Penduduk Pun Beristisqa di Dekat Makam
Negeri Samarkand pernah dilanda kekeringan karena tidak turun hujan dalam waktu yang lama.
Dalam kitab Siyar A’lam An Nubala, Al Hafizh Adz Dzahabi menukil kisah tersebut dari penduduk asli sana:
Dahulu terjadi kekeringan di negeri kami Samarkand beberapa tahun lamanya. Orang-orang telah melakukan istisqa (minta hujan) berkali-kali tapi hujan tak kunjung turun.
Lalu datang seorang lelaki shalih yang dikenal keshalihannya kepada Qadi (hakim) Samarkand lalu mengatakan, "Saya mau menyampaikan sebuah pendapat kepada anda."
"Apa itu?" Tanya Qadi.
"Menurut saya, anda sebaiknya keluar bersama penduduk menuju kuburan Imam Bukhari yang terletak di Khortank lalu kita melakukan istisqa di situ. Semoga Allah menurunkan hujan untuk kita."
"Pendapat yang bagus." Kata Qadi.
Lalu Qadi bersama penduduk keluar lalu melakukan istisqa bersama mereka. Orang-orang menangis di dekat kuburan dan memohon pertolongan (kepada Allah) dengan perantara penghuni kuburan itu. Lalu Allah menurunkan hujan yang sangat deras selama sekitar tujuh hari sehingga banyak orang yang harus menetap di rumah, tidak bisa sampai ke Samarkand akibat derasnya hujan. Padahal jarak antara Khortank dan Samarkand sekitar tiga mil.
📚Sumber: "Siyar A'laam an-Nubalaa", Adz Dzahabi, 12/469.
Kisah di atas menjadi bukti nyata bahwa berdoa di kuburan para nabi dan sholihin adalah mustajab. Adz Dzahabi sering mengulang-ulang kalimat semacam ini. Beliau adalah murid Ibnu Taimiyah yang sering dijadikan rujukan oleh firqoh Wahabi.
Baca statemen Adz Dzahabi di sini: https://www.facebook.com/share/p/17cwysMoVW/?mibextid=wwXIfr
Teks asli:
قَحطَ المَطَرُ عِنْدنَا بِسَمَرْقَنْدَ فِي بَعْضِ الأَعْوَامِ، فَاسْتسقَى النَّاسُ مِرَاراً، فَلَمْ يُسْقَوا، فَأَتَى رَجُلٌ صَالِحٌ مَعْرُوْفٌ بِالصَّلاَحِ إِلَى قَاضِي سَمَرْقَنْدَ فَقَالَ لَهُ: إِنِّي رَأَيْتُ رأْياً أَعرضُهُ عَلَيْكَ.
قَالَ: وَمَا هُوَ؟
قَالَ: أَرَى أَنْ تخرجَ وَيخرجَ النَّاسُ مَعَكَ إِلَى قَبْرِ الإِمَامِ مُحَمَّدِ بنِ إِسْمَاعِيْلَ البُخَارِيِّ، وَقبرُهُ بخَرْتَنْك، وَنستسقِي عِنْدَهُ، فعسَى اللهُ أَنْ يَسْقِينَا.
قَالَ: فَقَالَ القَاضِي: نِعْمَ مَا رَأَيْتَ.
فَخَرَجَ القَاضِي وَالنَّاسُ مَعَهُ، وَاسْتسقَى القَاضِي بِالنَّاسِ، وَبَكَى النَّاسُ عِنْدَ القَبْرِ، وَتشفَّعُوا بصَاحِبِهِ، فَأَرسلَ اللهُ -تَعَالَى- السَّمَاءَ بِمَاءٍ عَظِيْمٍ غَزِيْرٍ أَقَامَ النَّاسُ مِنْ أَجلِهِ بِخَرْتَنْك سَبْعَةَ أَيَّامٍ أَوْ نحوَهَا، لاَ يَسْتَطيعُ أَحَدٌ الوُصُوْلَ إِلَى سَمَرْقَنْدَ مِنْ كَثْرَةِ المَطَرِ وَغزَارتِهِ، وَبَيْنَ خرتنك وَسَمَرْقَنْد نَحْوَ ثَلاَثَةَ أَمِيَالٍ