Azan di telinga bayi
๐๐ปAdzan di Telinga Bayi, Bid'ah? ๐ป๐
๐ข๐ข๐ข๐ข๐ข๐ข
Bismillahirrahmanirrahim..
Dalilnya:
ุนَْู ุนُุจَْูุฏِ ุงَِّููู ุจِْู ุฃَุจِู ุฑَุงِูุนٍ ุนَْู ุฃَุจِِูู َูุงَู
ุฑَุฃَْูุชُ ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ ุฃَุฐََّู ِูู ุฃُุฐُِู ุงْูุญَุณَِู ุจِْู ุนٍَِّูู ุญَِูู ََููุฏَุชُْู َูุงุทِู َุฉُ ุจِุงูุตََّูุงุฉِ
Dari Ubaidullah bin Abu Rafi' dari Bapaknya ia berkata,
"Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengumandangkan adzan -shalat- pada telinga Hasan bin Ali saat ia dilahirkan oleh Fatimah."
(HR. At Tirmidzi no. 1514)
Status hadits ini:
- Imam at Tirmidzi berkata: hasan shahih. (Sunan at Tirmidzi no. 1514)
- Imam al Hakim mengatakan: Shahih. (Al Mustadrak 'alash Shahihain, no. 4827)
- Imam Ibnul Qayyim mengikuti pendapat Imam at Tirmidzi, hasan shahih. (al Wabil ash Shayyib, Hal. 131)
- Syaikh Abdul Aziz bin Baaz mengatakan:
ูุงูุญุฏูุซ ูู ุณูุฏู ุนุงุตู ุจู ุนุจูุฏ ุงููู ุจู ุนุงุตู ุจู ุนู ุฑ ุจู ุงูุฎุทุงุจ ูููู ุถุนู ููู ุดูุงูุฏ
Sanad Haditsnya terdapat 'Ashim bin Ubaidillah bin' Ashim bin Umar bin al Khathab, dia DHAIF, tapi hadits ini ada SYAWAHID (riwayat lain yang mendukungnya). (Fatawa Nuur 'Alad Darb, kaset no. 446)
- Syaikh al Albani mengatakan HASAN, dalam Irwa'ul Ghalil (4/400). Tapi, kemudian dia meralatnya dan mendhaifkan hadits ini. (Syaikh Abdul Muhsin al Abbad al Badr, Syarh Sunan Abi Daud, no. 580)
- Syaikh Syu'aib al Arnauth mengatakan: dhaif. (Ta'liq Musnad Ahmad, no. 23896)
- Imam adz Dzahabi dalam Talkhish-nya juga menyatakan dhaif, lantaran kedhaifan 'Ashim bin 'Ubaidillah.
- Imam Yahya al Qaththan menyebutkan hadits ini terdapat seorang perawi yang dhaif, munkar, dan mudhtharib (guncang). (Imam Ibnul Qaththan, Bayanul Wahm wal Iham fi Kitabil Ahkam, No. 2135)
Jadi, para ulama berselisih pendapat tentang keshahihan hadits ini. Namun, mayoritas ulama sejak masa salaf mengamalkannya bahwa adzan di telinga bayi yang baru lahir adalah sunnah.
▶ Imam at Tirmidzi Rahimahullah, wafat th 279H alias 12 Abad lalu, Beliau berkata:
ََููุฏْ ุฐََูุจَ ุจَุนْุถُ ุฃَِْูู ุงْูุนِْูู ِ ุฅَِูู َูุฐَุง ุงْูุญَุฏِูุซِ
Sebagian ulama berpendapat (mengamalkan) hadits ini. (Sunan At Tirmidzi no. 1514)
Tentu ulama yang dimaksud Imam at Tirmidzi adalah ulama yang hidup di zamannya atau sebelumnya. Itulah ulama salaf.
▶ Bagaimana pendapat fuqaha madzhab?
Mayoritas ulama madzhab juga mengatakan SUNNAH, kecuali Imam Malik dan sebagian pengikutnya.
1. Madzhab Hanafi
Imam Ibnu 'Abidin Rahimahullah mengatakan:
ู ุทูุจ ูู ุงูู ูุงุถุน ุงูุชู ููุฏุจ ููุง ุงูุฃุฐุงู ูููุฏุจ ููู ูููุฏ.. ุงูุชูู.
Perkara yang termasuk disunnahkan dilakukan adzan adalah adzan kepada bayi..
(Hasyiyah Ibnu' Abidin, 1/385)
2. Madzhab Syafi'i
Imam an Nawawi Rahimahullah mengatakan:
ุงูุณูุฉ ุฃู ูุคุฐู ูู ุฃุฐู ุงูู ูููุฏ ุนูุฏ ููุงุฏุชู ุฐูุฑุง ูุงู ุฃู ุฃูุซู، ููููู ุงูุฃุฐุงู ุจููุธ ุฃุฐุงู ุงูุตูุงุฉ، ูุญุฏูุซ ุฃุจู ุฑุงูุน ุงูุฐู ุฐูุฑู ุงูู ุตูู ูุงู ุฌู ุงุนุฉ ู ู ุฃุตุญุงุจูุง: ูุณุชุญุจ ุฃู ูุคุฐู ูู ุฃุฐูู ุงููู ูู، ููููู ุงูุตูุงุฉ ูู ุฃุฐูู ุงููุณุฑู
Disunnahkan melantunkan adzan di telinga bayi yg baru lahir baik bayi laki-laki atau perempuan, dengan lafaz seperti adzan shalat. Berdasarkan hadits Abu Rafi', yang disebutkan oleh al Mushannif. Segolongan sahabat kami (Syafi’iyah) mengatakan: disunnahkan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri.
(al Majmu' Syarh al Muhadzab, 8/442)
3. Madzhab Hambali
Imam al Buhuti Rahimahullah mengatakan:
ูุณู ุฃู ูุคุฐู ูู ุฃุฐู ุงูู ูููุฏ ุงููู ูู ุฐูุฑุง ูุงู ุฃู ุฃูุซู ุญูู ูููุฏ، ูุฃู ูููู ูู ุงููุณุฑู؛ ูุญุฏูุซ ุฃุจู ุฑุงูุน.
Disunnahkan adzan di telinga kanan bayi baik laki-laki atau perempuan, juga iqamah di telinga kiri, berdasarkan hadits Abu Rafi'.
(Kasysyaaf al Qinaa', 3/28)
Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah - salah satu tokoh Hambali- berkata:
ูู ุฅุณุชุญุจุงุจ ุงูุชุฃุฐูู ูู ุฃุฐู ุงููู ูู ู ุงูุฅูุงู ุฉ ูู ุฃุฐู ุงููุณุฑู. ู ูู ูุฐุง ุงูุจุงุจ ุฃุญุงุฏูุซ....
Tentang SUNNAHnya adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri. Dalam masalah ini terdapat sejumlah hadits.... (lalu Beliau menyebutkan beberapa).
(Tuhfatul Maudud, Hal. 30)
4. SEBAGIAN MALIKIYAH, sebagian mereka memakruhkan semua adzan selain keperluan shalat.
Tert
ulis dalam Al Mausu'ah:
ََููุฑَِู ุงูุฅْู َุงู ُ ู َุงٌِูู َูุฐِِู ุงูุฃْู ُูุฑَ َูุงุนْุชَุจَุฑََูุง ุจِุฏْุนَุฉً ، ุฅِูุงَّ ุฃََّู ุจَุนْุถَ ุงْูู َุงَِِّูููุฉِ ََููู ู َุง َูุงَُูู ุงูุดَّุงِูุนَِّูุฉُ ุซُู َّ َูุงُููุง : ูุงَ ุจَุฃْุณَ ุจِุงْูุนَู َู ุจِِู
Imam Malik memakruhkan semua ini dan menyebutnya sebagai bid’ah, kecuali sebagian Malikiyah yang mengambil pendapat yang sama dengan Syafi’iyah, menurut mereka: “Tidak apa-apa mengamalkannya.”
(al Mausu'ah al Fiqhiyah al Kuwaitiyah, 2/372-373)
Imam al Hathab Rahimahullah mengatakan:
ูุฑู ู ุงูู ุฃู ูุคุฐู ูู ุฃุฐู ุงูุตุจู ุงูู ูููุฏ
Imam Malik memakruhkan adzan di telinga bayi yang baru lahir.
