HPK

mesothelioma survival rates,structured settlement annuity companies,mesothelioma attorneys california,structured settlements annuities,structured settlement buyer,mesothelioma suit,mesothelioma claim,small business administration sba,structured settlement purchasers,wisconsin mesothelioma attorney,houston tx auto insurance,mesotheliama,mesothelioma lawyer virginia,seattle mesothelioma lawyer,selling my structured settlement,mesothelioma attorney illinois,selling annuity,mesothelioma trial attorney,injury lawyer houston tx,baltimore mesothelioma attorneys,mesothelioma care,mesothelioma lawyer texas,structered settlement,houston motorcycle accident lawyer,p0135 honda civic 2004,structured settlement investments,mesothelioma lawyer dallas,caraccidentlawyer,structured settlemen,houston mesothelioma attorney,structured settlement sell,new york mesothelioma law firm,cash out structured settlement,mesothelioma lawyer chicago,lawsuit mesothelioma,truck accident attorney los angeles,asbestos exposure lawyers,mesothelioma cases,emergency response plan ppt,support.peachtree.com,structured settlement quote,semi truck accident lawyers,auto accident attorney Torrance,mesothelioma lawyer asbestos cancer lawsuit,mesothelioma lawyers san diego,asbestos mesothelioma lawsuit,buying structured settlements,mesothelioma attorney assistance,tennessee mesothelioma lawyer,earthlink business internet,meso lawyer,tucson car accident attorney,accident attorney orange county,mesothelioma litigation,mesothelioma settlements amounts,mesothelioma law firms,new mexico mesothelioma lawyer,accident attorneys orange county,mesothelioma lawsuit,personal injury accident lawyer,purchase structured settlements,firm law mesothelioma,car accident lawyers los angeles,mesothelioma attorneys,structured settlement company,auto accident lawyer san francisco,mesotheolima,los angeles motorcycle accident lawyer,mesothelioma attorney florida,broward county dui lawyer,state of california car insurance,selling a structured settlement,best accident attorneys,accident attorney san bernardino,mesothelioma ct,hughes net business,california motorcycle accident lawyer,mesothelioma help,washington mesothelioma attorney,best mesothelioma lawyers,diagnosed with mesothelioma,motorcycle accident attorney chicago,structured settlement need cash now,mesothelioma settlement amounts,motorcycle accident attorney sacramento,alcohol rehab center in florida,fast cash for house,car accident lawyer michigan,maritime lawyer houston,mesothelioma personal injury lawyers,personal injury attorney ocala fl,business voice mail service,california mesothelioma attorney,offshore accident lawyer,buy structured settlements,philadelphia mesothelioma lawyer,selling structured settlement,workplace accident attorney,illinois mesothelioma lawyer
Pertanyaan

Hukum Mencium Alquran

Jawaban:

 BENARKAH MENCIUM AL QUR’AN ITU BID’AH ?


Afwan ustadz AST apa sebenarnya hukum mencium mushaf al Qur’an ? Bagaimana membantah kelompok yang  menganggap sebagai bid’ah yang diharamkan ?


Jawaban


Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq 


Tentang hukum mencium mushaf al Qur’an, ulama madzhab berbeda pendapat menjadi sekian kelompok pendapat, sebagian menganggap sebagai perkara yang mustahab (sunnah), sebagian memandang sebagai hal yang mubah saja, dan ada juga yang berpendapat hukumnya makruh. Namun tidak ada yang menghukumi sebagai perkara bid’ah yang diharamkan.


1. Yang memakruhkan


Kalangan madzhab Malikiyah berpendapat bahwa mencium mushaf sebagai perbuatan makruh, karena tidak ada dalil shahih yang melandasi amaliah yang satu ini. Imam al Kharsyi al Maliki berkata :


ويكره ‌تقبيل ‌المصحف


“Dan dimakruhkan mencium mushaf...”[1]


2. Yang mensunnahkan


Kalangan yang mensunnahkan mencium mushaf adalah para ulama dari madzhab Syafi’iyyah. Berkata Ibnu Hajar al Haitami rahimahullah :


واستدل السبكي على جواز ‌تقبيل ‌المصحف بالقياس على تقبيل الحجر الأسود، ويد العالم والصالح والوالد إذ من المعلوم أنه أفضل منهم


“Telah menunjukkan as Subki atas bolehnya mencium mushaf dengan qiyas kepada kebolehan mencium Hajar Aswad, tangan orang alim, shalih dan orang tua. Dan telah ma’lum bahwa al Qur’an tentu lebih afdhal dari semua itu.”[2]


Berkata al Imam Nawawi rahimahullah :  


روينا في مسند الدارمي بإسناد صحيح عن ابن أبي مليكة أن عكرمة بن أبي جهل كان يضع المصحف على وجهه ويقول: كتاب ربي كتاب ربي


“Kami telah meriwayatkan dalam musnad Darimi dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abi Mulaikah dari ‘Ikrimah bin Abu Jahl radhiyallahu’anhu adalah beliau meletakkan mushaf di wajahnya sambil berkata : ‘Ini kitab Tuhanku, ini kitab Tuhanku...”[3]


3. Yang membolehkan


Sedangkan kalangan Hanafiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa perkara ini sebagai hal yang mubah alias boleh-boleh saja.[4] Berkata Ahmad al Labadi al Hanbali :


يجوز ‌تقبيل ‌المصحف


“Dibolehkan mencium mushaf...”[5]


Al Imam Ibnu Abidin al Hanafi berkata :


‌تقبيل ‌المصحف قيل بدعة، لكن روي عن عمر رضي الله عنه أنه كان يأخذ المصحف كل غداة ويقبله ويقول: عهد ربي ومنشور ربي عزوجل، وكان عثمان رضي الله عنه يقبل المصحف ويمسحه على وجهه


“Mencium mushaf dikatakan ; Bid’ah. Akan tetapi kami meriwayatkan dari Umar bin Khattab adalah beliau pernah mengambil mushaf setiap pagi dan menciumnya seraya berkata : ‘ Ini janju Tuhanku dan maklumat Tuhanku ‘azza wa jalla. Begitu juga dengan Utsman, ia mencium mushaf dan mengusapkanya ke atas wajahnya.”[6]


Sebagai catatan, kata bid’ah  di atas yag sering diucapkan oleh para ulama madzhab terkhusus lagi dari kalangan madzhab Hanafi dalam kitab-kitab fiqih mereka, bukanlah seperti kata ‘bid’ah’ yang sering digunakan oleh sebagian kelompok hari ini yang selalu bermakna haram.


Yang dimaksud bid’ah disitu artinya tidak dilakukan Nabi ﷺ. Dan perkara yang tidak dilakukan Nabi ﷺ shalallahu’alaihi wassalam tidak selalu berarti haram. Karena masyhur ulama-ulama Hanafiyah termasuk kalangan yang membagi bid’ah menjadi lima. Bid’ah haram, makruh, mubah, sunnah dan ada bid’ah yang hukumnya wajib.


Al Imam Ibnu ‘Abidin berkata :


فقد تكون البدعة واجبة كنصب الأدلة للرد على أهل الفرق الضالة، وتعلّم النحو المفهم للكتاب والسنة، ومندوبة كإحداث نحو رباط ومدرسة، وكل إحسان لم يكن في الصدر الأول، ومكروهة كزخرفة المساجد، ومباحة كالتوسع بلذيذ المآكل والمشارب والثياب


“Bid’ah itu bahkan terkadang wajib hukumnya seperti membuat dalil pada kelompok sesat, belajar ilmu nahwu untuk memahami Al-Quran dan Hadits. Bid’ah terkadang hukumnya sunnah seperti mendirikan pesantren dan sekolah, dan setiap kebaikan yang tidak ada pada zaman Rasulullah ﷺ.


