Juz, Hizb dan Ruku dalam Rasm Utsmani
Juz, Hizb dan Ruku’ dalam Rasm Utsmani: Makna dan Fungsinya
Ketika kita membuka mushaf Al-Qur’an hari ini, kita akan menemukan berbagai tanda pembagian seperti juz, hizb, bahkan tanda ruku’ (ع). Namun menariknya, semua ini bukan bagian asli dari rasm Utsmani di masa sahabat, melainkan hasil ijtihad ulama setelahnya demi kemaslahatan umat.
Dalam kitab Manahil al-‘Irfan dijelaskan bahwa mushaf di masa Utsman tidak memiliki pembagian ini:
كانت المصاحف العثمانية مجردة من التجزئة التي نذكرها كما كانت مجردة من النقط والشكل. ولما امتد الزمان بالناس جعلوا يفتنون في المصاحف وتجزئتها عدة تجزئات مختلفة الاعتبارات. فمنهم من قسم القرآن ثلاثين قسما وأطلقوا على كل قسم منها اسم الجزء بحيث لا يخطر بالبال عند الإطلاق غيره حتى إذا قال قائل: قرأت جزءا من القرآن تبادر إلى الذهن أنه قرأ جزءا من الثلاثين جزءا التي قسموا المصحف إليها. وجرى على ذلك أصحاب الربعات إذ طبعوا كل جزء نسخة مستقلة ومجموع النسخ الجامعة للقرآن كله يسمونه ربعة ويوجد من هذا القبيل أجزاء مستقلة بالطبع بأيدي صغار التلاميذ في المدارس وغيرهم. ومن الناس من قسموا الجزء إلى حزبين ومن قسموا الحزب إلى أربعة أجزاء سموا كل واحد منها ربعا.
“Mushaf-mushaf Utsmani pada awalnya tidak memiliki pembagian-pembagian seperti yang kita kenal sekarang, sebagaimana juga belum memiliki titik dan harakat.
Seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai membuat berbagai bentuk pembagian dalam mushaf, dengan pertimbangan yang beragam. Di antara mereka ada yang membagi Al-Qur’an menjadi tiga puluh bagian, dan setiap bagian itu dinamakan juz. Bahkan, ketika kata juz disebutkan secara mutlak, yang terbayang dalam benak adalah salah satu dari tiga puluh bagian tersebut. Hal ini juga diikuti oleh para penerbit mushaf dalam bentuk ‘rub‘ah’, yaitu mereka mencetak setiap juz dalam satu buku tersendiri, dan kumpulan dari seluruh bagian itu (yang mencakup seluruh Al-Qur’an) mereka sebut rub‘ah. Bentuk seperti ini juga banyak dijumpai berupa bagian-bagian terpisah yang dicetak dan berada di tangan anak-anak kecil di sekolah-sekolah dan selain mereka. Sebagian lainnya membagi satu juz menjadi dua hizb, dan membagi satu hizb menjadi empat bagian, yang masing-masing disebut rubu’.” (Az-Zarqani, Manahil al-‘Irfan, 1/409)
1. Apa itu Juz?
Juz adalah salah satu dari 30 bagian Al-Qur’an hasil pembagian ulama untuk memudahkan tilawah dan hafalan. Dalam 1 juz biasanya terdapat 20 halaman.
2. Apa itu Hizb?
Hizb adalah setengah dari satu juz dalam pembagian Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an dibagi menjadi 30 juz, maka 1 juz adalah 2 hizb. Dalam 1 hizb biasanya terdapat 10 halaman.
Bahkan dalam mushaf modern 1 hizb dibagi lagi menjadi 4 rubu’ (ربع).
3. Apa itu Ruku’ (ع)?
Ruku’ adalah sekelompok ayat dalam satu surat yang dianggap cocok dibaca dalam satu rakaat. Tanda ini biasanya berupa huruf (ع) yang diletakkan di pinggir mushaf.
Berbeda dengan hizb, ruku’ tidak ada di semua mushaf. Umumnya ditemukan di mushaf wilayah India, Pakistan, dan sekitarnya
Dalam kitab Mu'jam al-Musthalahat al-Qur'aniyyah dijelaskan:
الركوع: تقسم السور إلى ركوعات في مصاحف شبه القارة الهندية والركوع عبارة عن عدة آيات تستحسن قراءتها في الركعة الواحدة وعلامة الركوع حرف (ع)
“Ruku’ adalah pembagian surat menjadi beberapa bagian dalam mushaf wilayah benua India. Ruku’ adalah beberapa ayat yang dianggap baik dibaca dalam satu rakaat. Tandanya adalah huruf (ع).” (Mu'jam al-Musthalahat al-Qur'aniyyah hlm. 9)
Diantara fungsi pembagian-pembagian tersebut dijelaskan dalam kitab Jamal Al-Qurra':
ومنها أنها تعين على حفظ القرآن؛ لأنه لا يثقل على من يريد حفظه أن يحفظ منها كل يوم جزءاً
“Di antaranya: pembagian ini membantu dalam menghafal Al-Qur’an, karena tidak memberatkan seseorang untuk menghafal setiap hari satu bagian tertentu.” (As-Sakhawi, Jamal Al-Qurra', hlm. 271)
Kesimpulan
Al-Qur’an dibagi menjadi 30 juz. 1 juz terdapat 2 hizb. 1 hizb terdapat 4 rubu’. Semuanya tidak berasal dari rasm Utsmani asli. Namun ini merupakan inovasi ulama untuk memudahkan bagi umat.
Tangerang, 26 Maret 2026 / 6 Syawal 1447