(Mawahib al Jalil, 1/434)
Tetapi, Imam al Hathab sendiri mengatakan:
ููุช: ููุฏ ุฌุฑู ุนู ู ุงููุงุณ ุจุฐูู ููุง ุจุฃุณ ุจุงูุนู ู ุจู. ูุงููู ุฃุนูู
Aku berkata: hal ini telah diamalkan oleh manusia, maka tidak apa-apa mengamalkannya. (Ibid)
▶ Ulama Masa Kini
- Ahli hadits, Syaikh Syu'aib al Arnauth mengatakan:
ูููุง: ูู ุน ุถุนู ุงูุญุฏูุซ ุงููุงุฑุฏ ูู ูุฐู ุงูู ุณุฃูุฉ، ููุฏ ุนู ู ุจู ุฌู ููุฑ ุงูุฃู ุฉ ูุฏูู ุง ูุญุฏูุซุง، ููู ู ุง ุฃุดุงุฑ ุฅููู ุงูุชุฑู ุฐู ุนูุจู ุจูููู: ูุงูุนู ู ุนููู. ููุฏ ุฃูุฑุฏู ุฃูู ุงูุนูู ูู ูุชุจูู ูุจูุจูุง ุนููู ูุงุณุชุญุจูู
Kami berkata: meskipun hadits ini lemah, mayoritas umat dahulu dan sekarang telah mengamalkan hadits ini, hal itu seperti yang diisyaratkan oleh At Timirdzi setelah dia meriwayatkan hadits ini, dengan ucapan beliau: hadits ini diamalkan. Dan, para ulama telah menyampaikan hal ini dalam bab-bab kitab-kitab mereka dan mereka menyunnahkannya.
(Ta'liq Musnad Ahmad, 39/298)
- Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullah mengatakan:
ูุฐุง ู ุดุฑูุน ุนูุฏ ุฌู ุน ู ู ุฃูู ุงูุนูู ، ููุฏ ูุฑุฏ ููู ุจุนุถ ุงูุฃุญุงุฏูุซ ููู ุณูุฏูุง ู ูุงู، ูุฅุฐุง ูุนูู ุงูู ุคู ู ูุญุณู؛ ูุฃูู ู ู ุจุงุจ ุงูุณูู ูู ู ุจุงุจ ุงูุชุทูุนุงุช، ูุงูุญุฏูุซ ูู ุณูุฏู ุนุงุตู ุจู ุนุจูุฏ ุงููู ุจู ุนุงุตู ุจู ุนู ุฑ ุจู ุงูุฎุทุงุจ ูููู ุถุนู ููู ุดูุงูุฏ
Adzan ditelinga bayi itu DISYARIATKAN, menurut segolongan ulama. Hal itu sesuai hadits yg sanadnya masih didiskusikan. Jika seorg mukmin mempraktekkannya MAKA ITU BAGUS. Sebab itu termasuk SUNNAH, dan hal yang dianjurkan. Haditsnya terdapat 'Ashim bin Ubaidillah bin' Ashim bin Umar bin al Khathab, dia DHAIF, tapi hadits ini ada SYAWAHID (riwayat lain yang mendukungnya).
(Fatawa Nuur 'Alad Darb, kaset no. 446)
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah mengatakan:
ุงูุขุฐุงู ุนูุฏ ููุงุฏุฉ ุงูู ูููุฏ ุณูุฉ
Adzan disaat kelahiran bayi adalah SUNNAH..
(Fatawa Nuur 'Alad Darb, kaset no. 307)
- Dan lainnya, seperti fatwa Dar al Ifta al Mishriyyah.
Demikian. Wallahu a'lam
๐๐๐ฟ๐ณ๐ท๐ป๐๐ธ
✍ Farid Nu'man Hasan
๐ Join Channel: bit.ly/1Tu7OaC
๐ ฟ️ Fanpage: https://facebook.com/ustadzfaridnuman
❄️ Kunjungi website resmi: alfahmu.id