Apa Hikmah dan Rahasila Dibolehkannya Rasulullah Menikahi lebih dari Empat Istri?
Jawaban:
Syaikh Ali Ahmad Al-Jurjawi -Direktur Asosiasi Riset Ilmiah Universitas Al-Azhar Mesir- dalam bukunya, Indahnya Syariat Islam, Mengungkap Rahasia dan Hikmah di Balik Perintah dan larangan dalam Al-Qur’an dan Sunnah (terjemah kitab:Hikmatut Tasyri Wa Falsafatuh) menyebutkan bahwa ada hikmah yang sangat agung dan hanya dapat ditangkap oleh mereka yang memiliki akal yang cerdas, disamping menunjukkan betapa Mahabijaknya Pemilik syariat ini.
Berikut hikmah dan rahasia agung di balik kenapa Rasulullah boleh menikah lebih dari empat Istri, yang kami sarikan dari buku beliau tersebut, sebagai berikut:
1. Untuk memperlihatkan bahwa Rasulullah manusia Istimewa. Beliau adalah pemimpin semua makhluk. Dari sisi ini, Rasulullah lebih unggul dari semua individu dari seluruh umatnya.
2. Agar para wanita yang dinikahi oleh Rasulullah belajar agama kepada beliau lalu menyebarkan ke sahabat wanita lain. Sehingga wanita muslimah bisa mengambil ilmu-ilmu agama dengan mudah melalui istri-istri Rasulullah. Ini bisa dimaklumi karena memang Syariat islam ada yang khusus untuk pria dan ada yang khusus buat wanita, disamping ada yang ditujukkan untuk pria dan wanita.
Diriwayatkan bahwa Asma binti Zaid bertanya kepada Rasulullah tentang cara mandi dari haid. Setelah Rasulullah menjelaskannya, ia malu untuk menanyakan lebih jauh agar ia lebih paham. Maka ia menanyakan kepada Aisyah lalu Aisyah menerangkannya.
3. Cara efektif dalam menyatukan hati dan merajut cinta antar kabilah. Agar dakwah Rasulullah yang berat dan penuh goncangan itu menjadi ringan dan lebih mudah tersebar, maka beliau menikahi wanita lebih dari empat orang dan kebanyakan dari mereka adalah dari kabilah paling terhormat, yaitu kabilah Quraisy.
Pernikahan Rasulullah dengan Juwairiyah adalah contohnya. Ketika mendapatkan kabar bahwa Bani Mustaliq berencana memerangi Rasulullah, maka beliau pergi memerangi mereka sampai mereka kalah. Setelah Juwairiyah dinikahi Rasulullah, kaum Muslimin tidak melepaskan semua tawanan dari Bani Mustaliq, karena mereka telah menjadi besan (keluarga besar) Rasul. Akhirnya tawanan Bani Musthaliqpun dilepaskan. Setelah dilepas, Bani Mustaliq kemudian memeluk Islam karena melihat bahwa kaum muslimin telah berbuat baik kepada mereka.
Berikut hikmah dan rahasia agung di balik kenapa Rasulullah boleh menikah lebih dari empat Istri, yang kami sarikan dari buku beliau tersebut, sebagai berikut:
1. Untuk memperlihatkan bahwa Rasulullah manusia Istimewa. Beliau adalah pemimpin semua makhluk. Dari sisi ini, Rasulullah lebih unggul dari semua individu dari seluruh umatnya.
2. Agar para wanita yang dinikahi oleh Rasulullah belajar agama kepada beliau lalu menyebarkan ke sahabat wanita lain. Sehingga wanita muslimah bisa mengambil ilmu-ilmu agama dengan mudah melalui istri-istri Rasulullah. Ini bisa dimaklumi karena memang Syariat islam ada yang khusus untuk pria dan ada yang khusus buat wanita, disamping ada yang ditujukkan untuk pria dan wanita.
Diriwayatkan bahwa Asma binti Zaid bertanya kepada Rasulullah tentang cara mandi dari haid. Setelah Rasulullah menjelaskannya, ia malu untuk menanyakan lebih jauh agar ia lebih paham. Maka ia menanyakan kepada Aisyah lalu Aisyah menerangkannya.
3. Cara efektif dalam menyatukan hati dan merajut cinta antar kabilah. Agar dakwah Rasulullah yang berat dan penuh goncangan itu menjadi ringan dan lebih mudah tersebar, maka beliau menikahi wanita lebih dari empat orang dan kebanyakan dari mereka adalah dari kabilah paling terhormat, yaitu kabilah Quraisy.
Pernikahan Rasulullah dengan Juwairiyah adalah contohnya. Ketika mendapatkan kabar bahwa Bani Mustaliq berencana memerangi Rasulullah, maka beliau pergi memerangi mereka sampai mereka kalah. Setelah Juwairiyah dinikahi Rasulullah, kaum Muslimin tidak melepaskan semua tawanan dari Bani Mustaliq, karena mereka telah menjadi besan (keluarga besar) Rasul. Akhirnya tawanan Bani Musthaliqpun dilepaskan. Setelah dilepas, Bani Mustaliq kemudian memeluk Islam karena melihat bahwa kaum muslimin telah berbuat baik kepada mereka.