Uraian Hadist Ke 10 Arbain Nawawi: Makanan Halal
Catatan Arbain (11)
HADITS KESEPULUH DAN SEBELAS
Terjemahan cari di google banyak.
Catatan :
Oleh : Najih Ibn Abdil Hameed
1. Salah satu syarat dikabulkannya doa adalah halalnya makanan yg dikonsumsi
2. Rasulullah ﷺ menyebut laki laki yang menempuh perjalanan jauh, (untuk ibadah haji, menuntut ilmu, silaturrahim, dan perjalanan ibadah lainnya) hingga penampilanya kumuh lusuh berdebu (tak terurus). Sedangkan apa yang ia makan berasal dari rizki haram, minum dari uang haram, pakaian dari harta haram, dagingnya tumbuh dari makanan haram. Dia mengangkat tangan menengadah "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku", dari mana bisa dikabulkan doanya?
3. Jika lelaki yg disebut Rasulullah ﷺ sudah menempuh perlanan ibadah begitu panjang sampai badannya tak terurus, masih tetap tidak dikabulkan doanya gara gara makanan pakaian haram, bagaiamana dengan saya yg ibadahnya minimalis dan santai di rumah?
4. "Halalkan makananmu maka kamu akan mustajab doanya. Seorang hamba memasukkan satu suap makanan yg berasal dari haram ke dalam perutnya membuat ibadah empat puluh hari tidak diterima, dan hamba yg dagingnya tumbuh dari makanan haram, neraka lebih utama baginya." (HR Thabrani)
5. Hadits ini memperingatkan agar menghindari rizki haram, bukan melarang berdoa atau memutus harapan ijabah. Bisa juga orang kafir atau fasiq dikabulkan doanya atas rahmat Allah murni.
6. Nabi Musa bertanya kepada Allah. "Mengapa Engkau menjawab doa orang shalih hanya satu kali sedangkan orang tidak shaleh tiga kali?" Allah jawab : "Karena orang yg tidak sholeh hanya mengandalkan RahmatKu, sedangkan orang sholih mengandalkan amalnya"
8. Berdoalah untuk menghamba kepadaNya, mengakui ubudiyah kelemahan diri. Jangan berdoa untuk menuntut agar Allah memenuhi keinginan hawa nafsu kita.
Ketika orang shalih berdoa, Allah katakan kepada para malaikat :
"Wahai malaikat tahan dulu doa hambaku, jangan penuhi dulu, Aku suka mendengar suaranya."
Ketika orang tidak sholih, meminta keinginannya terpenuhi, Allah katakan ;
"Wahai malaikat, cepat penuhi permintaannya. Aku benci suaranya."
Gak beda jauh dengan pengamen jalanan. jika lagu dan suaranya enak kita tahan dulu, jika suaranya jembret kita cepet usir mereka pakai uang receh.
9. Menghindari syubhat karena takut terjebak pada perkara haram adalah tindakan mulia yg disebut wara'. Ketika mendapat makanan dari orang yg hartanya bercampur haram, kita boleh boleh saja memakannya tetapi meninggalkannya lebih utama. Ketika kita ragu ragu apakah perbuatan semacam ini halal atau haram maka meninggalkannya lebih selamat.
7. Ya Allah kami sadar diri ini begitu buruk, amal kami buruk, kelakuan kami buruk, makanan kami belum jelas kehalalannya, rizki kami tercampur syubhat, tapi kami tak punya siapapun selain Engkau. Jika Engkau tak menerima kekurangan Kami, kepada siapa lagi kami harus mengadu. Ya Allah kabulkanlah doa kami, jadikan kami orang orang shalih yang bertaqwa. Berikan rizki yang benar benar halal.
Woro, 11 Ramadhan 1440
Najih Ibn Abdil Hameed