Saya Aktifis Muhammadiyah, Bukan Wahabi
SAYA AKTIFIS MUHAMMADIYAH,
BUKAN WAHABI !
Oleh: Nurbani Yusuf
Sukses menggelindingkan isu bid’ah dan haram atas peringatan maulid — tanggal dan bulan kelahiran Nabi saw pun kembali di soal.
Benarkah Nabi saw lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal ? Sungguh pertanyaan tidak penting.
Alih-alih membersihkan iman dari tbc malah berbalik melahirkan keraguan dan kebimbangan umat di mana-mana.
*^^^*
Wahabi intens menyerang tradisi ke ilmuan dan ke-Islaman berlangsung masif dan sistematis. De-legitimasi iman atas nama purifikasi atau pemurnian memang ampuh mengoyak kedigdayaan ajaran Islam yang diklaim sebagai agama paling sempurna itupun goyah.
Kebimbangan dan keraguan pun meruak masuk pada post-post strategis keberagamaan umat Islam. Bahkan masuk pada wilayah paling krusial : wilayah teologis. Berbagai diskursus dan ikhtilaf disebar agar Umat Islam meragukan kelahiran nabi-nya, setelah sebelumnya dilarang merayakan kelahirannya. Sekali lagi atas nama purifikasi : kembali kepada Al Qur’an dan as Sunah menjadi baju pelindung untuk mengoyak tradisi keilmuan yang diletakkan para ulama salaf.
Awalnya memang hanya tahayul bid’ah dan khurafat yang hendak ‘dibersihkan’, tapi realitasnya malah sebaliknya. Banyak kesepakatan-kesepakatan produk ulama-ulama salaf pun dipatahkan. Bahkan bangunan keilmuan para imam sekelas: Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Hambali pun direvisi bahkan di acak-acak,
*^^^^*
Nasib Imam Bukhari, Imam Muslim dan imam ahli hadits yang tergabung dalam kutub tis’ahpun bernasib sama — semua riwayat haditsnya harus ditahqiq ulang semacam validasi melalui quality control yang sangat ketat untuk bisa dijadikan hujjah atau tidak.
Saya menyebutnya madzab CLEANSING, terlalu mulia untuk disebut kembali kepada Al Quran dan As Sunah Maqbullah — yang disasar bukan hanya tradisi bangunan keilmuan para ulama fiqh yang dianggap ‘kurang bersih’ bahkan juga situs-situs syiar ke-agama-anpun di sasar dan dihancurkan.
Sebut saja rumah baginda Nabi saw dijadikan perpustakaan atau pasar, rumah Sayidah Khadijah ra pun dijadikan toilet, makam para sahabat dirubuhkan tanpa kompromi bahkan konon kubur baginda nabi saw pun hendak dipindah karena berada di area masjid semua atas nama purifikasi. Ironisnya banyak yang marah dan protes ketika situs-situs Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman di Al Aqsha dirubuhkan Yahudi, tapi malah diam saat itu terjadi di dua tempat suci Mekkah dan Madinah.
*^^^^^*
Ghirah menyesatkan, membid’ahkan dan mengkaferkan sesama mukmin seakan menjadi branding dakwahnya. Para ulama pendahulu mengislamkan orang kafer, wahabi malah mengkaferkan orang yang sudah ber-Islam.
Lemah lembut dengan orang kafer, keras dengan sesama mukmin fraiming dan bully menjadi picu lahirnya perselisihan pertengkaran dan perpecahan umat Islam.
Sikap yang patut disayangkan: kembali kepada al quran dan as sunah hanya taqiyah usaha berlindung diri dari perlawanan kaum muslimin mayoritas. Dengan begitu tampak lebih murni lebih sunah padahal sebaliknya.
*^^^^*
Iman itu bukan kumpulan fakta apalagi deret tanggal hari bulan dan taun. Iman menghunjam dalam hati: dibenarkan pikiran, diucapkan lisan, dibuktikan dengan amal. Sebab itu iman butuh kepastian dan keyakinan tanpa syarat — Wallahu taala alm
@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar