Benarkah Imam Nawawi Melarang Melafalkan Niat?
Berikut pendapat beliau yang sering dinukil oleh pihak yang melarang bahkan membid'ahkan
.
IMAM NAWAWI Rahimahullah mengatakan :
.
لا يصح الصوم إلا بالنية، ومحلها القلب، ولا يشترط النطق بلا خلاف
.
Tidak sah puasa kecuali dengan niat, dan letak niat adalah hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan tanpa adanya khilaf.
.
[Raudhatut Thalibin : Jilid 2, Halaman 214]
__
.
Tidak disyaratkan artinya tidak wajib, namun bukan berarti beliau melarang. Sebab dihalaman yang sama justru beliau memberi contoh redaksi/bacaan Niat Puasa Bulan Ramadhan.
.
IMAM NAWAWI Rahimahullah mengatakan :
.
وكمال النية في رمضان : أن ينوي صوم غد عن أداء فرض رمضان هذه السنة لله تعالى.
.
Niat (puasa) yang sempurna di bulan Ramadhan ialah : Aku berniat puasa esok hari untuk melaksanakan fardhu Ramadhan tahun ini karena ALLAH Ta'ala.
.
[Raudhatut Thalibin : Jilid 2, Halaman 214]
__
.
IMAM NAWAWI Rahimahullah mengatakan :
.
قال أصحابنا : يستحب أن ينوي بقلبه ويتلفظ بلسانه
.
Para sahabat kami berpendapat : Dianjurkan untuk berniat dihatinya serta diucapkan dengan lisanya.
.
[Raudhatut Thalibin : Jilid 1, Halaman 161]
.
IMAM NAWAWI Rahimahullah mengatakan :
.
والواجب : أن ينوي هذا بقلبه، فإن ضم إلى نية القلب التلفظ، كان أفضل. والله أعلم
.
Yang wajib ialah menetapkan niat itu dihatinya, tapi jika niat hati digabung dengan ucapan, maka itu lebih utama. Wallahu A'lam.
.
[Raudhatut Thalibin : Jilid 2, Halaman 335]
.
IMAM NAWAWI Rahimahullah mengatakan :
.
والنية بالقلب، ويندب النطق
.
Niat itu dengan hati, dan dianjurkan untuk diucapkan
.
[Minhajut Thalibin : Halaman 15]
.
IMAM NAWAWI Rahimahullah mengatakan :
ومحل النية القلب، ولا يشترط نطق اللسان بلا خلاف، ولا يكفي عن نية القلب بلا خلاف، ولكن يستحب التلفظ مع القلب.
.
Letak niat adalah hati, tidak disyaratkan diucapkan dengan lisan tanpa adanya khilaf, tak cukup jika tidak diniatkan dalam hati tanpa adanya khilaf, namun di anjurkan untuk diucapkan mengiringi niat dihati.
.
[Al-Majmu' Syarhul Muhadzhab : Jilid 7, Halaman 355]
.
IMAM NAWAWI Rahimahullah mengatakan :
.
النية بالقلب ولا يجب اللفظ باللسان معها ولا يجزئ وحده وان جمعها فهو آكد وأفضل هكذا قاله الأصحاب واتفقوا عليه.
.
Niat dengan hati dan tak wajib diucapkan dengan lisan, tidak sah jika hanya dengan lisan saja, tapi jika digabungkan maka itu lebih kuat dan lebih utama. Demikianlah pendapat sahabat kami dan mereka sepakat akan hal ini.
.
[Al-Majmu' Syarhul Muhadzhab : Jilid 1, Halaman 316