HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer
Pertanyaan

Hukum Menunduk

Jawaban:

 ๐—•๐—จ๐——๐—”๐—ฌ๐—” ๐—ง๐—”๐—•๐—œ๐—ž ๐—›๐—จ๐—ž๐—จ๐— ๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—›๐—”๐—ฅ๐—”๐— ?


Maaf kiyai mohon tanggapan meme berikut ini, apakah benar kebiasaan adab tabik atau permisi ketika lewat di depan orang itu hukumnya haram?


๐—๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป


Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq 


Secara asal, memberikan penghormatan dan pemuliaan kepada sesama manusia, terlebih mereka yang lebih tua atau dari kalangan orang berilmu adalah bagian dari pada akhlaq Islam. Banyak sekali riwayat dan tuntunan sunnah yang menyebutkan hal ini, diantaranya adalah hadits yang sering kita dengar :


ู„َูŠْุณَ ู…ِู†َّุง ู…َู†ْ ู„َู…ْ ูŠَุฑْุญَู…ْ ุตَุบِูŠุฑَู†َุง، ูˆَูŠُูˆَู‚ِّุฑْ ูƒَุจِูŠุฑَู†َุง


“Bukan golongan kami siapa yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua ( al Adab al Mufrad no. 358)


Dan dalam kebiasaan masyarakat kita, tuntunan luhur akhlaq atau adab sopan ini salah satunya diwujudkan dalam budaya Tabek (amit : Jawa) atau permisi ketika melintas di hadapan orang lain. Hal ini biasanya dilakukan ketika lewat di depan orang yang dituakan atau ketika seseorang berjalan di depan orang yang sedang duduk.


Wujudnya dari tabek ini biasanya seseorang berjalan dengan sedikit membungkukkan badannya dan tangan berada di depan dengan telapak tangan yang terbuka. Meski antar daerah ada beberapa perbedaan.


Benarkah hukumnya haram ? Mari kita telisik hukumnya.


๐Ÿญ. ๐—ž๐—ฒ๐˜€๐—ต๐—ฎ๐—ต๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐˜๐˜€ ๐—น๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ธ๐˜‚๐—ธ


๏บฃَ๏บชَّ๏บ›َ๏ปจَ๏บŽ ๏ป‹َ๏ป ِ๏ปฒُّ ๏บ‘ْ๏ปฆُ ๏ปฃُ๏บคَ๏ปคَّ๏บชٍ، ๏บฃَ๏บชَّ๏บ›َ๏ปจَ๏บŽ ๏ปญَ๏ป›ِ๏ปด๏ปŠٌ، ๏ป‹َ๏ปฆْ ๏บŸَ๏บฎِ๏ปณ๏บฎِ ๏บ‘ْ๏ปฆِ ๏บฃَ๏บŽ๏บฏِ๏ปกٍ، ๏ป‹َ๏ปฆْ ๏บฃَ๏ปจْ๏ปˆَ๏ป َ๏บ”َ ๏บ‘ْ๏ปฆِ ๏ป‹َ๏บ’ْ๏บชِ ๏บ๏ปŸ๏บฎَّ๏บฃْ๏ปคَ๏ปฆِ ๏บ๏ปŸ๏บดَّ๏บชُ๏ปญ๏บณِ๏ปฒِّ ، ๏ป‹َ๏ปฆْ ๏บƒَ๏ปงَ๏บฒِ ๏บ‘ْ๏ปฆِ ๏ปฃَ๏บŽ๏ปŸِ๏ปšٍ، ๏ป—َ๏บŽ๏ปَ : ๏ป—ُ๏ป ْ๏ปจَ๏บŽ : ๏ปณَ๏บŽ ๏บญَ๏บณُ๏ปฎ๏ปَ ๏บ๏ปŸ๏ป َّ๏ปชِ، ๏บƒَ๏ปณَ๏ปจْ๏บคَ๏ปจِ๏ปฒ ๏บ‘َ๏ปŒْ๏ป€ُ๏ปจَ๏บŽ ๏ปŸِ๏บ’َ๏ปŒْ๏บพٍ ؟ ๏ป—َ๏บŽ๏ปَ " : ๏ปŸَ๏บŽ " ، ๏ป—ُ๏ป ْ๏ปจَ๏บŽ : ๏บƒَ๏ปณُ๏ปŒَ๏บŽ๏ปงِ๏ป–ُ ๏บ‘َ๏ปŒْ๏ป€ُ๏ปจَ๏บŽ ๏บ‘َ๏ปŒْ๏ป€ً๏บŽ؟ ๏ป—َ๏บŽ๏ปَ " : ๏ปŸَ๏บŽ ๏ปญَ๏ปŸَ๏ปœِ๏ปฆْ ๏บ—َ๏บผَ๏บŽ๏ป“َ๏บคُ๏ปฎ๏บ"

