Mereka Berani kepada Orang Tua Nabi
Ini yang dikhawatirkan…
Perdebatan tentang apakah kedua orang tua Rasulullah Saw selamat di akhirat nanti (من الناجين) atau tidak sudah menjadi sesuatu yang rutin setiap tahun.
Namun, kita tidak mengira bahwa diantara mereka yang meyakini kedua orang tua Rasulullah Saw tidak selamat, sampai berani dan tega mengatakan bahwa ia membenci kedua orang tua Rasulullah Saw. Ia bahkan bersumpah untuk itu. Benar. Ia bersumpah tiga kali sumpah bahwa ia membenci kedua orang tua Nabi Saw karena Allah Swt -menurutnya- membenci keduanya, dan Nabi Saw pun -masih menurutnya- membenci keduanya. Dan ini tidak keluar dari mulut orang biasa, melainkan dari seorang Syekh bernama Muhammad Hasan Abdul Ghaffar. Dan dimana? Di Mesir.
Tidakkah ia tahu bahwa Durrrah puteri Abu Lahab pernah mengadu kepada Rasulullah Saw karena orang-orang menyebut ayahnya sebagai penghuni neraka? Memang surat al-Lahab menjelaskan bahwa ayahnya penghuni neraka. Tapi ketika itu masih disebut-sebut sementara ayahnya sudah meninggal, tentu sebagai anak ia tidak akan tahan mendengar hal itu. Maka Rasulullah Saw berpidato di depan banyak orang. Beliau bersabda: “Apakah hanya kalian yang punya nasab sementara aku tidak?” Umar ra menyadari bahwa Nabi Saw sedang marah. Ia berkata: “Semoga Allah memarahi orang yang telah membuatmu marah ya Rasulullah…”. Kemudian Rasul bersabda: “Ini puteri pamanku… Jangan ada yang mengomentari keluarganya kecuali yang baik-baik.”
Bahkan ketika Ikrimah putera Abu Jahal datang untuk menyatakan keislamannya, Nabi Saw berpesan kepada para sahabat: “Jangan cela ayahnya, karena mencela yang mati hanya akan menyakitkan yang hidup.”
Apakah karena ada hadits: إن أبي وأباك في النار yang oleh para ulama ada takwil dan pembahasan yang panjang, lalu se-Syaikh itu berani menyimpulkan bahwa Allah Swt dan Rasul-Nya membenci Sayyiduna Abdullah dan Sayyidatuna Aminah?
***
Disaat yang sama, seorang qari` dari Maroko bernama Hisyam al-Hazzaz mengkritik Syekh Albani, maka hebohlah jagad raya net menjelek-jelekkan sang qari` dan membela Syekh Albani mati-matian. Belum terdengar dari mereka yang membela Syekh Albani, pembelaan terhadap orang tua Rasulullah Saw. Bahkan yang terdengar justeru pembelaan terhadap Syekh yang menyatakan kebenciannya terhadap orang tua Rasulullah Saw secara terang-terangan. Wallahu al-Musta’an.
اللهم إنا نبرأ إليك بما فعل السفهاء منا