Tradisi Beratan, Lontong, Kupatan saat Nisfu Sya'ban
Malam Nisfu Sya'ban merupakan malam yang sangat istimewa, sebab di malam ini diyakini bahwa Allah Swt akan menghapuskan dosa bagi mereka yang memohon pengampunan atas segala dosa- dosa yang telah diperbuat.
Hal lain yang menjadikan bulan Sya'ban utama adalah bahwa pada bulan ini semua amal kita diserahkan kepada Allah SWT. Rekapitulasi amal kita dalam setahun dilaporkan oleh para malaikat kepada Allah.
Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki mengutip sebuah hadits riwayat An-Nasa'i yang meriwayatkan dialog Usamah bin Zaid dan Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid. Ia berkata, "Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Syaban". Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأَحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: "Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan." (HR Dawud dan an-Nasa'i. Ibnu Khuzaimah men- shahihkan hadits ini).
Karena kita ingin yang dilaporkan dalam keadaan baik maka pada malam Nisfu syakban memperbanyak amalan-amalan Sholih termasuk bersedekah.
Tradisi Islam di Nusantara malam Nisfu syakban menamainya disebut dengan istilah "beratan" bisa dimaknai bara'atan (Supaya kita terbebas dari siksa api neraka), atau dimaknai makna Jawa "Beratan"(biar berat tafaulan supaya amal baik lebih berat dari amal jelek ketika dilaporkan para malaikat kepada Allah).
Tradisi "Beratan" antara lain bersedekah dengan menggunakan lontong dan ketupat mengandung makna Lontong: Olone wes kotong (kejelekannya sudah kosong). Sedang ketupat maknanya: Ngaku lepat (mengaku salah).
Oleh: Kiai Naikin Fauz