Solusi Shalat Jumat dg Bilangan Kurang dari 40 Orang
Berikut adalah Solusi Shalat Jumat Dengan Bilangan Yang Kurang Dari Empat Puluh Orang
Di daerah kami, tepatnya di Banten, banyak kampung-kampung terpencil yang hanya dihuni kurang lebih hanya 17 kepala keluarga, otomatis tidak mencapai bilangan Jumat, yaitu 40 orang laki-laki. Tetapi Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani memberikan solusi dengan berfatwa bahwa boleh melaksanakan shalat Jumat walaupun kurang dari 40. Sebagaimana tertulis dalam kitabnya Al-'Iqd As-Tsamin penjelasan dari kitab Mandzumah As-Sittin.
Referensi:
(فرع) اختار النووي القول بانعقاد الجمعة باثني عشر رجلا مكلفا حرا مستوطنا في محل الجمعة بحيث لا يسافر منه شتاء وغيره إلا لحاجة من زيارة أو تجارة ، واكتفى بذلك تقى الدين السبكي ، وأفتى بذلك احمد بن طاهر بن جمعان وقال أفتى النووى بذلك ، وقد أفتيتُ به أهل القرى الصغار ، وفيه مصلحة للمسلمين في المداومة على إقامة شعار الاجتماع واتفاق الكلمة وفي أظهار شعائر الاسلام ، واختار المزنى وأبو بكر المنذري والسيوطي وسليمان بن يحي بن عمر الأهدل القول القديم بانعقاد الجمعة بأربعة ، حتى قال سليمان : فعليك بهذا القول بلا تقليد للغير ولا إعادة ، إذ وسع الله عليك إمامك الشافعى فى القديم أي لأن العمل بالقول الضعيف في المذهب أولى من التقليد للمذهب المخالف ومعلوم اذا جازت الجمعة بأربعة فجوازها باثني عشر من باب أولى اهـ
(Cabang) Imam Al-Nawawi memilih pendapat bahwa shalat Jumat sah dengan dua belas orang laki-laki mukallaf, yang merdeka, yang bertanahair di tempat shalat Jumat, sekiranya tidak ada seorang pun yang bepergian ke sana pada musim dingin atau di tempat lain kecuali untuk keperluan ziarah atau berdagang. Imam Taqiudin as-Subki merasa cukup dengan pendapat itu, dan Ahmad bin Tahir bin Jam'an memfatwakan pendapat itu dan berkata, Imam Al-Nawawi memfatwakannya, dan saya (Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani) memfatwakannya untuk masyarakat kampung-kampung kecil, dan didalamnya terdapat maslahat bagi umat Islam untuk terus menjunjung tinggi syi'ar perkumpulan dan kesepakatan kata serta dalam menampakkan syi'ar-syiar Islam. Imam Al-Muzani, Syekh Abu Bakar Al-Mundziri, Imam As-Suyuti, dan Syekh Sulaiman bin Yahya bin Umar Al-Ahdal memilih qoul qodim tentang sahnya shalat Jumat dengan empat orang saja, sampai Syekh Sulaiman berkata: Jadi hendaknya kamu berpegang dengan pendapat ini tanpa taklid kepada madzhab lain, dan tidak perlu adanya i'adah (mengulangi shalat dzuhur). Karena Allah telah melimpahkan berkah kepadamu dengan Imammu yaitu Imam Syafii didalam qoul qodim. Maksudnya karena beramal dengan pendapat yang lemah dalam satu madzhab itu lebih baik dari pada taklid kepada madzhab yang berbeda, dan diketahui jika shalat jumat dibolehkan dengan hanya empat orang, maka diperbolehkannya dengan dua belas orang itu lebih utama. Selesai. [Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, kitab Al-'Iqd As-Tsamin Syarh Mandzumah As-Sittin, halaman 23]
الفقير الراجي رحمة ربه المنان ، سبط شافع رياض الجنان البنتني غفر الله له ولوالديه. آمين