 Bid’ah itu bisa juga hukumnya makruh seperti mengukir dan menghias masjid. Bid’ah hukumnya mubah (boleh) seperti berlapang diri dalam memakan makanan lezat dan minuman enak dan pakaian bagus.”[7]


Pendapat yang membolehkan  dari luar 4 madzhab


Kebolehan mencium mushaf ini juga difatwakan oleh para ulama Saudi, diantaranya Syaikh Bin Baz rahimahullah :


‌لا ‌نعلم ‌دليلا ‌على ‌شرعية ‌تقبيله، ولكن لو قبله الإنسان فلا بأس


“Kami tidak mengetahui adanya dalil yang menunjukkan akan disyariatkannya mencium mushaf. Akan tetapi apabila seorang insan menciumnya, maka hal itu tidaklah mengapa....”[8]


Dalil-dalil mencium mushaf Qur’an


Kebolehan mencium mushaf yang pertama adalah qiyas kepada kebolehan mencium hal-hal yang diagungkan dalam syariat, seperti mencium hajar Aswad, tangan orang alim dan orang tua.


Yang selanjutnya adalah hadits dalam Sunan ad Darimi (no. 3393) :


أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، أَنَّ عِكْرِمَةَ بْنَ أَبِي جَهْلٍ، كَانَ يَضَعُ الْمُصْحَفَ عَلَى وَجْهِهِ وَيَقُولُ: “كِتَابُ رَبِّي، كِتَابُ رَبِّي


 “Telah mengabarkan kepada kami Sulaimaan bin Harb, telah menceritakan kepada kami Hammaad bin Zaid, dari Ayyub, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari ‘Ikrimah bin Abi Jahl bahwa Beliau biasanya meletakkan mushaf di wajahnya lalu berkata, ‘Kitab Tuhanku..Kitab Tuhanku’.”


Lalu hadits selanjutnya,


رَوَى عَنْ عُمَرِ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّهُ كَانَ يَأْخُذُ الْمُصْحَفَ كُلَّ غَدَاةٍ وَيُقَبِّلُهُ وَيَقُوْلُ: عَهْدُ رَبِّيْ وَمَنْشُوْرُ رَبِّيْ عَزَّ وَجَلَّ. وَكَانَ عَثْمَانُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ يُقَبِّلُ الْمُصْحَفَ وَيَمْسَحُهُ عَلَى وَجْهِهِ


“Diriwayatkan dari Umar ibn al-Khattab radhiyallahu’anhu sesungguhnya Umar senantiasa mengambil mushaf dan menciumnya setiap pagi, seraya berkata: janji Tuhanku, dan maklumat Tuhanku ‘azza wa jalla. Begitu juga dengan Utsman ia mencium mushaf dan mengusapkanya ke atas wajahnya.”


Sisi pendalilannya adalah, meskipun hadits diatas hanya berstatus marfu’ (tidak sampai kepada Nabi ﷺ) namun secara umum kita diperintahkan untuk mengikuti para shahabat nabi dalam beragama, khususnya lagi adalah al Khalafaur Rasyidun. Disebutkan dalam hadits :


عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ مِنْ بَعْدِيْ


“Hendaklah kalian mengikuti sunnah ku dan sunnah dari para Khulafa’ Rasyidin setelahku.” (HR. Ibnu Majah)


Penutup


Kesimpulannya bahwa mencium mushaf al Qur’an bukanlah perbuatan bid’ah yang tercela, tapi boleh-boleh saja, bahkan sebagian ulama menghukuminya mustahab (dianjurkan) terlebih jika dengan niat untuk memuliakan.


Wallahu a’lam.

____________

[1] Syarh al Kharsyi ‘ala Mukhtashar Khalil (2/326)

[2] Tuhfatul Muhtaj (1/115)

[3] Ath Thibyan hal. 121.

[4] Ibnu ‘Abidin (5/246), Kasyful Qina’ (1/137).

[5] Hasyiah al Labadi (1/26).

[6] Hasyiah Ibnu ‘Abidin (6/384)

[7] Hasyiah Ibnu ‘Abidin (1/376).

[8] Majmu’ Fatawa (9/289).

Aqidah (70) Arbain (8) Distribusi (1) Fiqih (134) Hadist (35) Jenazah (4) Khotbah (3) Kisah Hikmah (20) Kisah Teladan (6) Kutipan (307) Pajak (5) Pasar (5) Pendidikan Islam (19) Penjualan (3) Pernikahan (7) Puasa (14) Qurban (1) Ramadhan (11) Segmentasi (1) Shalat (19) Soal Ekonomi (8) Soal PKn (5) Syubhat (5) Tafsir (5) Thaharah (1) Uraian (2) Zakat (1)