 


Telah menceritakan kepada kami ‘Aliy bin Muhammad : Telah menceritakan kepada kami Wakii’, dari Jariir bin Hazim, dari Handhalah bin ‘Abdirrahmaan As-Sadusiy, dari Anas bin Malik, ia berkata : Kami pernah bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah sebagian kami boleh membungkukkan badan kepada sebagian yang lain (saat bertemu) ?”


Beliau menjawab : “ Tidak ”. Kami kembali bertanya : “Apakah sebagian kami boleh berpelukan kepada sebagian yang lain (saat bertemu) ?”. Beliau menjawab : “ Tidak, akan tetapi saling berjabat tanganlah kalian ”


Takhrij hadits :


Disebutkan dalam sunan Ibnu Majah dengan nomor hadits 3702, Tirmidzi no. 2728, Ahmad 13044.


Kualitas hadits :


Pada jalur hadits tersebut ada seorang rawi yang bernama "Handhalah bin ‘Abdirrahmaan as Sadusiy". Dan jumhur ulama hadits telah melemahkannya.


Imam Bukhari rahimahullah memasukkannya dalam jajaran perawi dha’if.[1]


Imam Yahya al Qaththan rahimahullah berkata : “Aku melihatnya dan aku meninggalkannya dengan sengaja, karena telah bercampur hapalannya”[2]


Imam Yahyaa bin Ma’iin rahimahullah berkata tentangnya : “Dha’if.”[3]


Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata : “ Dha’if ”. Di lain tempat ia berkata : “Meriwayatkan dari Anas bin Malik hadits-hadits munkar”. Di lain tempat ia berkata : “ Munkarul hadits ”[4]


Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menggolongkannya dalam kelompok rawi yang ditinggalkan dan lemah demikian juga dengan imam adz Dzahabi rahimahumallah.[5]


Kesimpulannya, hadits ini lemah menurut kebanyakan ulama, sedangkan sebagian ulama seperti imam Tirmidzi menghasankannya.[6]


๐Ÿฎ. ๐—›๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—บ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ฑ๐˜‚๐—ธ ๐—ต๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐˜€๐—ฒ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ ๐—ฟ๐˜‚๐—ธ๐˜‚’


Mayoritas ulama menyatakan bila bentuk membungkuk untuk menghormati seseorang itu sampai terlalu menunduk hingga seperti posisi sedang ruku’, maka hukumnya haram.


Berkata al Imam Ibnu “Alan rahimahullah :


ู…ู† ุงู„ุจุฏุน ุงู„ู…ุญุฑู…ุฉ ุงู„ุงู†ุญู†ุงุก ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‚ุงุก ุจู‡ูŠุฆุฉ ุงู„ุฑูƒูˆุน، ุฃู…ุง ุฅุฐุง ูˆุตู„ ุงู†ุญู†ุงุคู‡ ู„ู„ู…ุฎู„ูˆู‚ ุฅู„ู‰ ุญุฏ ุงู„ุฑูƒูˆุน ู‚ุงุตุฏุง ุจู‡ ุชุนุธูŠู… ุฐู„ูƒ ุงู„ู…ุฎู„ูˆู‚ ูƒู…ุง ูŠุนุธู… ุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰، ูู„ุง ุดูƒ ุฃู† ุตุงุญุจู‡ ูŠุฑุชุฏ ุนู† ุงู„ุฅุณู„ุงู… ูˆูŠูƒูˆู† ูƒุงูุฑุง ุจุฐู„ูƒ، ูƒู…ุง ู„ูˆ ุณุฌุฏ ู„ุฐู„ูƒ ุงู„ู…ุฎู„ูˆู‚


“Dan termasuk dari perbuatan bid’ah yang haram adalah membungkuk saat bertemu hingga semisal bentuk ruku’. Adapun jika sampai membungkuk untuk makhluk itu sampai seperti batasan ruku’ dengan maksud mengagungkannya seperti seseorang mengagungkan Allah subhanahu wata’ala, maka tidak diragukan lagi bahwa pelakunya murtad keluar dari Islam dan dia kafir dengan perbuatannya itu, Seperti kafirnya ia ketika sujud kepada makhluk.”


