Saat Feminim Legalkan Aborsi Karena Hak Asasi
Di Arab Jahiliyyah bayi-bayi perempuan dikubur karena dianggap aib.
Di Sparta, Yunani bayi laki-laki yang tak sehat dibuang ke jurang.
Dibawah peradaban Romawi hukum Patria Potestas, seorang ayah punya otoritas besar, termasuk menerima atau menolak bayi yang baru lahir.
Di Tiongkok kuno dengan dalih kemiskinan, legal menenggelamkan bayi.
di India Infanticide terhadap bayi perempuan karena beban mahar.
Jelas akal sehat nurani beriman kita akan mengatakan, ini tak benar, ini kejam.
Hari ini, kita melihat bentuk yang lebih “halus”, lebih klinis, lebih legal
bukan lagi dikubur di pasir, bukan lagi dilempar ke jurang
tapi dihapus dalam ruang steril, atas nama “pilihan”, “hak”, atau “kondisi ekonomi”.
Nama boleh berubah.
Metode boleh berubah.
Dan tahukah kamu berapa kasus aborsi didunia ?
Hanya dalam tempo waktu setahun sebanyak 41 juta pada 2014.
Ingat 41.000.000 bayi.
Bayi Yang di habisi.
Apa alasannya ?
karier belum siap
pasangan tidak mendukung
kondisi ekonomi
anak dianggap beban
Bayi bayi itu ada yang di sterilisasi dirumah sakit resmi, ada yang dibuang ditempat sampah, toilet, bahkan butwn:
Apakah menurut mereka aborsi salah atau berdosa ?
Dalam wacana ateis maupun feminis tidak.
Pada dasarnya tubuh adalah kendali penuh miliki ateis.
Hak untuk aku tidur dengan siapapun.
Hak aku untuk hamil atau enggak.
Hak aku minum-minuman keras.
Hak aku galau sampe lomp”t dari jembatan,
Itu menurut mereka tak berdosa.
Kenapa ?
Karena tubuh murni diri milik sendiri.
Bukan amanah dari Tuhan.
Ini menunjukkan yang masalah tak hanya sekedar ekonomi atau kesiapan finansial.
tapi cara pandang terhadap kehidupan itu sendiri.
1400 Tahun lalu Islam datang dan berhasil mencerabut budaya Jahiliyhah mengubur Anak.
وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa besar.”
Surah Al-Isra ayat 31
Apa solusi menekan angka aborsi pada pemuda ?
Karena masalahnya ideologis.
Tegakan pakai UUnya harus pake Islam.
Sebab UU Sekuler justru memfasilitasi aborsi.
Langkap kedua, tangkap pezina.
Orang waras tentu akan mendukung hal ini, lebih baik mereka semua dicambuk daripada ada 42.000.000 bayi di aborsi.
Btw, menolak lupa.
Pas tahun lalu, ada kampanye edukasi S, karena banyak anak anak smp yang hamil.
Apa yang dilakukan Jokowi?
Membagi bagikan Kon d*m ke siswa-siswi smp.
Ya Allah….
—————
Ilmuan Ateis legalkan aborsi bayi yang SUDAH Di LAHIRKAN
https://www.facebook.com/share/19qhZdbnDo/?mibextid=wwXIfr