Apa itu Jin Qarin? Bagaimana pandangan Islam tentangnya?
Ketika lahir setiap manusia pasti diikuti Qarin bangsa jin dan Qarin bangsa malaikat. Di dalam hadis Mabi Shallallaahu alaihi wa sallam berkata :
صياح الْمَوْلُود حِين يَقع نزغة من الشَّيْطَان
"Jeritan bayi ketika lahir adalah karena mendapat tusukan setan." (HR. Muslim).
Bahkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam juga diikuti, namun Allah menolong beliau sehingga jin ini masuk Islam dan tidak memerintahkan kecuali kebaikan.
Dalam sebuah hadis :
وَقد وكل بِهِ قرينه من الْجِنّ وقرينه من الْمَلَائِكَة "
Telah diwakilkan terhadapnya seorang qarin (penyerta)dari jin dan seorang qarin (penyerta) dari malaikat"
Di dalam sebuah hadis :
قَالَ رَسُول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - : " مَا مِنْكُم من أحد إِلَّا وَقد وكل بِهِ قرينه من الْجِنّ . قَالُوا : وَإِيَّاك يَا رَسُول الله ؟ قَالَ : وإياي إِلَّا أَن الله أعانني عَلَيْهِ فَأسلم فَلَا يَأْمُرنِي إِلَّا بِخَير "
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang pun dari kalian kecuali telah ditetapkan JIN yang menyertainya, Para sahabat bertanya: "Apakah termasuk Anda juga wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Ya termasuk saya, hanya saja Allah menolong saya sehingga saya selamat dari godaannya, maka ia (jin tersebut) tidak pernah menyuruh saya kecuali untuk kebaikan" (HR. Muslim).
Dalam hadis yang lain :
أَن رَسُول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - خرج من عِنْدهَا لَيْلًا ، قَالَت : فغرت عَلَيْهِ فجَاء فَرَأى مَا أصنع ، فَقَالَ : مَا لَك يَا عَائِشَة ؟ أغرت ؟ فَقلت : وَمَا لي لَا يغار مثلي على مثلك . فَقَالَ رَسُول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - : أقد جَاءَك شَيْطَانك ؟ قَالَت : يَا رَسُول الله ، أَو معي شَيْطَان ؟ قَالَ : نعم . قلت : وَمَعَ كل إِنْسَان ؟ قَالَ : نعم . قلت : ومعك يَا رَسُول الله ؟ قَالَ : نعم ، وَلَكِن رَبِّي أعانني عَلَيْهِ حَتَّى أسلم " .
Rasulullah SAW keluar dari rumah pada malam hari, aku cemburu karenanya. Tak lama ia kembali dan menyaksikan tingkahku, Beliau berkata : "Apa yang terjadi denganmu ??? Apakah Engkau cemburu ??? Aku (Aisyah) menjawab : "Tidaklah Aku merasa cemburu sebagai cemburuku terhadapmu."
Lalu Rasulullah berkata: “Apakah kamu telah didatangi syetanmu?” “Apakah syetan bersamaku?” Jawabku. “Ya, bahkan setiap manusia.” Kata Nabi Muhammad SAW. “Termasuk engkau juga?” Tanyaku lagi. “Betul, tetapi Allah menolongku hingga aku selamat dari kejahatannya.” Jawab Nabi. (HR. Muslim)
Di dalam Tafsiir Siraajul Muniir Juz 1 Halaman 433:
قال النووي : يروى بفتح الميم وضمها فمن ضمها معناه فأسلم أنا من شره وفتنته ومن فتحها قال معناه : إنّ القرين أسلم أي : صار مسلماً
Imam Mawawi berkata : " (Lafadz Aslam) diriwayatkan dengan fathah miimnya (dibaca aslama) dan dommah miimnya (dibaca aslamu). Maka ulama yg membaca dengan dhommah miimnya maknanya Nabi Muhammad diselamatkan dari kejahatan dan fitnahnya (jin tersebut), sedang ulama yg membaca fathah miimnya maknanya bahwa qarin (jin tersebut) tersebut masuk islam atau menjadi muslim.
Nabi Isa alaihis salam dan ibu beliau (Siti Maryam) diselamatkan juga dari qarin bangsa jin ini ketika lahir.
Tafsiir Al Qurthubi juz 4 halaman 67:
قال قتادة : كل مولود يطعن الشيطان في جنبه حين يولد غير عيسى وأمه جعل بينهما حجاب فأصابت الطعنة الحجاب ولم ينفذ لهما منه شيء
Berkata Qataadah : "Setiap anak pasti disentuh oleh syetan ketika berada di janinnya pada waktu lahir kecuali Isa dan ibunya (Siti Maryam). Allah menjadikan hijab maka tusukan setan terkena hijab, kedua tidak terkena sesuatu apapun."
Nabu shallallahu 'alaihi wa sallam :
فمريم وابنها وإن عصما من نخسه فلم يعصما من ملازمته لهما ومقارنته
Maryam dan anaknya meskipun dijaga dari tusukan syetan tetapi tidak dijaga dari tidak terpisahnya setan dan menemaninya syetan terhadap keduanya.
____________
Lebih hebat mana Nabi Muhammad shallallahu "alaihi wa sallam dengan Nabi isa alaihis salam ???
Tentu lebih hebat Nabi Muhammad karena jin yg menyertai Nabi Muhammad bisa didakwahi dan akhirnya bisa menjadi baik, memerintah kebaikan dan masuk Islam, akan tetapi jin yg menyertai Nabi Isa tidak bisa menembus hijab, sehingga beliau bisa menjadi orang baik, sholih dan menjadi nabi. Wallaahu a'lam.
Sumber: FB Dodi Elhasyimi