Syeikh Sulaiman Al Bujairimi rahimahullah berkata :


‌ูˆู…ุซู„ู‡ ‌ุจู„ูˆุบ ‌ุญุฏ ‌ุงู„ุฑูƒูˆุน ‌ุนู†ุฏ ‌ุงู„ุฃู…ุฑุงุก


“Sebagaimana (haramnya sujud) adalah membungkuk hingga sampai pada batasan rukuk di hadapan para penguasa.”[7]


๐Ÿฏ. ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ฑ๐˜‚๐—ธ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐˜€๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ ๐—ฟ๐˜‚๐—ธ๐˜‚’


๐Ÿญ. ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ฟ๐˜‚๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป


Sebagian ulama menghukumi bahwa membungkukkan badan yang ringan tidak sampai ruku’ hukumnya makruh, tidak sampai haram. Disebutkan dalam al Mausu’ah :


ู‚ุงู„ ุงู„ุนู„ู…ุงุก: ู…ุง ุฌุฑุช ุจู‡ ุงู„ุนุงุฏุฉ ู…ู† ุฎูุถ ุงู„ุฑุฃุณ ูˆุงู„ุงู†ุญู†ุงุก ุฅู„ู‰ ุญุฏ ู„ุง ูŠุตู„ ุจู‡ ุฅู„ู‰ ุฃู‚ู„ ุงู„ุฑูƒูˆุน ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‚ุงุก ู„ุง ูƒูุฑ ุจู‡ ูˆู„ุง ุญุฑู…ุฉ ูƒุฐู„ูƒ، ู„ูƒู† ูŠู†ุจุบูŠ ูƒุฑุงู‡ุชู‡


“Dan berkata sebagian ulama : “Adapun kebiasaan memberi hormat saat berjumpa dengan menundukkan kepada dan membungkukkan badan pada batasan tidak sampai ruku’, itu tidak sampai menjatuhkan kepada kekufuran dan tidak juga haram tetapi minimalnya ia makruh.”[8]


Pendapat ini juga yang dipegang oleh al Imam Nawawi rahimahullah. Ketika ditanya tentang kebiasaan saling menghormati dengan membungkukkan badan, beliau menjawab :


ู‡ูˆ ู…ูƒุฑูˆู‡ ูƒุฑุงู‡ุฉً ุดุฏูŠุฏุฉ


“Itu Makruh dengan kemakruhan yang kuat.”[9]


๐Ÿฎ. ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป


Sultanul Ulama, Al imam ‘Izz Abdussalam asy Syafi’i rahimahullah berkata :


‌ุชู†ูƒูŠุณ ‌ุงู„ุฑุกูˆุณ ‌ุฅู† ‌ุงู†ุชู‡ู‰ ุฅู„ู‰ ุญุฏ ุงู„ุฑูƒูˆุน ูู„ุง ูŠูุนู„ ูƒุงู„ุณุฌูˆุฏ ูˆู„ุง ุจุฃุณ ุจู…ุง ูŠู†ู‚ุต ุนู† ุญุฏ ุงู„ุฑูƒูˆุน ู„ู…ู† ูŠูƒุฑู… ู…ู† ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู†


“Menundukkan kepala, jika berhenti sampai batasan rukuk, maka tidak boleh dilakukan sebagaimana sujud (kepada seseorang). Tidak mengapa jika kurang dari batasan rukuk bagi seorang yang melakukannya untuk menghormati seseorang dari kalangan muslimin.”[10]


Al imam Nafrawi al Maliki rahimahullah berkata : 


ูˆุฃูุชู‰ ุจุนุถ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุจุฌูˆุงุฒ ‌ุงู„ุงู†ุญู†ุงุก ‌ุฅุฐุง ‌ู„ู… ‌ูŠุตู„ ‌ู„ุญุฏ ‌ุงู„ุฑูƒูˆุน ‌ุงู„ุดุฑุนูŠ


“Telah berfatwa sebagian ulama bahwa menundukkan badan dibolehkan selama tidak mencapai posisi ruku’.”[11]


Al Imam Safarini al Hanbali rahimahullah berkata :


ูˆู‚ุฏู… ููŠ ุงู„ุขุฏุงุจ ุงู„ูƒุจุฑู‰ ุนู† ุฃุจูŠ ุงู„ู…ุนุงู„ูŠ ุฃู† ‌ุงู„ุชุญูŠุฉ ‌ุจุงู†ุญู†ุงุก ‌ุงู„ุธู‡ุฑ ‌ุฌุงุฆุฒ، ูˆู‚ูŠู„: ู‡ูˆ ุณุฌูˆุฏ ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ู„ุขุฏู…


