Tawassul dengan Orang Sholih
Ustadz Ubaidillah bilang:
“Tawassul dengan orang yang sudah wafat itu hadisnya lemah.”
Syaikh Ali Jum’ah menjawab:
📜 DALIL HADIS TENTANG TAWASSUL
1️⃣ Tawassul Nabi Adam عليه السلام Dengan Nabi Muhammad ﷺ
Teks hadis:
> يَا رَبِّ أَسْأَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ لَمَّا غَفَرْتَ لِي
Artinya:
“Ya Rabb, aku memohon kepada-Mu dengan perantara Muhammad agar Engkau mengampuniku.”
📚 HR Thabrani dan al-Hakim.
➡ Ini bukti bahwa Nabi Adam Tawasul kepada Nabi Muhammad ﷺ yg belum lahir, apa bedanya belum lahir dan mati?
---
2️⃣ Doa Nabi ﷺ Saat Mengubur Fatimah binti Asad
(Praktik langsung dari Rasulullah ﷺ)
Teks hadis:
> اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأُمِّي فَاطِمَةَ بِنْتِ أَسَدٍ، وَوَسِّعْ عَلَيْهَا مُدْخَلَهَا، بِحَقِّ نَبِيِّكَ وَالْأَنْبِيَاءِ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِي
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah Fatimah binti Asad dan lapangkan kuburnya, dengan hak Nabi-Mu dan para nabi sebelumku.”
📚 HR Thabrani.
➡ Ini bukti Nabi sendiri bertawassul dengan para nabi.
---
3️⃣ Hadis “A’inuu ‘Ibaadallah” (Minta Bantuan Makhluk Allah)
Teks hadis:
> إِذَا أَصَابَ أَحَدَكُمْ عَرْجَةٌ بِأَرْضٍ فَلَاةٍ فَلْيُنَادِ: أَعِينُوا عِبَادَ اللَّهِ
Artinya:
“Kalau salah satu dari kalian tersesat di tempat sepi, panggillah: ‘Wahai hamba-hamba Allah, tolong aku!’”
📚 HR Thabrani dan Baihaqi.
➡ Ini dalil bolehnya meminta pertolongan kepada malaikat, dan oleh ulama diqiyaskan kepada arwah orang-orang shalih dengan izin Allah.
---
4️⃣ Tawassul Tetap Dipraktikkan Setelah Nabi ﷺ Wafat
(Dalil praktik sahabat)
Teks hadis (HR Thabrani):
> اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، يَا مُحَمَّدُ إِنِّي أَتَوَجَّهُ بِكَ إِلَى رَبِّي لِتَقْضِيَ لِي حَاجَتِي
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dan bertawassul kepada-Mu lewat Nabi-Mu Muhammad ﷺ. Wahai Muhammad, aku jadikan engkau perantara kepada Rabb-ku supaya hajatku dikabulkan.”
📚 Dishahihkan al-Haitsami, al-Mundziri, dan Ibnu Hajar.
➡ Ini bantahan telak bahwa tawassul cuma boleh saat Nabi masih hidup.
---
5️⃣ Tawassul di Kubur Nabi ﷺ Saat Zaman Umar
(Dalil kuat dari masa Khulafaur Rasyidin)
Teks hadis:
> يَا رَسُولَ اللَّهِ اسْتَسْقِ لأُمَّتِكَ فَإِنَّهُمْ قَدْ هَلَكُوا
Artinya:
“Wahai Rasulullah, mohonkan hujan untuk umatmu, karena mereka sedang dilanda kekeringan.”
📚 HR Ibnu Abi Syaibah.
Dishahihkan Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dan Ibnu Katsir.
➡ Ini praktik tawassul langsung di kubur Nabi ﷺ pada masa sahabat.
---
6️⃣ Imam Malik & Khalifah Abu Ja’far Al-Manshur
(Praktik ulama mazhab besar)
Saat Khalifah bertanya kepada Imam Malik:
“Berdoa menghadap kiblat atau menghadap makam Nabi ﷺ?”
Jawaban Imam Malik:
> وَلِمَ تَصْرِفُ وَجْهَكَ عَنْهُ وَهُوَ وَسِيلَتُكَ وَوَسِيلَةُ أَبِيكَ آدَمَ إِلَى اللَّهِ؟ بَلِ اسْتَقْبِلْهُ وَاسْتَشْفِعْ بِهِ
Artinya:
“Kenapa kamu memalingkan wajah dari beliau, padahal beliau adalah wasilahmu dan wasilah Nabi Adam kepada Allah? Hadaplah beliau dan mintalah syafaat melalui beliau.”
📚 Diriwayatkan Qadhi Iyadh dalam Asy-Syifa.
➡ Ini menunjukkan tawassul diamalkan oleh imam mazhab, bukan cuma awam.
---
🔎 KESIMPULAN FINAL
Kalau masih ada yang bilang:
“Tawassul lewat orang yang sudah wafat itu gak ada dalil atau hadisnya lemah,”
Maka jawabannya:
👉 Ada sejak Nabi Adam
👉 Dipraktikkan Rasulullah ﷺ
👉 Diamalkan sahabat
👉 Dikuatkan ulama hadis
👉 Ditegaskan imam mazhab