Hikmah Islam Melarang Wanita Haid Bersetubuh
Apa Hikmah Islam melarang wanita haid untuk bersetubuh ?
Sebelum membahas itu, perlu kita tahu bahwa aturan Islam sangat-sangat berbeda dengan agama lain menyikapi wanita haid.
Baik dari segi medis maupun kepercayaan agama-agama umumnya wanita yang menstruasi dianggap tidak dalam kondisi bersih.
Dahulu orang-orang jahiliyah memperlakukan wanita yang sedang haid dengan perlakuan sangat buruk yang tidak layak dilakukan oleh manusia.
Abu Suud berkata, "Diriwayatkan bahwa orang-orang Jahiliyah dahulu menjauhi wanita haid dan tidak mau makan bersama mereka seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Majusi.
Kebiasaan ini berlanjut sampai hal itu ditanyakan oleh Abu Dahdah kepada Rasulullah di hadapan para sahabat. Maka turunlah surah Al-Bagarah ayat 222 yang berbunyi, "Karena itu, jauhilah istri pada waktu haid" di atas. Maksudnya janganlah kamu menyetubuhinya saat sedang haid."
Ibn Asyur dalam at-Tahrir wat-Tanwir mengatakan bahwa kata “adza” adalah adl-dlurru al-ladzi laisa bifahisyin (sesuatu yang mengganggu tetapi tidak buruk)
Dalam Kitab Imamat Yahudi, Pasal ke 15 ayat 19-30
Memiliki aturan yang sangat ketat bahkan benda apapun yang disentuh wanita menjadi najis
“Siapa pun yang menyentuhnya akan menjadi najis sampai petang.”
“Setiap ranjang yang ditidurinya dalam keadaan seperti ini akan menjadi najis; setiap tempat duduk yang didudukinya akan menjadi najis. Siapa pun yang menyentuh ranjangnya harus mencuci pakaiannya dan membersihkan dirinya, dan akan menjadi najis sampai petang. Jika ada sesuatu di ranjang atau di kursi yang didudukinya, siapa pun yang menyentuhnya akan menjadi najis sampai petang.”
Di India juga sama wanita-wanita diusir dari rumah.
Bahkan hingga hari ini, wanita yang sedang menstruasi tidak diperbolehkan memasuki halaman rumah mereka selama tujuh hari, menyentuh keluarga. tak boleh sekolah, tak boleh menyentuh keran air.
Sehingga harus mengasingkan diri kegubuk luar desa.
“orang-orang tidak memberikan makanan kepada Anda, mereka melemparkannya kepada Anda. “ keluh gadis India
Mencari rumah sewapun untuk mengasingkan diripun kesulitan
“Saat saya mencari kamar untuk disewa, pemilik rumah bertanya apakah saya sudah menstruasi. Ketika saya menjawab dengan jujur bahwa saya sudah menstruasi, saya diusir”
https://www.bbc.com/news/world-asia-38559566
Adapun orang-orang Kristen justru tak peduli dengan aturan ini mereka tetap menyetubuhi istrinya yang tengah haid.
Setelah Islam datang, bermudah-mudah seperti umat Nasrani dan tidak berlebih-lebihan seperti kebiasaan orang Yahudi.
Islam datang menghilangkan cara-cara jahiliyah tersebut tetapi tetap menyuruh agar tidak mendekatinya, dalam artian tidak menyetubuhinya.
Disebut dalam kitab Hadits
“Diera-era awal Islam, kaum Muslimin menyuruh para wanitanya keluar dari rumah mereka. Lalu sekelompok Arab badui mengadu kepada Rasulullah,
“Wahai Rasulullah, udara begitu dingin, pakaian yang ada sedikit. Kalau kain dan selimut- selimut itu kita berikan kepada wanita-wanita kita, anggota keluarga yang lain akan sakit karena kedinginan. Jika kain dan selimut itu kita kenakan, akan celakalah para wanita kita yang sedang haid.
Namun Rasulullah ﷺ meluruskan dengan tegas dan penuh hikmah:
“Aku hanya memerintahkan kalian untuk tidak menyetubuhi mereka, bukan mengeluarkan mereka dari rumah.”
Sebuah koreksi yang bukan sekadar penjelasan, tetapi revolusi dalam cara pandang manusia terhadap perempuan.
Dalam Islam, wanita yang sedang haid:
tetap tinggal di rumahnya, tanpa diasingkan
tetap makan bersama keluarganya, tanpa dijauhkan
tetap berinteraksi, tanpa direndahkan
tetap menjalani kehidupan secara normal, tanpa kehilangan martabatnya
bahkan tetap menyuapi anaknya dengan penuh kasih
dan tetap memasakkan untuk keluarganya sebagaimana biasa
Tidak ada pengusiran.
Tidak ada pengucilan.
Tidak ada stigma.
Bayangkan betapa capeknya menjadi perempuan Yahudi dan India, setiap bulan mereka harus menyisihkan seminggu untuk berdiam diri sendirian tanpa melakukn aktifitas apapun.
Syariat Islampun menghancurkan kebodohan-kebodohan ini. Dan datang dengan tawaran yang indah dan sesuai fitrah.
Dan batasannya sederhana
“Jangan bersetubuh.”
Kedokteran modern menjelaskan kepada umat manusia bahaya seperti ini. Para dokter kemudian mengetahui hikmah mengapa syariat Islam melarang wanita haid didatangi oleh suaminya.
Allah berfirman, "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, "Itu adalah sesuatu yang kotor. Karena itu, jauhilah istri pada ktu haid, dan kamu jangan mendekati mereka sebelum mereka suci." (Al-Baqarah: 222)
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta, Liva Wijaya mengungkapkan, menstruasi dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.
Alasannya, saat menstruasi area kewanitaan akan menjadi lebih lembab.
Kelembaban ini dapat memicu perkembanganbiakan bakteri jahat yang lebih banyak dan memudahkan terjadinya luka atau iritasi.
Ditambah dapat menyebabkan haid bermasalah.
Ada kasus menarik bahwa Nabi minum dari baskom yang sama yang digunakan oleh Aisyah ketika dia sedang menstruasi;
Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut yang artinya: 'Aisyah berkata: “Suatu hari aku minum, ketika saat itu aku sedang haid. Kemudian aku memberikan minumanku kepada Nabi, lalu beliau menempelkan mulutnya tepat di tempat aku minum, kemudian beliau minum.” ( Diriwayatkan oleh Muslim).
Ayat dan Hadits di atas mengubah pandangan yang merendahkan perempuan yang sedang menstruasi sebagaimana dinyatakan dalam tabu menstruasi, menjadi sikap yang memanusiakan perempuan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi.
Larangan berhubungan seksual dengan perempuan yang sedang menstruasi bukan karena ia menjijikkan, melainkan untuk mencegah perempuan mengalami rasa sakit akibat menstruasi dan rasa sakit akibat hubungan seksual.
Itulah hikmah agung larangan mendekati wanita yang sedang haid. Syariat telah melarangnya semenjak 14 abad yang lalu, saat dunia kedokteran modern belum mengetahui hikmah dan rahasianya. Sungguh indahnya ajaran Islam sebagai agama yang lurus.
————————-
Untuk bulan ini kita khusus nya materi kewanitaan 😁