“Telah dikemukakan dalam kitab adab al Kubra dari Abu Ma’ali bahwasanya memberi penghormatan dengan menundukkan badan itu jaiz (boleh). Dan dikatakan bahwa itu sama dengan sujud yang dilakukan malaikat kepada Nabi Adam ‘alaihissalam.”[12]


Al Imam Ibnu Mufih al Hanbali rahimahullah berkata :


‌ุงู„ุชุญูŠุฉ ‌ุจุงู†ุญู†ุงุก ‌ุงู„ุธู‡ุฑ ุฌุงุฆุฒ ...ูˆู„ู…ุง ู‚ุฏู… ุงุจู† ุนู…ุฑ ุงู„ุดุงู… ุญูŠุงู‡ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฐู…ุฉ ูƒุฐู„ูƒ ูู„ู… ูŠู†ู‡ู‡ู… ูˆู‚ุงู„ ู‡ุฐุง ุชุนุธูŠู… ู„ู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ุงู†ุชู‡ู‰ ูƒู„ุงู…ู‡ ูˆููŠ ุจุนุถู‡ ู†ุธุฑ


“Penghormatan dengan membungkukkan badan hukumnya boleh. Pada saat Ibnu Umar datang ke Syam ia disambut oleh kafir dzimmi di sana dengan membungkuk dan Ibnu Umar tidak mencegah mereka. Dia mengatakan: ‘Ini penghormatan untuk umat Islam.”[13]


๐—ž๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ป


Hukum tabik sebagaimana yang lazim dan umumnya dilakukan oleh masyarakat kita bukanlah seperti gerakan ruku’ dan hukumnya tidaklah sampai haram. Terkecuali bila dilakukan dengan berlebih-lebihan hingga menyerupai ruku’ maka hukumnya bisa jatuh kepada keharaman.


Seperti yang kita lihat, tabek itu hanya menunduk badan dengan sederhana dan itupun dilakukan dengan cara berjalan ketika melewati orang lain yang sedang duduk atau berada di posisi yang lebih rendah.


 Membungkukkan badan yang bisa menyerupai ruku’ itu kemungkinan seperti yang dilakukan dalam kebiasaan masyarakat jepang, di mana mereka berdiri tegap lalu membungkukkan badan. Namun tetap saja jika dilakukan dengan ringan tidak akan sampai pada posisi ruku’.


Jika sekalipun hadits di atas dianggap bisa diterima sebagai dalil pengharaman membungkuk saat bertemu, kenapa berpelukan tidak diharamkan juga? Karena jelas jawaban dari Nabi shalallahu'alaihi wassalam juga sama mengatakan : "Tidak". Maka jelaslah bahwa hadits ini telah dipenggal sedemikian rupa sehingga keluar dari konteks makna yang sebenarnya.


Wallahu a’lam. 

_____________

[1] Adh-Dhu’afaa Ash Shaghir no. 86.

[2] Adl Dlu’afa’ Ash Shaghiir lil-Bukhaari no. 86.

[3] Al Jarh wat Ta’dil no. 1069 (3/241).

[4] Mausu’ah Aqwaal Al-Imaam Ahmad (1/319)

[5] AdhDhu’afaa’ wal-Matrukun (1/241-242), Diwan Adh-Dhu’afa’ hal. 107

[6] Sunan Tirmidzi (5/75).

[7] Hasyiah al Bujairami (1/354)

[8] Al Mausu’ah al Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah (23/135).

[9] Fatwa an Nawawi hal. 69

[10] Asna’ Mathalib (4/186)

[11] Hasyiah Shawi (4/760), Fawakih ad Diwani (2/326).

[12] Ghidza’ al Albab (1/332)

[13] Al Adab al Syar’iyyah (2/260)

Aqidah (70) Arbain (8) Distribusi (1) Fiqih (134) Hadist (35) Jenazah (4) Khotbah (3) Kisah Hikmah (20) Kisah Teladan (6) Kutipan (307) Pajak (5) Pasar (5) Pendidikan Islam (19) Penjualan (3) Pernikahan (7) Puasa (14) Qurban (1) Ramadhan (11) Segmentasi (1) Shalat (19) Soal Ekonomi (8) Soal PKn (5) Syubhat (5) Tafsir (5) Thaharah (1) Uraian (2) Zakat (1)