidak menuntut melebihi kemampuan.
- Terhadap semua manusia : menasehati, tidak menghasad, menahan diri atas perilaku buruk mereka, mengajarkan kepada mereka ilmu yang bermanfaat, sering berdoa kepada Allah agar mereka semua mendapat hidayah taufiq dan ampunanNya
- Terhadap para nabi : iman percaya atas kenabian semua nabi, mencintai semua nabi
- Terhadap ulama : memuliakannya, menerima pendapatnya, dan tidak membicarakan aib kekhilafannya
- Terhadap jin : mengajak mereka menuju kebaikan dan melarang kemunkaran, meniatkan salam untuk mereka juga saat membaca salam dalam sholat
- Terhadap malaikat : iman percaya akan keberadaan mereka dan meyakini mereka hamba Allah yang baik, mencintai dan memulaikannya, tidak menyakiti malaikat pencatat amal dengan bermaksiyat, tidak makan makanan yg aromanya mengganggu mereka
- Terhadap pemimpin : menghormatinya, taat perintahnya asal bukan perintah maksiyat.
- Terhadap yang lebih tua : menghormat, terhadap yang lebih muda : menyayang
- Terhadap bumi dan langit : tafakkur ayat ayatNya, mensyukuri keberadaanya, tidak melakukan maksiyat karena dapat menyakiti dan merepotkan keduanya sebagai saksi di hari kiamat.
- Terhadap tumbuhan : menjaganya dari kerusakan, membudidayakan tanaman yg bermanfaat.
- Terhadap binatang : sudah disebut di poin 2 s.d. 5.
Adakah di mana Islam terlihat bengis??? Indahnya hukum rajam, qishos, potong tangan, bisa dinikmati dalam dialog imajiner berikut : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1125369934150435&id=100000323173817
Bojonegoro, 14 Ramadhan 1440
Najih Ibn Abdil Hameed