Mengapa Kristen Menolak Nabi Muhammad? Budak
Kenapa Kristen Menolak Nabi Muhammad ?
Alasannya sederhana, karena menurut orang-orang Kristen:
Setiap Nabi harus terlahir dari garis keturunan terhormat, karena terhormat maka status sosialnya harus merdeka.
Sedangkan Muhammad, itu lahir dari keturunan budak, maka Muhammad bukan Nabi.
Kemudian untuk meyakinkan itu, Orang Kristen menjelaskan kalau Ibrahim punya dua pasangan:
1. Sarah (wanita merdeka) yang kelak melahirkan Ishaq dan keturunannya namanya bangsa Yahudi
2. Hajar (wanita budak) yang kelak melahirkan Ismail dan keturunannya namanya Bangsa Arab.
Menurut Kristen, Nabi-Nabi hanya lahir dari Keturunan Sarah (Yahudi), bukan bangsa lain buktinya Ishaq, Yakub, Yusuf, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Zakariya, Yohanes dan Yesus jadi Nabi.
bukan Bangsa Budak.
Bukan bangsa selain Israel.
Kenapa budak tidak bisa jadi Nabi ?
Karena budak itu tidak layak mewarisi baik itu harta mewarisi kenabian.
Oke, paham ya dari sini logikanya orang Kristen.
Baik.
Apakah Benar Nabi Muhammad keturunan budak ?
Apakah Hajar bukan isteri Sah Ibrahim ?
Apakah Nabi hanya khusus keturunan Israel ?
Topik-topik ini kita kesampingkan dulu.
Sekarang Kita fokus pernyataan bahwa standart “keturunan budak” tidak akan bisa jadi Nabi.
Kenapa masalah ini penting ?
Karena jika kriteria sejak awal salah, maka identifikasinya akan salah. Nabi yang seharusnya diterima dan diikuti, justru di tolak. Bukan karena kurang bukti, tapi salah dalam menetapkan standart pasti.
Kemudian.
Kita benarkan dahulu, oke seandainya Nabi Muhammad keturunan budak.
Apakah keturunan budak tidak bisa jadi Nabi ?
Bisa.
Dalam Injil disebut ada Nabi Perempuan bernama Hanna.
Lukas 2:36
Et erat Anna prophetissa, filia Phanuel, de tribu Aser: haec processerat in diebus multis, et vixerat cum viro suo annis septem a virginitate sua.
“Lagipula di situ ada Hana, seorang NABI PEREMPUAN, anak Fanuel dari suku ASYER. Ia sudah sangat lanjut umurnya dan setelah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya.”
Nabi Perempuan bernama Hana keturunan Asyher ?
Emang Siapa Asyher ?
Asher adalah:
Salah satu dari 12 anak Nabi Ya’qub (Israel)
Asyer bukan anak dari istri utama, tetapi dari Zilpah seorang budak (hamba sahaya) milik Lea (istri Ya‘qub)
Jadi silsilahnya:
Ya‘qub → Zilpah (budak) → Asyer → Fanuel → Nabi Hanna
Bagaimana dengan Status Hajar
Kejadian 16:1–3 (TB):
“Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak melahirkan anak baginya. Ia mempunyai seorang HAMBA perempuan Mesir, yang bernama Hagar.
Kata Sarai kepada Abram: ‘Sesungguhnya TUHAN telah membuat aku mandul; masuklah kepada hambaku itu, mungkin aku dapat memperoleh anak darinya.’
Lalu Sarai memberikan Hagar, hambanya itu, kepada Abram suaminya untuk menjadi ISTERINYA.”
Dari sini jelas:
Hagar adalah hamba (budak) Sarah
kemudian diberikan kepada Abraham sebagai istri
Bagaimana dengan Zilpha ?
Ternyata sama
Kejadian 30:9
“Ketika Lea melihat bahwa ia tidak lagi melahirkan anak, maka ia mengambil Zilpa, HAMBANYA, lalu memberikannya kepada Yakub menjadi ISTERINYA.”
Keduanya sama-sama lahir dari jalur perempuan yang pada awalnya berstatus budak.
Lalu muncul pertanyaan penting: apakah dalam pandangan Alkitab kedudukan Asyer dan Ismail itu berbeda, padahal latar belakang asal ibunya sama-sama berasal dari status hamba?
Pertanyaannya Apakah status seorang budak merupakan suatu kekejian di hadapan TUHAN?
Apakah asal-usul seseorang yang berasal dari 'keturunan budak' tidak layak menjadi seorang nabi?
Apakah karena pernah menjadi Budak mereka tidak layak Mewarisi Berkah ?
Menariknya, justru menjelang akhir hidupnya, Ya‘qub justru memberkati Asyer bahwa keturunannya akan tanah yang subur dan makmur, bahkan disebut akan “menghasilkan santapan raja-raja” (Kejadian 49:20).
Daerah mereka ialah Helkat, Hali, Beten, Akhsaf, Alamelekh, Amad dan Misal; dan batasnya menyinggung gunung Karmel dan sungai Libnat di sebelah barat (Yosua 18:24-31)
Begitujuga dengan Ismail, dalam Kejadian 25:13–18 disebutkan bahwa keturunannya mendapat wilayah yang luas, dari kawasan Shur hingga Hawila sampai ke arah Asyur dan keturunannya akan menjadi raja-raja.
Kemudian orang Kristen nyeletuk,
“Oke gpp budak, tapi Kan Nabi harus dari bangsa Israel.”
Ayub itu dianggap Nabi, tapi bukan keturunan Israel, justru dari Bangsa Edom 😁
Tuh ada nabi dari luar Israel….
Duuarrrrrrr….
Ini bukan kata saya, ini kata Alkitab.
Detailnya next time dibahas
________